Kemenkes Minta Warga Hati-hati dengan Terompet. Ada Apa?
Connect with us

Headline

Kemenkes Minta Warga Hati-hati dengan Terompet. Ada Apa?

Published

on

Terompet

KlikMANADO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, penularan penyakit difteri berpotensi terjadi melalui terompet. Pasalnya, penyakit difteri dapat menular melalui percikan ludah, bahkan hembusan nafas.

 

Hal itu diungkapkan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Elizabeth Jane Soepradi, yang dilansir Republika.co.id, pada Kamis (28/12/2017) lalu.

 

Dia mengatakan, percikan ludah bisa keluar saat seseorang meniup terompet. Sayangnya, orang tersebut tidak bisa dipastikan bebas dari penyakit difteri.

 

“Terompet tentu bisa (menularkan difteri). Karena penularan difteri itu umumnya melalui percikan ludah, juga udara. Karena difteri itu menyerang selaput lendir pada hidung sampai tenggorokan,” kata Jane.

 

Dia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi penularan penyakit difteri itu. Dia juga meminta, pemerintah dan semua pihak untuk bersikap proaktif, terus menyosialisasikan pencegahan difteri kepada masyarakat.

 

“Terompet itu kan tiupannya keras, jadi ya masyarakat harus hati-hati. Nanti ada yang menderita difteri lalu percikan ludahnya nyemprot-nyemprot,” tegas dia.

 

Di sisi lain, dia melihat kesadaran masyarakat terkait penyakit difteri mengalami peningkatan, seiring makin gencarnya sosialisasi Kemenkes melalui media sosial.

 

Namun, kata dia, kesadaran itu masih didominasi masyarakat menengah ke atas. Sedangkan masyarakat di pedesaan atau menengah ke bawah, kesadaran dan pengetahuannya masih sangat rendah.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending