Temuan Uang Palsu di Sulut Meningkat 101 Persen
Connect with us

Ekobis

Temuan Uang Palsu di Sulut Meningkat 101 Persen

Published

on

KlikSULUT – Peredaran uang palsu di Sulawesi Utara (Sulut) ternyata masih tinggi. Bahkan tahun ini, sebagaimana temuan Bank Indonesia (BI), uang palsu yang ditemukan di provinsi ini meningkat hingga 101 persen jika dibandingkan tahun 2017.

 

Dari data yang dirilis BI saat kegiatan tahunan penukaran uang di Kantor Bank Indonesia lama, kompleks eks Pasar 45 Manado, pada Selasa (18/12/2018) kemarin, jumlah uang palsu yang ditemukan selama periode Januari hingga Desember 2018 adalah 1.450 lembar.

 

“Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari jumlah pada tahun sebelumnya atau tahun 2017 yakni 653 lembar,” ujar Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardojo kepada awak media, usai memberikan sambutan pada kegiatan tahunan penukaran uang BI bersama seluruh perbankan di Sulawesi Utara.

 

Dia membeberkan, uang palsu yang ditemukan itu bersumber dari Manado dan Bolaang Mongondow. “Manado pada sekitar Bulan April, dan dari Bolaang Mongondow pada Bulan Desember,” ungkapnya.

 

“Dari dua kejadian itu, sudah lebih dari 1.000 lembar, terutama uang nominal 100 dan 50 ribu. Nah itu kami jumpai dan kami dapati dari kepolisian, dan kasusnya sedang diselidiki,” jelas dia lagi.

 

Dia juga menambahkan, kebanyakan uang palsu didapat dari masyarakat yang tidak paham membedakan mana uang asli dan mana uang palsu. “Intinya masyarakat harus paham, ketika menerima dan memegang uang asli. Jadi harus paham itu dulu. Kalau dia sudah paham, nah itu akan menurunkan risiko dia akan memiliki uang palsu,” terangnya.

 

Lebih lanjut dia juga menerangkan bahwa jika sudah memegang uang palsu, masyarakat sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena tak bisa diperjualbelikan lagi, dan bisa tersangkut tindakan mengedarkan.

 

“Jika uang palsu sudah diperbankan atau disetor ke Bank Indonesia, itu langsung ketahuan, dan tidak mendapat penggantian. Ya namanya juga uang palsu terkecuali uang lusuh atau uang rusak,” sambungnya.

 

Sekadar informasi, penukaran uang akan berlangsung hingga 21 Desember 2018 nanti, di seluruh bank yang ada di Sulawesi Utara.

 

(Rifa Datunugu)

Advertisement

Trending