Refleksi Sumpah Pemuda, Mahasiswa Unsrat Unjuk Rasa
Connect with us

Humaniora

Refleksi Sumpah Pemuda, Mahasiswa Unsrat Unjuk Rasa

Published

on

Unjuk Rasa

KlikMANADO – Puluhan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar unjuk rasa bertajuk ‘Aksi #RefleksiSumpahPemuda’, pada Kamis (26/10/2017).

 

Unjuk rasa yang diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsrat dan diikuti oleh aliansi Ormawa Unsrat itu dilakukan dengan mengelilingi delapan fakultas dan kantor rektorat Unsrat.

 

Aksi tersebut terpantau menarik banyak perhatian mahasiswa di setiap fakultas. Apalagi, berbagai permasalahan dan keluhan yang dikumandangkan mahasiswa cukup banyak.

 

Diantaranya, menginginkan agar pemuka-pemuka fakultas dan para dosen tidak mengintervensi kegiatan ormawa dan membiarkan ormawa berkarya.

 

Menurut mereka, banyak kegiatan ormawa yang di-pending bahkan terhenti karena para pemuka fakultas dan dosen sudah mencampuri urusan tersebut.

 

Ada juga yang mengutarakan agar universitas dapat memberikan fasilitas serta pelayanan yang baik bagi mahasiswa. Apalagi, saat ini Unsrat menyandang akreditasi B dan sedang berusaha meraih akreditasi A.

 

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya menuntut adanya perbaikan fasilitas, tambahan kursi karena sudah darurat kursi.

 

Selain itu, gratifikasi juga menjadi salah satu sorotan penting mahasiswa dalam unjuk rasa itu. Sebab, masih banyak dosen-dosen yang melakukan pungutan liar terhadap mahasiswa.

 

Oknum-oknum dosen, disebut kerap kali menjual diktat. Sedangkan beberapa dosen lainnya justru meminta atau menerima uang pelican agar mahasiswa tertentu dapat diluluskan.

 

Adapun Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Cornelius Paat mengaku bangga dengan aksi yang digelar Aliansi Ormawa Unsrat. “Saya sangat bangga dengan Aliansi Ormawa Unsrat yang masih peduli terhadap sejarah perjuangan bangsa, dimana kegiatan ini dilaksanakan sebagai suatu bentuk refleksi Sumpah Pemuda,” kata dia saat merespon demo tersebut.

 

“Kami sudah mendengar semua tuntutan dari setiap Aliansi Ormawa Unsrat. Memang di Unsrat telah diberlakukan Uang Kuliah Tunggal (UKT), saya selaku WD III berusaha agar tidak ada pemungutan lain selain UKT. Oleh sebab itu, jika ada dosen-dosen yang masih melakukan pungli silakan dilaporkan kepada kami,” tegasnya.

 

“Kami juga memohon kerjasama antara pimpinan ormawa dan pimpinan fakultas karena kita adalah satu bagian yang tidak terpisahkan,” tambah WD III FISPOL yang langsung disambut tepuk tangan meriah mahasiswa.

 

(Johana Siliwire)

Advertisement

Trending