Tak Gunakan Masker, 192 Warga Diganjar Sanksi Sosial
Connect with us

Manado

Tak Gunakan Masker, 192 Warga Diganjar Sanksi Sosial

Published

on

192 Warga Diganjar Sanksi Sosial

KlikMANADO – Sebanyak 192 warga Manado harus menerima kenyataan diganjar sanksi sosial oleh Pemerintah Kota Manado, pada Senin (14/9/2020) kemarin.

Pasalnya, mereka kedapatan melanggar Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Peraturan Wali Kota Manado nomor 24 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Manado.

Kasat Pol-PP Manado Yohanes Waworuntu mengatakan, umumnya warga yang melanggar didapati di lokasi-lokasi keramaian dan tempat usaha.

“157 orang di antaranya didapati di lokasi-lokasi, pada umumnya tempat-tempat keramaian dan di tempat-tempat usaha, seperti rumah makan, rumah kopi, dan lainnya,” sebut Yohanes, kepada KlikNews, Selasa (15/9/2020).

 

 

Sisanya, lanjut dia, didapati saat razia atau sweeping di ruas jalan. “20 saat razia atau sweeping di ruas Jalan TKB, 15 saat razia di Boulevard Dua,” bebernya.

Dia juga menjelaskan, pihaknya masih mengedepankan pemberian sanksi sosial kepada pelanggar, di antaranya membersihkan sampah, hukuman fisik seperti push up, bending, dan mengucapkan Pancasila. “Hukumannya juga diberikan tergantung pilihan oknum pelanggar,” katanya.

Dia berharap, adanya sanksi bagi mereka yang tak menggunakan masker dapat memberikan efek jera. “Ini untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Manado mulai memberlakukan Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Peraturan Wali Kota Manado nomor 24 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Manado, sejak Senin (14/9/2020) kemarin.

Dalam Peraturan Wali Kota Manado nomor 24 tahun 2020, tercantum bahwa warga yang melanggar secara perorangan akan mendapatkan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial, dan atau denda administratif paling banyak Rp100 ribu.

Sementara bagi pelaku usaha yang melanggar akan disanksi teguran lisan, teguran tertulis, denda administratif paling banyak Rp500 ribu, penghentian sementara operasional usaha, dan atau pencabutan izin usaha.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending