Timsus Maleo Polda Sulut Tangkap Opi Badak di Makassar
Connect with us

Hukrim

Timsus Maleo Polda Sulut Tangkap Opi Badak di Makassar

Published

on

Timsus Maleo

KlikMANADO – Timsus Maleo Polda Sulut dan Tim Resmob Makassar berhasil mengamankan Opi Badak (31 tahun), salah seorang sindikat kasus pencurian dengan sasaran rumah mewah dan pastori gereja di Sulut, pada Sabtu (12/9/2020) sekira pukul 16.15 Wita, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penangkapan tersebut sekaligus menghentikan pelarian Opi Badak, yang sebelumnya telah empat kali menjadi penghuni Rutan Malendeng.

Sebagaimana diungkapkan Wakatimsus Maleo Polda Sulut AKP Frelly Sumampow, penangkapan tersangka berdasarkan laporan polisi di Polres Bitung dan Postingan di Media FB di Group Maleo Polda Sulut yang menyebut sering terjadi kasus pencurian di rumah Ibadah dan rumah penduduk dengan cara membongkar jendela dan pintu lalu mengambil barang-barang berharga milik korban.

“Timsus Maleo selanjutnya melakukan penyelidikan atas laporan pengaduan masyarakat, dan diketahui ciri-ciri pelaku berinisial GP Alias Opi Badak yang sudah empat kali dihukum di Rutan Malendeng dengan kasus pencurian dan pemberatan,” kata Waka Timsus Maleo, AKP Frelly Sumampow, Rabu (16/9/2020).

Sebelumnya, pada April 2020 telah ditangkap salah seorang sindikat lainnya, SM alias Sonny Pokol (46) beserta barang bukti berupa dua buah keyboard yang sudah diserahkan ke Polres Minahasa Utara (Minut), sementara Opi Badak melarikan diri.

“Pada Tanggal 12 September 2020 diketahui bahwa pelaku Opi Badak terlacak berada di Makassar, kemudian Tim Maleo Polda Sulut melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka yang bersembunyi di Kelurahan Maradekaya Kota Makassar Sulawesi Selatan,” kata AKP Frelly.

Kedua tersangka melakukan pencurian dengan cara mencongkel pintu dengan menggunakan obeng panjang kemudian dari hasil curian diserahkan kepada DT Alias Pace, warga Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Kota Manado untuk dijual.

Dalam pengembangan, Tim Maleo melakukan penyitaan barang bukti hasil kejahatan berupa :

– Satu buah smartphone Samsung Note 10 plus dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kota Bitung dan sudah disita dari orang yang membelinya di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel)

– Satu buah kalung emas dan liontin 8 gram

– Satu pasang anting emas 5,7 Gram, telah disita dari warga yang membelinya di Kelurahan Buyungon Lingkungan III Kecamatan Amurang Kabupaten Minsel.

– Satu buah keyboard type PSR 5975 warna hitam, sudah di sita Polres Minut.

– Satu buah Keyboard Type PSR 5710 Warna Hitam, sudah di sita Polres Minut.

– Satu buah Smartphone Samsung S 10 warna Hitam, sudah di sita Polres Minut

– Satu buah Playstation 3 warna Hitam TKP Pineleng, Manado, sudah di sita, bahkan korban hampir diperkosa.

– Satu buah TV 42 inch warna hitam, TKP Pineleng, Manado, sudah disita

– Dua buah speaker aktif merk DAT warna hitam, TKP Perum Griya 3 Paniki, Kecamatan Mapanget, Manado, sudah disita.

-Satu buah Handphone samsung A5 warna Gold, TKP Malalayang, Manado, sudah disita.

– Satu buah Handphone Redmi warna gold, TKP Malalayang, Manado, sudah disita.

– Satu buah Handphone samsung, TKP Malalayang, Manado, sudah disita

– Satu buah handphone xiaomi, TKP Malalayang Manado, sudah disita.

– Satu buah gitar akustik, TKP Malalayang, Manado sudah disita

– Tiga buah laptop TKP Malalayang, Manado, sudah disita.

– Satu unit Mobil avanza DB 1080 BO masih dalam pencarian.

Sedangkan barang bukti pencurian di Kota Makassar berupa :

– Satu buah sepeda lipat warna abu-abu.

– Satu buah Handphone VIVO Y95 warna Biru

– Satu buah gunting rambut untuk Anjing

– Satu buah vacuum cleaner

– Satu mesin refleksi untuk kaki

– Tiga buah jam tangan

– Dua buah raket badminton anak-anak.

“Barang bukti lain masih dalam pencarian. Saat ini para pelaku sedang menjalani proses penyidikan di Sat Reskrim Polres Bitung,” pungkas AKP Frelly.

(*/redaksi)

Advertisement

Trending