Connect with us

Headline

Tujuh Warga Terduga ISIS dari Suriah Diamankan

Published

on

Tujuh Warga

KlikMANADO – Tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga merupakan militan ISIS dari suriah, berhasil diamankan aparat kepolisian. Hal itu diungkapkan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, Senin (18/12/2017).

 

Dikutip dari Multimedia Polri, Jenderal bintang tiga itu mengatakan, tujuh warga tersebut diamankan sesaat setelah kembali dari Suriah melalui Turki.

 

Tujuh warga tersebut ditengarai merupakan Foreign Terrorist Fighter (FTF). Mereka terpaksa harus diamankan Polri untuk mengantisipasi keamanan Republik Indonesia jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

 

Wakapolri mengungkapkan, sebelum berbaur kembali di masyarakat, para terduga ISIS dari Suriah itu saat ini sedang menjalani proses deradikalisasi lebih dulu.

 

Mantan Kapolda Kalsel tersebut menambahkan, pihaknya melakukan beberapa pengkondisian terhadap teroris yang guna mengatasi dan mengantisipasi gerakan radikal dan terorisme.

 

Baca juga: PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik saat Perayaan Natal

 

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Headline

Senator Djafar Alkatiri Minta Presiden Copot Oknum Komisaris dan Direksi PT Pelni Yang Batalkan Kajian Ramadan

Published

on

Senator Djafar Alkatiri
Senator Hi Djafar Alkatiri

KlikJAKARTA – Senator RI dari Sulawesi Utara Hi Djafar Alkatiri turut menyoroti pembatalan Kajian Ramadan di PT Pelni yang dilakukan komisaris dan direksi.

Menurut Djafar, pembatalan kajian agama pada Bulan Ramadan merupakan kebijakan yang sangat meresahkan masyarakat, khususnya umat Islam.

“Karena itu tindakan arogansi, sewenang-wenang, tidak mendasar, diskriminasi, provokatif dan berbau SARA,” terangnya kepada KlikNews, Minggu (11/4/2021).

Apalagi, lanjut “Singa Podium” ini, kebijakan tersebut diikuti dengan pencopotan pejabat PT Pelni yang menyelenggarakannya.

“Itu tindakan sangat tidak profesional. Ini akibat komisaris dan direksi yang tidak memiliki pemahaman dan prasangka yang keliru,” tegas mantan Sekjen Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ini.

Apalagi menganggap kajian Ramadan itu sebagai tindakan radikalisme. “Ini jelas tertuang dalam cuitan twitter-nya, yang menyebut bahwa ini pelajaran sekaligus warning kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme,” katanya.

Dia juga berpendapat, komisaris dan direksi PT Pelni telah menjadikan radikalisme sebagai jualan untuk tindakan diskriminasi dan intoleran. “Ini preseden buruk dan ancaman integritas bagi PT Pelni,” tegasnya, lagi.

Dia menegaskan, Kajian Ramadan itu bersifat umum dan terbuka. Apalagi sudah rutin dilakukan tiap tahun oleh PT Pelni dan dilaksanakan hanya secara online.

“Bahkan yang diundang adalah Penceramah yg sangat moderat, dikenal luas dan memiliki pemahaman keislaman yang dalam, seperti KH Kholil Nafis pengurus pusat MUI,” jelasnya.

“Ini sangat memukul integritas keulamaan MUI dan Ustadz Riza Syafiq Basalamah yang sangat dikenal luas masyarakat Indonesia dan kajian-kajiannya sangat terbuka dan mudah ditemukan di medsos,” sambung Ketua KB PII Sulut ini.

Dia juga mengingatkan oknum Komisaris dan Direksi PT Pelni, jangan memancing kegaduhan yang tidak pada tempatnya.

“Bangsa ini sedang berada pada titik nadir recovery kesadaran berbangsa. Rasa persatuan yang ternodai kebencian dan prasangka atas dasar agama jangan terulang lagi. Negeri ini hanya makmur dan maju jika kita bersatu dan menghargai keberagaman dan keberagamaan,” jelasnya.

Makanya, dia mengajak MUI, Ormas Islam, dan masyarakat luas, untuk meminta Presiden segera mencopot Komisaris dan Direksi yang terlibat secara sepihak dan tanpa dasar kuat memberhentikan Kajian Ramadan tersebut, hingga mencopot pejabat pelaksana acara tersebut.

“Jangan menganggap masalah ini sepele. Karena moralitas agama sangat penting untuk menjaga aspek profesionalitas dan prilaku bisnis yang sekarang sangat banyak penyimpangan, yang ujungnya bisa merugikan negara,” ungkapnya.

“Kalau perlu, oknum komisaris dan direksi yang melakukan tindakan intoleran dan diskriminasi yang gampang menjual isu tak berdasar itu, wajahnya diviralkan agar umat dan masyarakat tahu,” tambahnya.

Apalagi, lanjut dia, ada unsur mengajak semua BUMN melakukan tindakan serupa, seperti dilakukan mereka di PT Pelni.

“Ini sangat provokatif, tidak profesional dan mengancam kohesitas keberagaman dan keberagamaan,” timpalnya.

Dia juga meminta Jokowi sebagai presiden harus tegas merespons masalah ini, karena sangat dan sudah meresahkan masyarakat luas, khususnya umat Islam.

(***)

Continue Reading

Headline

Gempa M6,1 Guncang Jatim, 6 Meninggal Dunia

Published

on

804 gempa

KlikJAKARTA – Gempa dengan kekuatan M6,1 mengguncang beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim), pada Sabtu (10/4/2021) pukul 14.00 WIB.

Guncangan gempa tersebut ternyata telah menimbulkan korban jiwa. Data BNPB per Sabtu (10/4/2021) pukul 18.00 WIB, tercatat total warga meninggal dunia berjumlah 6 warga dan 1 lain mengalami luka berat.

Rincian korban meninggal dunia, 3 orang meninggal dunia di Kabupaten Lumajang, sedangkan masing-masing 2 warga meninggal di antara wilayah Lumajang dan Kabupaten Malang dan 1 di Kabupaten Malang.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang mencatat ada titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari. Jumlah warga mengungsi masih dalam pendataan.

Sedangkan di Kabupaten Malang, Blitar, Trenggalek dan Tulungagung belum ada laporan warga yang mengungsi.

“Terkait kerusakan, BPBD beberapa wilayah masih terus melakukan pendataan di lapangan. Informasi sementara, BPBD Kabupaten Tulungagung menginformasikan kerusakan rumah rata-rata pada tingkat rusak ringan,” beber Raditya Jati, Kepala Pusdatinmas BNPB.

Di wilayah Kabupaten Trenggalek dan Kota Malang, kata dia, kerusakan rumah pada kategori rusak ringan hingga sedang. Sedangkan di Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar, tingkat kerusakan rata-rata ringan hingga berat.

BNPB terus berkoordinasi dan memantau kondisi di lokasi bencana dengan berkoordinasi dengan BPBD di wilayah Provinsi Jawa Timur.

(***)

Continue Reading

Headline

AHY Silaturahmi dengan Haedar Nashir dan Buya Syafii Maarif

Published

on

Muhammadiyah
Suasana. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikJAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersilaturahmi dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof KH Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto, di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro Nomor 23, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Sabtu (3/4/2021).

Usai pertemuan dengan PP Muhammadiyah, AHY melanjutkan silaturahmi dengan Buya Syafii Maarif secara virtual.

Pertemuan tersebut, sebagaimana rilis yang diperoleh dari Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, berlangsung selama lebih dari sejam.

Dalam kesempatan itu, AHY dan Haedar Nashir membahas empat hal yang berkaitan dengan isu-isu terkini dan masalah kebangsaan.

AHY menyampaikan bahwa empat hal yang didiskusikan mulai dari menegakkan demokrasi, Pancasila, menjaga nilai-nilai keagamaan, dan juga persatuan dan kemajuan.

“Yang pertama adalah terkait dengan bagaimana menegakkan demokrasi berpijak pada konstitusi yang berlaku di Indonesia ini. Kita tahu ujian dan tantangan demokrasi akan terus kita hadapi, termasuk di masa pandemi ini,” jelas AHY.

“Jadi, harapannya ke depan kita bisa sama-sama merawat demokrasi dalam semangat berpijak pada konstitusi yang berlaku,” sambungnya.

AHY, PP Muhammadiyah dan Buya Syafii Maarif
Silaturahmi secara virtual antara AHY dan Buya Syafii Maarif. (Sumber Foto: Istimewa)

Lanjutnya, hal kedua yang dibahas adalah Pancasila. “Terkait dengan Pancasila yang sudah menjadi keputusan negeri atau bangsa kita, harus terus dijaga, diterapkan sebenar-benarnya,” katanya.

“Jangan sampai kita mudah atau lantang menyuarakan tentang Pancasila, padahal kita tidak menerapkan itu dengan sejatinya. Tentu kita juga berharap Pancasila itu tidak jadi pelabelan saja, untuk satu kelompok melawan kelompok yang lain. Justru Pancasila sebagai konsensus bersama dan mengakomodasi segala perbedaan dan keberagaman di Indonesia,” lanjutnya.

Dia juga menjelaskan bahwa kunjungan ke Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta sudah lama diniatkannya. “Dan telah saya haturkan kepada beliau (Ketua PP Muhammadiyah) niatan saya sejak awal, ketika saya mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta, dan hari ini terjadi,” jelasnya.

“Kita tahu beliau (Buya Syafii Maarif) adalah seorang toko besar, guru bangsa, sebagai seseorang yang memiliki pengalaman yang luar biasa dalam berbagai hal. Tadi saya juga menyampaikan harapan saya, untuk mendengarkan wejangan-wejangan dari beliau dan beliau tadi menitipkan berbagai pesan. Pesan-pesan secara khusus yang tadi saya dengarkan diantaranya adalah, ke depan semua elemen bangsa harus  bersatu padu untuk bisa menjaga demokrasi serta juga untuk mengejar ketertinggalan kita dan menjadikan Indonesia semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

(***)

Continue Reading
Advertisement

Trending