Transportasi Online Jadi Fenomena
Connect with us

Headline

Fenomena Transportasi Online

Published

on

Transportasi Online

KlikJAKARTA – Fenomena transportasi online di Indonesia sebenarnya sudah dimulai beberapa tahun belakangan. Namun baru booming pada tahun 2015. Bisnis Gojek telah dimulai tahun 2010 dimana mereka masih melayani pesanan via sms dan telepon.

 

Kemudian pada tanggal 9 November 2015 disahkan Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Terkait payung hukum untuk bisnis transportasi online, dalam surat tersebut, Menteri Perhubungan melarang beroperasinya ojek online dan taksi online.

 

Hal ini dikarenakan ojek online tidak tercantum sebagai jenis transportasi umum yang diatur dalam undang-undang. Namun ternyata keputusan dari Menteri Perhubungan tersebut menuai banyak protes dari masyarakat.

 

Di dalam media sosial kasus ini semakin bergejolak. Ditambah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo turun tangan dengan menyatakan transportasi online tidak dilarang. Maka Mentri Perhubungan akhirnya mencabut surat pemberitahuan tersebut.

 

Model transportasi online kini semakin menjamur dan semakin diminati oleh pengguna transportasi. Terlebih bagi warga yang bertempat tinggal di wilayah perkotaan, transportasi online dapat mempermudah akses mereka. Semakin tahun muncullah berbagai macam transportasi online baru yang saling memperebutkan pasar transportasi berbasis online.

 

Fenomena transportasi online di Indonesia seolah-olah menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat. Mereka menginginkan transportasi yang murah, mudah dan cepat. Karena selama ini masyarakat perkotaan khususnya di Jakarta mengalami beberapa kendala menggunakan transportasi konvensional. Seperti kemacetan, susah dijangkau dan kurang aman.

 

Ditambah kini teknologi semakin berkembang. Teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal inilah yang membuat transportasi online banyak digemari karena mengandalkan teknologi. Sehingga transportasi berbasis online sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

 

Setiap Negara harus dapat bersaing dalam pemanfaatan teknologi dan menerapkannya di dalam aktivitas sehari-hari. Hadirnya transportasi online yang mempermudah masyarakat tidak terlepas dari adanya kontra.

 

Salah satu kontra hadir dari kalangan model transportasi konvensional dan pihak pemerintah selaku pembuat kebijakan. Hal ini disebabkan karena transportasi konvensional merasa penumpangnya diambil. Sehingga pendapatan mereka menjadi lebih berkurang.

 

Meskipun transportasi online mendapat beberapa masalah, namun permintaan atasnya semakin meningkat. Sehingga tidak heran, transportasi yang dulunya secara konvensional memperbaiki diri dengan membuat aplikasi online sendiri. Hal ini agar mereka dapat bersaing.

 

Setiap kejadian apapun itu pasti akan menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Tidak ada satu kejadian pun yang dapat diterima oleh semua orang. Hadirnya transportasi online membuat kontra sejumlah pihak seperti sopir dan tukang ojek konvensional. Karena mereka merasa pelanggannya bealih ke model transportasi online.

 

Sedangkan pro datang dari berbagai pihak khususnya masyarakat pengguna transportasi umum. Karena merasa terbantu dan dipermudah dengan hadirnya transportasi online.

 

(***)

Advertisement

Trending