Wali Kota Batu Eddy Rumpoko Adalah Putra Sulut? Ini Profilnya
Connect with us

Headline

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko Adalah Putra Sulut? Ini Profilnya

Published

on

Wali Kota Batu

KLIKJAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Sabtu (16/9/2017). Yang menarik adalah, penangkapan itu membuat orang beramai-ramai ingin mengetahui profil Eddy secara jelas.

 

Sebagaimana penelusuran KlikNews, Eddy adalah putra sulung Wali Kota Malang tahun 1973-1983 Alm Ebes Sugiyono dan Noni Sulut Egnie Rumambe.

 

Pria kelahiran Manado, 8 Agustus 1960 ini mengawali jenjang pendidikannya di SDK ST Xaverius, Surabaya tahun 1972.

 

Dia kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Taman Siswa/Taman Dewasa, dan di SMA Negeri 5 Malang.

 

Sebelum menjabat Wali Kota Batu, Eddy dikenal sebagai seorang pengusaha properti. Dia bahkan menduduki jabatan sebagai Direktur Utama PT Unicora Agung, PT Janaka Agung, dan PT Duta Perkasa Unggul Lestari.

 

Tidak hanya itu, Eddy juga diketahui pernah tercatat menjadi Komisaris Harian Umum Malang Post.

 

Kematangannya dalam memimpin daerah juga dipengaruhi pengalamannya dalam berorganisasi.

 

Tercatat, dia pernah duduk dalam Kepengurusan Pengurus Daerah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur.

 

Dia juga aktif dalam Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan TNI/Polri (GM FKPPI) Jawa Timur, dan menjadi anggota Pemuda Pancasila Jawa Timur.

 

Sejak menjabat Wali Kota Batu pada 2007, banyak inovasi dan terobosan yang dilakukannya untuk Kota Batu melalui bidang wisata.

 

Saat dirinya mulai menjabat, kunjungan wisatawan sedang dalam posisi sepi. Hasilnya, banyak penginapan, hotel dan restoran di Kota Batu terancam gulung tikar.

 

Sehingga, konsep budaya lokal dan jaminan keamanan untuk investor dan menggarap potensi wisata di Batu ditawarkannya.

 

Salah satunya adalah dengan mengemas Alun-Alun Kota Batu menjadi taman wisata yang nyaman. Alun-Alun Kota Batu dijadikan wahana bermain bagi anak-anak.

 

Tidak hanya itu, Batu Night Spectacular, Museum Satwa Batu, Jatim Park, Eco Green Park dan Museum Angkut jadi objek wisata baru.

 

Eddy juga disebut menjadi wali kota pertama yang terpilih melalui pemilihan kepala daerah pada 2007.

 

Pencalonan kedua Eddy pada Pilkada Kota Batu 2013 sempat dipersoalkan dengan kasus dugaan ijazah palsu.

 

Bahkan, Eddy dan pasangannya Punjul Santoso sempat tak lolos pencalonan oleh Komisi Pemilihan Umum.

 

Namun akhirnya Polda Jatim menghentikan kasus tersebut, dan Eddy-Punjul diperbolehkan maju di Pilkada Batu dan menjadi menang.

 

Masa jabatan Eddy akan berakhir Desember nanti. Setelah itu, dia akan digantikan oleh istrinya Dewanti Rumpoko yang adalah wakil wali kota petahana Punjul Santoso.

 

Dalam Pilkada Kota Batu 2017, Dewanti-Punjul menang dengan 51.754 suara atau 44,57% dari total suara sah.

 

(Ayi)

Advertisement

Trending