Testimoni Agus Santoso Budiharso Yang Kini Berstatus Penyintas Covid-19
Connect with us

Kesehatan

Testimoni Agus Santoso Budiharso Yang Kini Berstatus Penyintas Covid-19

Published

on

Agus Santoso Budiharso

KlikMANADO – Covid-19 belum juga berakhir. Sementara pasien terkonfirmasi positif Covid-19 masih saja bertambah, meski saat ini dinilai telah mengalami penurunan di Kota Manado.

Kali ini, KlikNews akan menyajikan sebuah testimoni langsung dari seorang penyintas Covid-19 di Manado, yakni Agus Santoso Budiharso, yang berprofesi sebagai Ahli Sistem Informasi Geografis dan juga Pengajar di Lembaga Kursus dan pelatihan Geospasial Bumi Nusantara.

“Baru-baru ini saya terpapar Covid-19 dan baru sembuh, Alhamdulillah,” ujarnya kepada KlikNews, Selasa (23/3/2021).

Agus mengaku tak mengetahui pasti dimana dia awalnya terpapar. Sebab, dirinya jarang keluar rumah. “Kalau pun keluar rumah, Saya selalu memakai protokol kesehatan,” kata dia.

Namun, dia mengaku sempat melakukan perjalanan bersama sahabatnya ke Kota Bitung, pada 25 Februari 2021. Selama di Bitung, dia hanya ke kantor wali kota untuk mengantarkan surat, dan pergi ke tempat print. “Setelah itu salat di Masjid Pelabuhan Bitung,” sambungnya.

Setelah makan siang, dia kembali ke Kantor Wali Kota Bitung, khususnya di Dinas Perkim. Di situ, dia hanya berdiskusi sebentar di ruang tamu. “Setelah itu pulang, mampir di Girian dan tidak lama pulang lewat jalan tol,” terangnya.

Dalam perjalanan pulang itu, dia merasa pening. “Setelah itu, selama tiga hari kemudian saya tidak enak badan ringan, dan tanggal 28 Februari (Minggu) ada acara aqiqah cucu yang mana dalam aqiqah itu saya juga menerapkan prokes. Saya sediakan masker untuk tamu dan juga hand sanitizer,” bebernya.

“Terus belanjut hari Senin kepala masih rasa nggak nyaman, dan kemudian saya pergi ke dokter di Klinik Telkom, tekanan darah dicek sekitar 145/100 waktu itu. Dan saya minta rujukan untuk bisa periksa ke RS,” sambungnya.

Pada Senin (1/3/2021) itu, tepatnya malam, Agus mulai kehilangan indera penciuman. Sehingga besoknya, dia memilih ke RS TNI AD Teling untuk berkonsultasi dengan dokter bedah. “Minta obat, sambil saya menceritakan kondisi saya,” katanya.

“Saya langsung dirujuk ke dokter penyakit dalam dan saya di-screening, setelah itu diobservasi di Ruang UGD. Saya dilakukan rapid test dan juga foto Torax. Hasil rapid test adalah non reaktif dan foto torax baik,” tambahnya.

Namun, lanjut pria berusia 55 tahun 7 bulan ini, selama di UGD nafasnya sudah dibantu dengan oksigen. “Kemudian saya dikirim di ruang rawat inap. Keesokan harinya saya dilakukan SWAB PCR, hasilnya POSITIF dengan nilai CT 22,” akunya.

Hasil itu membuatnya dikirim ke ruang isolasi. Saat itu, di dalam ruang isolasi sudah ada tiga pasien yang lebih dulu masuk. “Saya terus dipasok oksigen karena Saturasi Oksigen saya rendah hanya sekitar 88-90 saja. Saya dilakukan pengobatan baik obat oral maupun melalui infus,” ucapnya, melalui media sosial WhatsApp.

“Selama 4 hari di ruang isolasi, seluruh badan ini masih sakit. Indera penciuman belum pulih, oksigen saya masih rendah, dan sesak nafas, ada batuk-batuk dan juga sakit kepala,” tuturnya.

Pada hari ke lima, ucapnya, dirinya sudah tidak diinfus. Sebab, kalau diinfus selalu macet. Makanya dia meminta obat oral semua saja. “Alhamdulillah hari ke tujuh sudah mulai ada penciuman sedikit, kepala masih sakit dan sering keluar keringat berlebihan,” jelasnya.

Saat masa isolasi tersebut, dia juga sempat mengalami tidak bisa bernafas. “Namun saya masih sadar dan saya menenangkan diri, akhirnya lama-lama bisa nafas lagi walau nafas pendek. Saturasi oksigen masih rendah kalau tidak memakai alat respirator,” katanya.

“Hari ke delapan saya diswab lagi, hasilnya masih POSITIF namun nilai CT Saya sudah 35. Perawatan terus berlanjut, hari ke 14 diswab lagi hasilnya masih POSITIF namun nilai CT saya sudah 38. Kemudian saya lakukan latihan nafas sambil berjemur matahari kurang lebih satu jam hingga basah kuyup berkeringat, hingga hari ke-15 saturasi Oksigen saya sudah mulai ada peningkatan 94-95,” kisahnya.

Hari ke-17, Agus diswab lagi. Kali ini hasilnya sudah NEGATIF, sehingga besoknya sudah diperbolehkan pulang rumah. “Selama perawatan, saya menghabiskan kurang lebih 17 tabung Oksigen,” jelasnya lagi.

Dia pun memberikan sedikit tips bagi pasien Covid-19 yang sedang dirawat. “Kuncinya jangan panik, dibuat perasaan ikhlas dan banyak berdo’a sambil mendengarkan ceramah agama yang ada di Media Sosial. Selain itu, menjaga makan dan banyak minum air hangat. Dan juga hidung dan badan diusapi dengan minyak kayu putih,” sebutnya.

“Covid masih di sekitar kita, jangan lengah, bahkan kepada yang sudah di vaksin sekalian pun jangan lengah. Beberapa penelitian, setelah divaksin malah terpapar Covid, oleh karena itu masyarakat diimbau harus selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin dimana saja berada. Jangan berkerumun, dan hindari makan secara massal,” tutupnya.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending