Soal Perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Sulut Jadi Yang Tertinggi
Connect with us

Humaniora

Soal Perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Sulut Jadi Yang Tertinggi

Published

on

KlikSULUT – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Utara (Sulut) Erni Tumundo mengungkapkan, Sulut menjadi provinsi tertinggi dalam perlindungan jaminan sosial tenaga kerja di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Tumundo yang didampingi Sekretaris Direktorat Jendral Binwasnakertrans Budi Hartawan saat rapat koordinasi daerah (Rakorda) Pengawas Ketenagakerjaan Sulut tahun 2019, di Hotel Peninsula Manado, Jumat (15/2/2019).


Menurut dia, berdasarkan data Disnakertrans Sulut, 60 persen tenaga kerja di Sulawesi Utara sudah terlindungi dengan jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan.


Dia membeberkan, pada tahun 2018 kemarin, tercatat sudah 9.237 perusahaan menengah besar yang mendaftarkan karyawannya sebagai peserta perlindungan jaminan sosial.


“Angka tenaga kerja penerima upah sudah terdaftar sebanyak 217.000 lebih tenaga kerja, sementara bukan penerima upah di angka 21.000,” bebernya.


Meski demikian, dia menjelaskan, khusus perusahaan yang telah melapor ulang secara manual dan online masih minim jumlahnya. “Baru mencapai 600 perusahaan,” terangnya.


“Saya mendukung Dinas Tenaga Kerja Kabupaten dan Kota untuk mendorong perusahaan-perusahaan melapor ulang secara online,” tegas Tumundo.


Sementara itu, terkait perusahaan yang telah mengurus Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), disebutkannya, baru ada 42 perusahaan yang melakukannya.

Sekadar informasi tambahan, terpantau kegiatan tersebut juga dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten dan kota se-Sulut.


(Rifa Datunugu)

Advertisement

Trending