Warganet soal Penolakan USA terhadap Panglima TNI
Connect with us

Headline

Warganet soal Penolakan USA terhadap Panglima TNI

Published

on

Warganet Soal

 

Tercatat ada 16,9 ribu cuitan tentang Panglima TNI. Beragam reaksi dan respon pun terlihat dari tweet para pengguna twitter terkait insiden ini.

 

Seperti Rustam Ibrahim yang menulis bahwa keputusan tidak akan menghadiri undangan Pangab Amerika Serikat sudah sangat tepat, demi kehormatan bangsa.

 

 

Akun twitter @MAHENDRA_GNW punya pendapat berbeda. Dalam cuitannya dia berpendapat, penolakan terhadap Panglima TNI harus diwaspadai sebagai upaya pembunuhan karakter lawan politik.

 

 

Akun @roninpribumi punya pendapat lain. Dia menulis bahwa penolakan ini menjadi sejarah baru yang terjadi di era Jokowi. Pada masa pemerintahan sebelumnya, hal seperti ini tidak pernah terjadi.

 

https://twitter.com/roninpribumi/status/922048319634923521

 

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat (USA) disebut menolak kehadiran Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di wilayah negara tersebut.

 

Disebutkan bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebenarnya dijadwalkan terbang ke negeri Paman Sam dengan menggunakan pesawat Emirates EK 0357, pada Sabtu (21/10/2017) kemarin.

 

Namun, pihak maskapai memberitahukan bahwa Gatot dilarang masuk USA, beberapa saat sebelum jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

 

Disebutkan, penolakan tersebut diinstruksikan langsung oleh “otoritas dalam negeri AS”, tepatnya U.S. Customs and Border Protection. Kabar tersebut pun dengan cepat beredar di masyarakat.

 

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan secara panjang lebar kabar tersebut.

 

“Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sedianya akan menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang akan digelar pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC. Namun Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidak jadi hadir pada acara tersebut,” ujar Wuryanto, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

 

Dia mengungkapkan, awalnya Panglima TNI Gatot diundang secara resmi dan dikirimkan oleh Pangab Amerika Serikat Jenderal Joseph F Durford Jr. “Kemudian Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membalas surat tersebut dan mengkonfirmasi kehadirannya, sebagai bentuk penghargaan dan perhatian,” ungkapnya.

 

“Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan. Kemudian pada Sabtu 21 Oktober 2017, Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates,” sambungnya.

 

“Namun beberapa saat sebelum keberangkatan, ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection,” tutur Kapuspen.

 

Dia mengatakan, Panglima TNI sudah melaporkan peristiwa itu kepada Presiden Joko Widodo melalui ajudan, Menteri Luar Negeri, Menkopolhukam, serta berkirim surat kepada Jenderal Joseph F Durford Jr. “Saat ini masih menunggu penjelasan atas insiden ini,” terangnya.

 

“Kepergian ke Amerika atas undangan Pangab dan atas hubungan baik dua negara serta hubungan baik antara Pangab Amerika dan Panglima TNI. Oleh sebab itu, Panglima TNI dan delegasi memutuskan tidak akan menghadiri undangan Pangab Amerika Serikat sampai ada penjelasan resmi dari pihak Amerika Serikat,” tandasnya.

 

(Sahril Kadir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending