19 Jam Jalan Trans Sulawesi Pantura Lumpuh Total
Connect with us

Humaniora

19 Jam Jalan Trans Sulawesi Pantura Lumpuh Total

Published

on

Trans Sulawesi

KlikBOLMUT – Hujan deras selama sekira 9 jam di wilayah Bolmong Utara pada Kamis (2/8/2018) kemarin, mengakibatkan Jalan Trans Sulawesi, pada Jalur Pantura, lumpuh total selama sekira 19 jam.

 

Tercatat ada delapan titik lokasi longsor yang menjadi penyebab kondisi tersebut. Yaitu Desa Tote (Gunung Banggele) ada dua titik dan Desa Komus ada enam titik.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong Utara Musliman Datukramat menyatakan, data valid jumlah kerugian belum ada.

 

“Kecuali kerusakan rumah yang tertimbun longsong di Langi dan Jambusarang yang mencapai ratusan juta rupiah, sedangkan untuk rumah yang terendam banjir belum mendapatkan data dari desa,” jelasnya.

 

Sampai saat ini, lanjutnya, belum ada korban jiwa yang diakibatkan kejadian banjir dan longsor itu. “Saat ini, Jalan Trans Sulawesi sudah bisa dilalui dan masih ada alat berat yang membersihkan sisa-sisa longsor,” pungkasnya.

 

Adapun Wakil Ketua DPRD Bolmut Arman Lumoto berharap, ke depan masyarakat harus lebih waspada terdadap cuaca ekstrem. Pasalnya, semua bisa saja terjadi, apalagi pada Februari ini yang menjadi puncak musim hujan.

 

Berikut data BPBD Kabupaten Bolmong Utara.

 

Kecamatan Bolangitang Barat

Desa Bolangitang II: 44 rumah terendam banjir

Desa Jambusarang : 6 rumah tertimpa longsor

Desa Langi: 3 rumah tertimpa longsor

Desa Wakat: 111 rumah terendam banjir

Desa Tanjung Buaya: 30 Rumah terendam banjir

Desa Tote: 25 rumah terendam banjir

 

Kecamatan Bolangitang Timur

44 Rumah terendam banjir

 

Kecamatan Kaidipang

Desa Boroko Timur: 135 Rumah terendam banjir

Desa Boroko Utara: 70 rumah terendam banjir

Desa Solo: 6 rumah terendam bajir

Total rumah yang terkena bencana berjumlah 517 Rumah.

 

(Rifa/Sahril)

 

Baca juga: BNPB Imbau Warga Waspada Longsor
Advertisement

Trending