Tokoh Pedagang: Jangan Jadikan Revitalisasi Pasar Bersehati Komoditas Politik
Connect with us

Manado

Tokoh Pedagang: Jangan Jadikan Revitalisasi Pasar Bersehati Komoditas Politik

Published

on

Tommy Hutuba

KlikMANADO – Rencana revitalisasi Pasar Bersehati masih jadi topik perbincangan hangat masyarakat.

Bagaimana tidak, proyek ini secara langsung berdampak pada para pedagang yang kesehariannya beraktivitas di pasar tersebut.

Terkait hal itu, salah satu tokoh pedagang Pasar Bersehati Tommy Hutuba menegaskan bahwa para pedagang kompak mendukung revitalisasi Pasar Bersehati.

Dukungan itu, kata Hutuba, diberikan pedagang setelah mendengarkan langsung sosialisasi yang dilakukan PD Pasar Manado.

“Sosialisasi sudah cukup banyak dilakukan PD Pasar Manado yang melibatkan perwakilan pedagang maupun lembaga yang ada di Pasar Bersehati,” tegasnya kepada KlikNews, Rabu (12/1/2022).

Menurut dia, penjelasan PD Pasar Manado tentang revitalisasi pasar maupun relokasi pedagang sudah sangat jelas.

Makanya, dia mengaku heran jika ada suara sumbang yang muncul tentang rencana tersebut. “Kami dari pedagang, pastinya tak ingin proyek baik ini jadi komoditas politik kelompok tertentu,” ungkap pria yang mengaku berdagang di Pasar Bersehati sejak tahun 80an ini.

Tommy juga berpendapat bahwa suara sumbang yang ada sengaja dimunculkan oleh pihak atau kelompok yang tidak mengetahui jelas histori Pasar Bersehati. “Ini sangat disayangkan,” tukasnya.

Dia menambahkan, Pasar Bersehati memang sudah saatnya direvitalisasi demi kemajuan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Direktur Operasional PD Pasar Manado Irving Biki menjelaskan bahwa saat ini PD Pasar Manado sedang menggencarkan sosialisasi dan pemetaan relokasi pedagang. “Jadwal soaialisasi dan relokasi pedagang dari tanggal 5 hingga 15 Januari,” bebernya.

Dia pun menegaskan bahwa relokasi pedagang tidak dipungut biaya. “Jika ada oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan PD Pasar untuk pemungutan liar, maka segera dilaporkan ke PD Pasar, dan kami akan lakukan proses hukum,” pungkasnya.

(***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending