Tagar TangkapNovanto Heboh, KPK Datangi Rumah Setnov
Connect with us

Headline

Tagar TangkapNovanto Heboh, KPK Datangi Rumah Setnov

Published

on

TangkapNovanto

KlikJAKARTA – Masyarakat Indonesia dihebohkan kembali dengan kasus e-KTP, pada Rabu (15/11/2017) malam. Bagaimana tidak, sekira pukul 21.40 Wita, KPK dikabarkan mendatangi rumah pribadi tersangka Setya Novanto.

 

Kabarnya, kedatangan tim penyidik KPK tersebut untuk menjemput paksa Ketua Umum Partai Golkar itu. Bahkan, sejumlah media televisi swasta terpantau menyiarkan langsung kedatangan KPK. Namun belum diketahui pasti apa sebenarnya maksud kedatangan tim penyidik KPK itu.

 

Sayangnya, terinformasi, langkah lembaga penegak hukum tersebut kembali menemui halangan. Bahkan, KPK disebut-sebut sempat tidak diberikan izin untuk memasuki rumah Novanto. Rumah yang ada di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu pun terlihat dijaga ketat aparat kepolisian.

 

Hingga berita ini diturunkan, Novanto sama sekali belum terlihat ada di dalam rumah itu. Yang tampak hanya kuasa hukumnya dan sejumlah petugas.

 

Sementara itu, tagar TangkapNovanto sejak sore sudah ramai di media sosial twitter. Mayoritas pengguna akun twitter mendukung KPK untuk melakukan pemanggilan paksa terhadap Setnov.

 

 

Selain itu, ada juga akun twitter yang menyesalkan terbongkarnya rencana jemput paksa KPK hingga ke masyarakat sipil.

 

https://twitter.com/farkhanrmdn/status/930826582347857920

 

Ada juga akun twitter yang seakan mengajak akun lainnya untuk memprediksi hasil akhir kunjungan KPK itu. Apakah Novanto bakal keluar dan melambaikan tangan, tertunduk, ataukah KPK yang diusir.

 

 

Sekadar informasi, pada Jumat (10/11/2017) lalu, KPK menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka dalam kasus e-KTP. Novanto diduga secara bersama-sama dengan sejumlah pihak menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

 

Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar, saat itu. Kasus tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian negara senilai Rp2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun.

 

Adapun Pasal yang disangkakan terhadap Novanto adalah Pasal 2 Ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 seperti diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

[irp posts=”3557″ name=”Masih Sakti, KPK Imbau Setya Novanto Menyerahkan Diri”]

 

(Tim)

Advertisement

Trending