Tolak Paham Radikal, Warga Deklarasi Gerakan Solidaritas Masyarakat Cinta Talaud
Connect with us

Hukrim

Tolak Paham Radikal, Warga Deklarasi Gerakan Solidaritas Masyarakat Cinta Talaud

Published

on

Gerakan Solidaritas

KlikTALAUD – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud yang berasal dari Pulau Miangas, Salibabu, Kabaruan, Nanusa, dan Karakelang, mendeklarasikan Gerakan Solidaritas Masyarakat Cinta Talaud (GSMCT), di Miangas, pada Jumat (18/5/2018).

 

Deklarasi Gerakan Solidaritas Masyarakat Cinta Talaud tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap paham radikal dan terorisme, yang akhir-akhir ini sangat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Aksi spontanitas warga yang berbatasan langsung dengan Negara Filipina itu, digelar dengan pengibaran bendera merah putih dan membentangkan kain terpal berukuran sekira 4 x 3 meter yang berisi tulisan “Gerakan Solidaritas Masyarakat Cinta Talaud Menolak Paham Radikalisme dan Terorisme”.

 

Ketua GSMCT Denny Ronald Marthin menjelaskan, aksi ini secara terang ingin menunjukkan kepada seluruh warga Indonesia dan dunia bahwa warga Talaud tidak takut dengan ancaman maupun teror, yang bertujuan memecah belah keutuhan NKRI.

 

Dia pun mengajak warga Tinonda hingga Napombaru yang ada di perbatasan, untuk menjaga keutuhan sambil memegang teguh empat pilar kebangsaan. “NKRI menjadi harga mati,” ujar pria yang juga adalah anggota DPRD Talaud dari Fraksi PDIP ini.

 

“Jika ada oknum yang menghalangi dan memecah belah persatuan warga, agar secepatnya dilaporkan kepada pihak yang berwajib, baik Polri maupun TNI,” tegasnya sembari meneriakkan NKRI harga mati.

 

(Yan Bawiling)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending