Connect with us

Hukrim

Penonaktifan Sri Manalip Harus Jadi Pelajaran Setiap Kepala Daerah

Published

on

Manalip

KlikSULUT – Penonaktifan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Manalip harus dijadikan pelajaran berharga bagi setiap kepala daerah untuk tidak main-main dengan undang-undang.

 

“Semoga ini menjadi yang pertama dan terakhir dialami pemimpin daerah,” tegas Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo kepada Wakil Bupati Kepulauan Talaud Petrus Tuange untuk melaksanakan kewenangan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Talaud, Jumat (13/1/2018) di Ruang kerjanya, didampingi Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulut Jemmy Kumendong.

 

“Selain itu, jaga dan terus berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi karena di Talaud akan melaksanakan pilkada. Juga tingkatkan koordinasi dengan pihak keamanan di Talaud,” pinta Wagub.

 

Kandouw berharap, Tuange bisa memberikan yang terbaik untuk pelayanan kepada masyarakat. “Sisa waktu yang ada sebagai Plt Bupati, pelayanan kepada masyarakat harus diutamakan. Jangan melanggar aturan yang ada. Harus hormati dan jalankan dengan baik,” tegas Kandouw.

 

Di kesempatan yang sama, Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulut Jemmy Kumendong membacakan Surat Keputusan Mendagri yang menonaktifkan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Manalip.

 

Sementara itu, Plt Bupati Kepulauan Talaud Petrus Tuange usai menerima SK berjanji akan meneruskan roda pemerintahan untuk kemajuan pembangunan daerah. “Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Tentunya ini merupakan amanah yang harus saya jalankan sesuai dengan undang-undang,” tutur Tuange.

 

Diketahui sebelumnya, Sri Wahyuni Manalip dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Bupati Kepulauan Talaud karena Manalip telah melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, tanpa mengajukan permohonan izin kepada Gubernur dan Mendagri terlebih dahulu.

 

Mengupas Tuntas Makna “Maesaan”

 

Tim dari Kemendagri pun mendapati fakta tersebut setelah melakukan investigasi atas laporan Gubernur Sulut. Sebagaimana diatur dalam Permendagri nomor 29 tahun 2017 tentang izin ke luar negeri bagi pejabat negara yang juga diperkuat dengan UU nomor 23 tahun 2014 pasal 76 ayat 2, kepala daerah yang akan melakukan perjalanan keluar negeri harus minta izin ke Kemendagri dan jika tidak akan dinonaktifkan.

 

Baca juga: Pemkot Imbau Warga Waspadai Penipuan Calo CPNS

 

(Janni Kasenda)

Hukrim

Sambut HBP, 3 Iven Olahraga Hentak Rutan Manado

Published

on

Rutan Manado

KlikMANADO – Tiga iven olahraga bergengsi menghentak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Manado.

Hajatan yang digelar dalam menyemarakkan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-57 itu, Kamis (15/4/2021) pagi dibuka secara resmi oleh Kepala Rutan Manado Yusep Antonius, dengan melibatkan hasil kolaborasi anyar para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan para petugas Rutan.

“Kiranya pertandingan yang dilaksanakan ini dapat memberikan manfaat yang baik buat kita semua, terutama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas,” pesan Yusep yang didampingi Kepala Satuan Pengamanan Rico Stereo Wendur dan Kasubsi Bimbingan Kegiatan Joutje Sinaulan, sesaat sebelum menendang bola tanda dimulainya pertandingan Futsal.

Yusep juga mengimbau agar tetap jaga kekompakan, dan menghormati umat muslim yang tengah menjalankan Ibadah Puasa. “Jangan karena mengikuti lomba ini menjadi alasan untuk batal Puasa,” pesannya.

Ketua Panitia Rocky Wajong menjelaskan ada tiga iven yang dilombakan yaitu Futsal, Bulutangkis dan Catur. “Futsal akan melibatkan semua Blok yang ada di Rutan, Asoka, Kamboja, Anggrek, Melati dan Sakura. Sedangkan bulutangkis akan dipertandingkan khusus ganda putra. Sedangkan catur siapa saja boleh ambil bagian,” ujar Rocky yang sehari-hari bertugas sebagai staf KPR itu.

Untuk suksesnya semua lomba, telah dipercayakan tiga petugas untuk mengoordinir langsung semuanya berlangsung lancar dan aman. Untuk Futsal diemban kepada Yanes Rantung (Komandan Regu), Catur Meliko Pangemanan (staf KPR) dan Bulutangkis, Suaidi Haftuh Romadhani (staf P2U).

(***)

Continue Reading

Hukrim

Petugas dan Warga Binaan Lapas Manado Terima Vaksin

Published

on

Warga Lapas Terima Vaksin

KlikMANADO – Sebanyak 70 Petugas dan 185 Warga Binaan (WBP) Lapas Manado telah menerima vaksin tahap I.

Menurut Kepala Tim Medis Lapas Manado dr David Tuerah, vaksin akan dilakukan menyeluruh kepada para petugas dan WBP yang telah memenuhi semua persyaratan untuk divaksin.

Apalagi, dari hasil rapid test antigen kepada 242 WBP, semuanya non reaktif. “Pelaksanaan vaksinasi berjalan baik hingga saat ini, WBP yang divaksin tentu harus memiliki KTP,” ujar dr David awal pekan ini.

Untuk petugas, termasuk Kalapas Amri Langkamane dilaksanakan serentak pada 8 April dan esoknya buat WBP, hasil koodinasi antara tim medis Lapas dan Dinas Kesehatan Kota Manado.

Dalam arahannya, tim Paramedis yang dalam hal ini dokter Lapas Manado memberikan edukasi kepada Warga Binaan Lapas agar tidak takutdivaksin, dan apabila terjadi efek pasca divaksinasi untuk tidak khawatir karena merupakan hal yang biasa dan diharapkan untuk terus berkonsultasi dengan Paramedis Lapas Manado.

“Pelaksanaan Swab PCR kepada WBP diikuti 242 orang WBP dan sesuai hasil yang dikirim dari Dinas Kesehatan Kota Manado, semuanya dinyatakan negatif covid-19, sehingga terpilih 185 orang WBP yang memenuhi syarat untuk divaksin,”tambahnya.

(***)

Continue Reading

Hukrim

Sidak Gabungan Sisir Lapas Manado

Published

on

Lapas Manado
Personel Tim Sidak Gabungan. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Setelah Rutan Manado, Sidak Gabungan kembali menyisir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado di Sumompo, Kecamatan Tuminting Manado.

Kali ini, pihak Lapas Manado menggandeng Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Sulut dan aparat kepolisian dari Polsek Tuminting untuk melakukan razia dadakan gabungan pada Senin (12/4/2021) pukul 21.00 Wita dan tuntas 23.00 Wita kemarin. Hasilnya, enam telepon selular dan sejumlah barang terlarang berhasil diamankan oleh tim.

Kalapas Manado Amri Langakamane menjelaskan, Sidak Gabungan ini selain dalam rangkaian menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57, juga sebagai upaya untuk meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama terjadi, seperti beredarnya barang terlarang di Lapas Manado.

Amri Langakamane yang didampingi Kasi Penindakan BNNP Sulut Kompol Julio Sajangbati dan Kapolsek Tuminting Andi Sukristiyanto menjelaskan, target dalam operasi ini adalah Blok Anoa dan Blok Cakalele dengan melibatkan tiga tim.

“Penggeledahan ini mendapatkan hasil berupa barang-barang terlarang yang tidak diperkenankan untuk ada di dalam Lapas, lalu dikumpul dan diinvestasir untuk didata,” ujar Amri.

Menurut Ketua Tim Humas Hendra Lumataw, Blok Anoa dihuni Narapidana Umum dan Narkoba sementara Cakalele Narapidana Umum dan Tipikor.

“Penggeledahan rutin akan terus dilakukan untuk meminimalisasi gangguan keamanan,” kata Hendra.

Di Lapas Manado, saat ini dihuni 329 Warga Binaan Pemasyarakatan. “Napi Narkoba ada 24 orang,” tambah KPLP Lapas Eduard Kaligis yang didampingi Kasiminkamtib, Meidy Tigau.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending