Update Dampak Bencana Bolsel: 5 Jembatan Rusak
Connect with us

Totabuan

Update Dampak Bencana Bolsel: 5 Jembatan Rusak

Published

on

Dampak bencana Bolsel

KlikJAKARTA – Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data dampak bencana di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang terjadi beberapa waktu lalu, pada Minggu (2/8/2020) pukul 19.00 WIB.

Dari data tersebut, seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan sebanyak 7.046 KK atau 22.655 jiwa jadi ikut menerima dampak bencana Bolsel. “Keseluruhan warga yang terdampak terbagi di tujuh wilayah kecamatan,” ujar Kepala Pusdatinmas BNPB Raditya Jati.

Tujuh kecamatan tersebut adalah Bolaang Uki dengan 2.978 KK/9.715 jiwa, Helumo ada 225 KK/861 jiwa, Tomini ada 62 KK/250 jiwa, Posigadan ada 154 KK/636 jiwa. Kemudian di Pinolosian ada 1749 KK/5980 jiwa, Pinolosian Tengah ada 925 KK/1.729 jiwa dan Pinolosian Timur ada sebanyak 953 KK/3.494 jiwa.

Sebagaimana diketahui, bencana sejak Jumat (31/7/2020) itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Bolsel dan menyebabkan beberapa sungai besar meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga.

“Berdasarkan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, beberapa sungai yang meluap tersebut adalah Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa dan beberapa sungai lainnya,” terang Raditya.

“Meski sebagian besar sudah surut, namun air dapat kembali naik apabila hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam periode yang cukup lama,” sambungnya.

Pages: 1 2

Advertisement

Trending