Ini Kelebihan dan Kelemahan Timnas Indonesia U-18
Connect with us

Nasional

Ini Kelebihan dan Kelemahan Timnas Indonesia U-18

Published

on

Timnas Indonesia

KlikJAKARTA – Dua pertandingan yang dimainkan Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF U-18 di Myanmar patut diacungi jempol, meski pada pertandingan ketiga, Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor telak 3-0.

 

Tim Nasional Indonesia pada laga pertama menghadapi tuan rumah Myanmar dapat memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Sedangkan pada laga kedua, bisa menang telak atas Filipina 9-0. Meski demikian, ada beberapa catatan kekurangan timnas yang cukup tampak jelas dari pertandingan-pertandingan tersebut.

 

Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan Timnas U-19 di AFF U-18 2017.

 

A. Kelebihan

Variasi Serangan. Gaya menyerang Indonesia ketika melawan Filipina dan Myanmar cukup optimal. Indonesia menggunakan skema satu dua sentuhan. Para pemain dari kedua lawan Indonesia cukup mudah terpancing dengan operan pendek tersebut, terutama tim Filipina, sehingga tim Garuda dapat mendapatkan celah.

 

Namun ketika menghadapi tim Vietnam mereka lebih cerdas. Tim Vietnam sengaja menunggu Indonesia melakukan serangan. Hal inilah yang membuat gaya menyerang andalan Indonesia jelas terbaca. Sehingga peluang yang dihasilkan tidak semencolok pada dua liga sebelumnya.

 

B. Kekurangan

 

a. Penyelesaian Akhir yang Kurang Baik.

Dalam babak terakhir dapat dilihat bagaimana pertahanan yang cenderung keropos. Terutama ketika menghadapi umpan-umpan silang. Hal ini dapat anda lihat ketika Indonesia berhadapan dengan Filipina. Pada saat laga tersebut sebenarnya banyak momen emas dimana Indonesia dapat mencetak gol.

 

Namun peluang ini kurang dimaksimalkan. Tercatat empat kali Egy Maulana Vikri mencetak peluang namun gagal dimaksimalkan. Penyelesaian akhir dari tim Garuda dapat dikatakan buruk. Dari 26 tendangan hanya 9 yang berhasil menjadi gol. Sisanya yaitu 18 tendangan yang mengarah ke gawang gagal menjadi gol.

 

b. Kurang Optimalnya Peran Penyerang Tengah.

Kurangnya kontribusi yang dilakukan dua penyerang tengah Indonesia yaitu Hanis Saghara Putra dan M Rafli Mursalim. Mereka bermain kurang maksimal.

 

Hanis yang mengikuti tiga laga bahkan belum pernah mencetak gol. Sedangkan M. Rafli yang lebih banyak bermain di bangku cadangan, hanya mencetak gol satu kali. Gol M. Rafli dicetak pada titik penalti, padahal tercatat Indonesia memiliki banyak peluang, dengan rincian 57 kali menembak. Dari banyaknya peluang mencetak gol rasanya aneh hanya satu gol yang berasal dari penyerang.

 

c. Kurangnya Cara Bertahan Dalam Menghadapi Umpan Silang.

Tim Garuda dalam menghadapi dua pertandingan sebelumnya masih terlihat kurang walau akhirnya bisa mengungguli kedudukan. Perlawanan yang berat baru timnas hadapi ketika berhadapan dengan Vietnam. Situasi serangan balik menjadi kelemahan Indonesia. Seperti yang dapat dilihat sebelumnya.

 

Sebenarnya ketika menghadapi Filipina dan Myanmar, tim Merah Putih memiliki banyak kesempatan mencetak gol dari situasi serangan balik. Namun hal ini tidak dilakukan secara maksimal.

 

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan U-19 Indonesia di AFF U-18. Sekian.

 

(***)

Advertisement

Trending