Menteri Siti Nurbaya Perkenalkan Burung Myzomela Irianawidodoae
Connect with us

Humaniora

Menteri Siti Nurbaya Perkenalkan Burung Myzomela Irianawidodoae

Published

on

Siti Nurbaya

KlikSULUT – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memperkenalkan temuan jenis burung baru dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, yang disebut Myzomela Irianawidodoae, saat kunjungannya di Sulawesi Utara, Kamis (11/1/2018).

LIPI menemukan jenis burung ini di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Pulau Rote. Deputi Bidang Ilmu pengetahuan Hayati Enny Sudarmonowarti mengatakan, Penemuan jenis burung ini membutuhkan proses yang lama.

“Dimulai dari pernyataan Forbes pada tahun 1879, bahwa masih banyak jenis burung Myzomela Spp di wilayah Wallacea yang belum ditemukan,” ujar Hayati.

“Dinamakan Myzomela Irianawidodoae karena merupakan bentuk ungkapan penghargaan terhadap ibu negara yang sangat memperhatikan burung,” tambahnya.

Burung Myzomela irianawidodoae ini berukuran kecil dengan panjang tubuh 11,8 cm, bobotnya 32,23 gram dan panjang paruh 1,79 cm. Paruhnya hitam, mata berwarna cokelat gelap, warna kaki dan jari hitam dengan bantalan kuku kuning.

Bulu-bulu di bagian kepala hingga dada atas dan tengkuk berwarna merah darah, warna kekang hitam dan garis hitam tipis di sekeliling mata, pita hitam pada pertengahan dada dan secara bertahap menjadi warna abu-abu dengan sapuan warna zaitun pada dada bawah, perut, paha, dan sekitar tungging.

Punggung dan ekor burung berwarna hitam, serta pertengahan punggung sampai tunggir berwarna merah dan sayap berwarnah hitam bercampur abu-abu gelap.

“Burung ini merupakan pemakan Nektar, yaitu cairan manis yang terdapat pada bunga. Mereka juga menyukai beberapa jenis serangga kecil, termasuk laba-laba, burung ini menghuni habitat di hutan, semak-semak, kebun dan pohon yang berbunga,” pungkasnya.

 

Sebagai pemakan nektar burung Iriana Widodoae berpotensi menjadi penyerbuk. Namun peran ini perlu dibuktikan dengan penelitian dan pengamatan yang lebih mendalam.

“Oleh karena itu kami mengajak kepada semua pihak untuk menjaga dan membiarkan burung ini hidup di alam. Kelestarian burung ini dan semua jenis burung di wilayah NKRI menjadi warisan yang tak bernilai bagi generasi penerus bangsa,” tutupnya.

 

Selain memperkenalkan jenis burung satu ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya juga memberikan nama bayi Anoa kedua yang lahir selang setahun ini.

[irp posts=”5067″ name=”Pilkada Minahasa 2018, Politik Ideologis vs Genetik Biologis”]

(Rifa Datunugu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending