Soal Penambahan 2 Komisioner KPU Manado, Koalisi Masyarakat Sipil Kota Manado Ambil Sikap
Connect with us

Headline

Soal Penambahan 2 Komisioner KPU Manado, Koalisi Masyarakat Sipil Kota Manado Ambil Sikap

Published

on

KlikMANADO – KPU RI telah mengumumkan nama-nama calon komisioner KPU Manado periode 2018-2023 sebagai penambahan, pascaputusan MK. Pengumuman tersebut tertuang dalam Pengumuman KPU RI Nomor 1256/PP.06-Pu/05/X/2018, tertanggal 12 Oktober 2018.

 

Dalam pengumuman tersebut, tercantum tujuh nama sebagai calon komisioner KPU Manado, yaitu Ismail Harun, Abdul G Subaer, Apriles A Mandome, Ramang Muhammad, Waldhi H Mokodompit, Steven Supit, dan Taufiq Bilfaqih.

 

Menariknya, beberapa hari setelah keluarnya pengumuman tersebut, beredar sebuah pesan singkat di grup-grup WhatsApp soal penambahan tersebut. Pesan itu berisi pernyataan sikap yang disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil Kota Manado.

 

Dalam pernyataan sikap itu, tercantum sejumlah nama besar yang ada di dalam koalisi tersebut. Yaitu Novie Legi dan Raynold Mukau selaku Ketua dan Sekretaris Forum Senior Pemuda GMIM Rayon Manado, Pnt Dolfie Angkow dan Franky Mocodompis sebagai Ketua dan Sekretaris Komisi Pria Kaum Bapa GMIM Jemaat Musafir Kleak, dan Direktur Eksekutif Intelektual Muda (ILMU) SULUT Peggy Mekel.

 

Berikut pernyataan sikap yang beredar tersebut:

 

Koalisi Masyarakat Sipil Kota Manado dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

 

Pertama, Kota Manado selama ini telah tumbuh menjadi Kota yang Cerdas dan Toleran. Masyarakat dan Pemerintahnya telah berhasil mengelola perbedaan latar belakang akibat berbeda suku, agama, ras, antar golongan, serta kepentingan politik menjadi sebuah kearifan lokal yang berkontribusi positif terhadap stabilitas dan keamanan lingkungan. Kondusifitas ini telah secara langsung berdampak baik pada investasi dan proses pembangunan di Kota Manado.

 

Kedua, sejak hadirnya penyelenggara dan pengawas pemilu tahun 2003 hingga 2017, stakeholder terkait dalam proses rekrutmen baik Tim Seleksi maupun KPU/Panwaslu/Bawaslu Sulut dan KPU/Bawaslu RI senantiasa menempatkan kemanfaatan/kearifan lokal dimaksud sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan menyangkut personil yang dipilih, ditetapkan, dan dilantik sebagai Komisioner KPU dan Panwaslu/Bawaslu.

 

Ketiga, penetapan 2 (dua) calon anggota (tambahan) KPU Manado sebagaimana Keputusan KPU RI Nomor 1256/PP.06-Kpt/05/KPU/X/2018 telah nyata-nyata mengingkari prinsip dan nilai dasar tujuan hukum yaitu kemanfaatan (kearifan lokal) yang selama ini telah menjadi konvensi dalam tahapan akhir rekrutmen. Pilihan dan penetapan ini di pihak lain berpotensi mengganggu keharmonisan dan menciptakan instabilitas dalam mewujudkan demokrasi yang berkradilan sosial.

 

Keempat, MENOLAK KEPUTUSAN KPU RI Nomor 1256/PP.06-Kpt/05/KPU/X/2018 khususnya tentang Penambahan 2 (dua) Calon Anggota KPU Manado serta mendesak KPU RI agar dapat membatalkan Keputusan dimaksud, menunda pelantikan, dan segera melakukan rekrutmen ulang untuk mengakomodasi kebutuhan terhadap keharmonisan kearifan lokal.

 

Kelima, Mendesak Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk tidak memfasilitasi kebutuhan penyelenggara Pemilihan Umum hingga dilaksanakannya pembatalan keputusan tentang penambahan 2 (dua) Calon Anggota KPU Kota Manado.

 

Keenam, Menyerukan kepada DPRD Kota Manado, Pemerintah Kota Manado, Anggota DPRD Sulut Dapil Manado, Anggota DPR RI dan DPD RI Utusan Sulawesi Utara untuk bersama-sama seluruh potensi kearifan lokal, mendukung dan mengawal pernyataan sikap ini.

 

Manado, 14 Oktober 2018

 

Koalisi Masyarakat Sipil Kota Manado

1. Forum Senior Pemuda GMIM Rayon Manado (Novie Legi/Ketua dan Raynold Mukau/Sekretaris)

2. Komisi Pria Kaum Bapa GMIM Jemaat Musafir Kleak (Pnt Dolfie Angkow/Ketua dan Franky Mocodompis/Sekretaris)

3. Intelektual Muda (ILMU) SULUT (Direktur Eksekutif-Peggy Mekel)

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending