SWM Bakal Tindak Tegas ASN Tak Taat Aturan
Connect with us

Humaniora

SWM Bakal Tindak Tegas ASN Tak Taat Aturan

Published

on

KlikTALAUD – Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) akhirnya memimpin apel perdana aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Talaud, dengan status sebagai Bupati Talaud, pada Senin (25/6/2018) kemarin.

 

Dalam apel tersebut, SWM mengungkapkan sejumlah hal terkait kembalinya dirinya sebagai Bupati Talaud definitif, usai menjalani masa cuti kampanye untuk Pilkada Talaud 2018, dan menegaskan bahwa pemerintahan akan kembali berjalan sebagaimana mestinya.

 

Dia pun mengapresiasi seluruh ASN, khususnya Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) dan pimpinan perangkat daerah yang telah berupaya keras, sehingga Pemkab Talaud berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian pada LHP BPK atas LKPD tahun 2017.

 

“Ini prestasi membanggakan yang diterima dua kali berturut-turut,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan ratusan ASN.

 

Dia pun meminta seluruh ASN untuk dapat bekerja maksimal dan profesional. “ASN diharapkan terus menunjukkan kinerja yang baik dan tidak termakan dengan isu-isu yang digemborkan,” katanya.

 

“Saya kembali menjabat sebagai pimpinan daerah dan ini nyata. Sebab ada isu mengatakan saya tidak akan kembali lagi. Buktinya saya kembali ngantor,” timpalnya.

 

“ASN tidak boleh berpolitik apalagi ikut kampanye dengan salah satu paslon. Saya harapkan sebenarnya pejabat dan ASN netral,” pintanya.

 

“Saya tidak pernah minta pejabat mengkampanyekan saya. Saya tidak pernah mengajak. Jangan mudah percaya isu. Selaku pimpinan saya siap menang dan siap kalah. Harus sportif,” tegasnya.

 

Dia pun menegaskan bahwa para ASN yang tidak loyal, tidak taat dan telah banyak melakukan penyimpangan, untuk bersiap dididik kembali. “Karena jika ada yang salah terus dibiarkan, itu tidak baik,” tegasnya, lagi.

 

Dia mengatakan, mendidik ASN yang telah melakukan penyimpangan dan kesalahan. “Perkembangan yang terjadi selama saya tidak ngantor, banyak ASN pasang badan berkampanye dengan salah satu paslon,” jelasnya.

 

“Selama tidak menjabat banyak isu yang disebar yang di dalamnya menjelekkan nama saya. Jujur saya terluka. Istilah anak muda saya tergores cinta,” ucapnya

 

Tidak hanya pegawai biasa, lanjut dia, pejabat bahkan yang telah bergelar S3 didapati tidak setia. “Saya hanya cuti. Keadaan dibuat seakan tidak akan menjabat lagi sebagai bupati. Pejabat harus tahu aturan.” tandasnya.

 

(Asrianto/Yan)

Advertisement

Trending