Begini Situasi Terkini Lalulintas Kota Manado Pascademo Angkot
Connect with us

Humaniora

Begini Situasi Terkini Lalulintas Kota Manado Pascademo Angkot

Published

on

Jalan

KlikMANADO – Rencana ratusan sopir angkot dan Organda Manado untuk menggelar demonstrasi lanjutan pada Selasa (24/10/2017) hari ini, tampaknya turut mempengaruhi situasi arus lalulintas di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara.

 

Buktinya, pantauan KlikNews menunjukkan, jalan-jalan di seputaran pusat kota tampak cukup lengang. Daerah yang biasanya dipadati kendaraan terlihat tidak seperti biasanya.

 

Angkot yang beroperasi pun terpantau tidak sebanyak biasanya. Pun demikian dengan kendaraan-kendaraan pribadi. Sementara driver transportasi online hanya segelintir saja yang tampak mengenakan atribut.

 

Meski beredar informasi bahwa demonstrasi batal digelar setelah Pemerintah Kota Manado mengeluarkan surat yang berisi pemberitahuan kepada perusahaan taksi online untuk menutup sementara operasional usaha tersebut, aparat kepolisian tetap berjaga-jaga.

 

Bahkan, kawasan seputaran Kantor Wali Kota Manado yang disebut akan menjadi lokasi demonstrasi, hingga pukul 10.30 Wita, tampak dijaga ketat puluhan aparat kepolisian.

 

Sementara itu, sejumlah sopir angkot yang berhasil diwawancara KlikNews mengaku belum mengetahui pasti tentang demonstrasi lanjutan itu. “Belum ada info noh,” ujar sopir angkot Jurusan Banjer-Pasar 45 yang enggan menyebutkan namanya.

 

Meski demikian, dia mengatakan, selama belum ada petunjuk untuk menghentikan pengoperasian angkot, dirinya akan tetap beroperasi. “Cari duit dulu untuk keluarga,” ungkapnya.

 

Senada dikatakan sopir angkot Jurusan Wawonasa-Pasar 45, Ale, nama disamarkan. Dia mengaku kesal karena demonstrasi pada Senin (23/10/2017) kemarin, tidak berjalan sebagaimana mestinya.

 

“Seharusnya demo diikuti semuanya. Tapi yang terjadi, justru ada yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Ini kan tidak baik. Tidak adil. Yang lain menderita, yang lain senang-senang saja,” katanya.

 

“Kalau memang mau berjuang, harus total. Tapi di sisi lain, kita juga harus memberi nafkah keluarga di rumah. Kalau tidak beroperasi, tentu kami kesulitan memberi nafkah,” tandasnya.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending