Mengandung Babi, BPOM Gorontalo Tarik Peredaran Viostin DS dan Enzyplex
Connect with us

Headline

Mengandung Babi, BPOM Gorontalo Tarik Peredaran Viostin DS dan Enzyplex

Published

on

Viostin DS

KlikMANADO – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Gorontalo melakukan penarikan terhadap semua produk Viostin DS dan Enzyplex yang beredar di provinsi tersebut.

 

Menurut Kepala BPOM di Gorontalo Sukriadi Darma, sebelum penarikan dilakukan, pihaknya sudah melaksanakan pemantauan terlebih dahulu.

 

“Kita sudah pantau dan tarik semua. Kalau di wilayah saya di Gorontalo, semua sudah ditarik sesuai pedoman tindak lanjut dan pimpinan,” ungkapnya kepada KlikNews, melalui WhatsApp, Senin (5/2/2018).

 

Sebenarnya, lanjut dia, produk Viostin DS dan Enzyplex sudah ditarik langsung oleh produsen dan distributornya. “Ini telah diperintahkan ditarik dari peredaran, dan produsen melalui distributornya sudah melakukan penarikan,” tegasnya.

 

“Kami memantau penarikannya dan melakukan pengawasan dan penarikan jika ditemukan di lapangan. Tapi kita temukan di lapangan seperti di Gorontalo Utara, kita lakukan penarikan,” sambungnya.

 

Sebagaimana diketahui, BPOM dalam rilis resminya menyebutkan bahwa Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia bernomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101, positif mengandung DNA Babi, sesuai hasil pemeriksaan sampel dua produk tersebut.

 

Dikutip dari Detikcom, Ketua BPOM Penny Lukito mengatakan, sebenarnya tindakan sudah dilakukan sejak November 2017.

 

Selain itu, kata Penny, informasi data pre-market dan hasil pengawasan post market terindikasi tidak konsisten. Awal pendaftaran izin edar produk, dua produk tersebut disebut menggunakan bahan baku bersumber sapi.

 

“Di awal sertifikasi awal LPPOM MUI diidentifikasikan negatif. Tapi saat BPOM melakukan pengawasan post-market ternyata kita temukan tidak sesuai. Sempat ada penarikan sampai akhirnya kami mencabut izin edar Viostin DS dan Enzyplex,” kata Penny.

 

Penny menegaskan, jika masih ada yang menemukan produk Viostin DS dan Enzyplex dari peredaran, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada BPOM.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending