Tauhid Layangkan Surat Terbuka Untuk Wali Kota Manado
Connect with us

Humaniora

Tauhid Layangkan Surat Terbuka Untuk Wali Kota Manado

Published

on

KlikMANADO – Sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Wali Kota Manado beredar di media sosial, pada Rabu (15/4/2020).

Sebagaimana penelusuran KlikNews, surat terbuka itu dibuat oleh Tauhid Arief, warga Kelurahan Islam, Kecamatan Tuminting.

Berikut isi surat terbuka tersebut.

Yang kami homati dan banggakan;
Bapak Walikota Manado IR Vecky Lumentut

Teriring salam dan doa, semoga bapak tetap semangat, sehat, cekatan, dan tetap rasional di bawah lindungan Tuhan maha segalanya, Amin.

Kami tahu dan sadar, Pak Wali sekarang ini lagi tak bisa tidur enak karena pikiran tertekan menghadapi masalah Covid-19, yang telah mengubah pola pikir dan pola hidup rakyat bapak, masyarakat Manado dalam semua strata.

Tapi inilah konsekuensi Pak. Inilah saatnya Pak Wali dan asisten bapak termasuk ASN di bawah panji Pemkot Manado untuk melahirkan ide ide kreatif dalam menjalankan kerja dan kinerja.

Saat inilah, arti sebenarnya dari kerja itu sendiri bisa tergambar. Bukankah kerja adalah bagian dari problem solving? Tak sekadar menjalankan rutinitas harian yang sebenarnya semua orang bisa menjalankannya.

Di sana sini, warga bapak sibuk dengan cerita keluh kesahnya sendiri. Khususnya mereka yang tidak berpenghasilan bulanan. Mereka yang hanya mengandalkan kesehatan diri dalam mencari rezki untuk kebutuhan hari itu juga. Berberda dengan warga bapak lainnya, yang berpenghasilan besar, atau minimal punya cadangan hidup 1 tahun dengan tabungan dan deposito.

Warga yang berpenghasilan pas pas di masa normal, sekarang ini menjadi tidak pas. Tidak sesuai untuk menutupi kebutuhan dasarnya. Barisan mereka unilah yang terus dihantui kekuatiran, bahkan menjurus pada kepanikan dalam memikirkan kelangsungam hidup.

Dalam pikiran mereka, pertanyaan pertanyaan masa masa ke depan terus mengemuka. Apakah wabah ini akan segera berakhir? Apakah wabah ini bisa segera teratasi? Kalau berlangsung lama, bagaimana torang mo siasati ni hidup? Bagaimana mo bli susu for bayi bayi ini? Bagaimana torang harus hidup sehat dari makan yang benar, dengan pikiran yang tenang? Jangan jangan torang nyanda saki terinveksi covid-19, cuma dapa panyaki psikologis; kecemasan menjurus depresi.

Mungkin inilah kerja kerja yang dibutuhkan dari aparat pak wali untuk sekadar memberi jawaban pertanyaan pertanyaan secara ril. Ada jawaban verbal, tetapi ada jawaban dalam tataran implementatif.

Kami yakin, pak wali sudah memikirkan dan jawaban semua itu. Tinggal kapan, semua mungkin masih perlu waktu. Tapi mudah mudahan waktunya tidak bergitu lama.

Masyarakat memang sudah merasakan apa yang dilakukan aparat bapak. Yakni sekadar menghimbau untuk hidup sehat dengan cuci tangan dan social distancing atau jaga jarak. Sudah terlihat di beberapa titik tong tong tempat cuci tangan, yang kadang airnya kosong dan terlambat di isi.

Tapi tong yang kadang kosong karena terlambat diisi itu, sepertinys akan menjadi representasi kondisi warga bapak. Perut kosong karena terlambat diisi.

Melihat data jumlah warga Manado yang mendiami 88 kelurahan tetcatat kurang lebih 540 ribu jiwa. Kalau diibaratkan saja satu keluarga terdiri dari 4 jiwa (suami istri dan 2 anak) itu berarti ada 135 ribu keluarga. Dari jumlah ini, katakankah keluarga kurang mampu sekitar 30 persen, berarti ada sekitar 40 ribu lebih keluatga yang perlu dilindungi dan diayomi dengan subsidi.

Subsidi tak perlu uang. Bisa saja beras 1 zak 30 kg, telur, ikang kaleng, ikan asin, gula pasir, minyak kelapa dan gas, bila di kalkulasikan tak lebih 1 jta per KK untuk 1 bulan. Atau tak lebih Rp 40 miliar. (Kalkulasi serabutan)

Dalam situasi seperti ini, dana sebesar itu relatif kecil dalam kebijakan mengeluarkan ongkos sosial politik. Dalam kontestasi Pilkada saja, kadang seeorang calon, rela mrogoh koceknya dengan bermiliar miliar.

Sistem pembagiannya pun perlu diatur secara selektif dengan melibatkan pemerintah kelurahan, lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dengan variabel dan parameter yang jelas. Jangan sampai ingin mengatasi masalah satu, tapi muncul masalah baru.

Bila perlu ASN bapak yang lagi nganggur, turun jadi relawan untuk kepentingan itu.

Maaf, Pak wali. Kami tahu semua strategi dalam mengatasi dampak sosial, sudah dipikirkan pak wali bersama tim-nya. Tapi apa yang kami tulis ini hanya sebagian dari unek unek warga yang sangat mencintai bapak.

Alangkah baiknya juga kalau pak wali libatkan swasta, misalnya, bersedia menanggulangi susu atau popok bayi, bagi mereka yang memiliki bayi. Dikumpul jadi satu, untuk kepentingan kontrol agat pembagian merata dan efektif. Jangan sampai ada yang berhak menerima , justru tidak dapat. Tetapi di pihak lain, ada yang dapat sudah berulang. 

Kalau sudah begini, himbauan berdiam di rumah pasti diikuti. Apalagi pemerintah juga sudah mengratiskan dan memberi diskon listrik pada golongan ekonomi pas pas. 

Polisi atau mereka yang diberi kewenangan untuk melarang warga berkumpul atau keluar rumah jadi lebih efektif untuk ikut aktif memutus mata rantai virus.

Bisa saja, kalau bantuan sudah ada, komunikasi dengan masyarakat jadi lebih efektif. Tidak emosional. Pemakaman korban korban korona tidak lagi mengalami hambatan karena komunikasi itu.

Apalagi, ada tim tim kecil yang melibatkan tokoh masyarakat, agama yang dibentuk dan intens membangun komunikasi terkait wabah covid ini.
Munculnya penolakan warga terhadap proses pemakaman korban covid, bisa jadi dipicu kondisi psikologis warga yang tertekan masalah ekonomi, serta ketidaktahuan secara baik pada protap yang sudah digariskan.

Demikian surat terbuka kami, mohon maaf kalau ada kata dan kalimat yang menggurui dan terkesan tidak sopan.

Semoga Pak Wali dan jajarannya diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam mengurus masyarakat Manado untuk ke arah yang lebih baik di tengah momentum paskah dan menjelang Ramadhan. 

Makase, Pakatuan wo pakalawiren

Tauhid

Kel Islam, Kecamatan Tuminting.

(***/sahril)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending