Begini Upaya Pemerintah Melindungi Anak Pada Masa Pandemi
Connect with us

Headline

Begini Upaya Pemerintah Melindungi Anak Pada Masa Pandemi

Published

on

Upaya Pemerintah

KlikJAKARTA – Sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak turut merasakan dampak Covid-19. Entah menjadi pasien terkonfirmasi, meninggal dunia, bahkan berada di situasi sulit saat orang tua mereka menjadi salah satu pasien terkonfirmasi positif. Bukan hanya itu saja, kondisi ini juga mempengaruhi perkembangan psikologis anak.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menjelaskan, ada banyak dampak bagi anak yang ditimbulkan akibat COVID. Beberapa di antaranya adalah keterpisahan keluarga, berkurangnya akses terhadap dukungan sosial, stres orang tua, kekerasan, perlakuan salah, stres psikologis terhadap anak, penelantaran, eksploitasi, dan stigma pada etnis tertentu.

Oleh karena itu, Harry menjelaskan, Kemensos telah melakukan upaya bagi anak-anak yang terpapar. “Ini dilakukan oleh para pekerja sosial di seluruh Indonesia berdasarkan laporan pengaduan maupun juga rujukan. Jadi ada balai-balai besar anak, panti sosial anak, lembaga kesehatan sosial anak yang kita kerahkan untuk mengantisipasi kalau ada resiko terburuk pada anak,” ujar Harry saat berdialog di Media Center, Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Data yang ada saat ini, terdapat 346 anak dari 25 provinsi di Indonesia yang terpapar Covid-19 dan telah ditangani secara langsung oleh para pekerja sosial. Dalam proses penanganannya, pekerja sosial tidak hanya melakukan pendekatan pada anak.

Selain itu, para pekerja sosial pun aktif melakukan pendekatan kepada orang tua dan keluarga dari anak tersebut melalui online. “Nah ini yang perlu satu pemahaman di mana anak itu harus mengerti terhadap situasi yang sulit tapi sisi lain orang tua pun juga harus bisa mengerti bahwa situasi seperti itu tidak bisa terlalu dekat dengan anak. Untuk itu kita pun melakukan pendekatan tidak hanya pada anak, tetapi juga kepada orang tua dan keluarganya melalui media online,” tutur Harry.

Harry menambahkan bahwa layanan online dapat diakses melalui hotline TePSA 1500771. “Telepon Sahabat Anak yang sering dipakai untuk rujukan, untuk pengaduan, itu ditindaklanjuti oleh pekerja sosial dan upaya tersebut dilakukan melalui online. TePSA itu (nomor hotline) 1500771,” tambah Harry.

Baca Juga: Doni Monardo: Covid-19 Bukan Rekayasa Atau Konspirasi

Kemensos bekerja sama dengan Satgas Covid-19 BNPB, Unicef, dan lembaga internasional lain, seperti Yayasan Tunas Cilik, telah mengeluarkan panduan bagi para pekerja sosial untuk menunjang jalannya pendampingan.

“Kami sudah mengeluarkan panduan untuk pekerja sosial bagaimana menjada kesehatan dirinya sendiri sebagai pekerja sosial, dan bagaimana menangani kasus anak-anak yang terpapar Covid-19 berikut juga penanganan kepada keluarganya,” ucap Harry.

Pages: 1 2

Advertisement

Trending