Terjadi di Tomohon, Senduk Tetap Ditolak Setelah 3 Kali Terpilih
Connect with us

Humaniora

Terjadi di Tomohon, Senduk Tetap Ditolak Setelah 3 Kali Terpilih

Published

on

KlikTOMOHON – Proses pemilihan Pelayan Khusus (Pelsus) se-Sinode GMIM telah selesai dilaksanakan serentak pada Jumat (13/10/2017) di seluruh wilayah Minahasa, Manado dan Bitung. Namun Pesta Iman ini meninggalkan banyak cerita yang jadi pergunjingan jemaat.

 

Salah satunya adalah, ada beberapa kolom yang belum bisa menetapkan calon Pelsus terpilih, yakni di Kolom III Jemaat Bait El Kamasi Wilayah Tomohon Dua.

 

Cornelius Senduk yang sudah tiga kali dipilih anggota sidi jemaat sebagai Penatua, tetap ditolak Panitia Pemilihan yang bertugas di kolom tersebut. Senduk disebut-sebut terganjal dengan salah satu Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) pada point nomor lima yang ditetapkan Sinode GMIM, yaitu dengan status perkawinan cerai hidup.

 

Dalam pemilihan itu, pada putaran pertama Senduk keluar sebagai pemenang telak dengan 23 suara dari total 32 suara. Karena dinilai tak memenuhi syarat dilakukan putaran kedua. Hasilnya juga Senduk tetap dipilih anggota jemaat dengan suara 25.

 

Panita Pemilihan tetap ngotot dan kembali melaksanakan putaran ketiga. Di putaran terakhir ini, Senduk tetap diinginkan anggota Jemaat menjadi Penatua dengan suara akhir 25.

 

Namun karena memegang Juklak, Pantia tetap tak memberi izin Senduk menandatangani Surat Pernyataan menjadi Pelsus sesuai dengan petunjuk Ketua Jemaat Pdt Hanny Palendeng STh.

 

Akhirnya diambill keputusan untuk mengadakan pemilihan Pelsus khususnya Penatua pada pekan depan setelah terpilih Syamas Dr Isye Mongdong Meko.

 

“Kami mempertanyakan konsistensi Panitia Pemilihan karena di kolom 6, calon Penatua terpilih diberi izin menandatangani Surat Pernyataan bersedia menjadi Pelsus oleh Panitia. Ini kan Juklak mengambang,” ujar salah satu anggota Jemaat Kolom 3.

 

Oleh karena itu, Jemaat Kolom 3 banyak yang menyayangkan atas sikap Panitia dan Ketua Jemaat. Menurut mereka biarkanlah pemilihan ini mengalir sesuai keinginan jemaat.

 

“Kalaupun sampai ke Sinode itu lebih baik agar Sinode juga mengetahui bagaimana kenyataan yang terjadi di tiap jemaat. Ketika mereka ingin memilih pilihan hati mereka tapi dibatasi oleh aturan -aturan yang di buat oleh Sinode, itu kan tidak fair,” ujar Anggota Jemaat yang lain.

 

Diketahui, Senduk adalah Penatua petahana di Kolom tersebut. Dari informasi yang beredar, kejadian seperti ini terjadi juga di beberapa jemaat di Tomohon. Hingga berita ini diturunkan, Ketua Jemaat dan Pihak Sinode belum bisa dikonfirmasi.

 

(Kitmy Ratag)

Advertisement

Trending