Connect with us

Minut

Siltap Dan Dandes 40 Persen Di Minut Mulai Disalurkan

Published

on

Kepala Dinas Sosial dan PMD, Drs Alpret Pusunggulaa MAP didampingi Kepala Bidang Pemdes Ronny Menajang memimpin evaluasi APBDes, diikuti Hukum Tua Desa Tontalete Rok-Rok, Sekdes dan BPD di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Selasa (27/03/2021)

KlikMINUT – Penghasilan tetap (Siltap ) Perangkat Desa dan Dana Desa sebesar 40 persen di Minut mulai disalurkan. Hal ini terungkap saat sejumlah desa telah merampungkan  merampungkan Evaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2021 yang bertempat di Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Minut Selasa (17/04/2021)

Menurut Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Drs Alpret Pusunggulaa MAP pihaknya bersama desa-desa di Minut berusaha secepatnya menggenjot evaluasi APBDes agar dana desa dan Siltap perangkat desa sudah bisa disalurkan, dan untuk kegiatan pembiayaan melalui dana desa sudah bisa dilaksanakan.

“Sebagai syarat disalurkannya dana desaa dan siltap APBDes yang telah disusun setiap desa harus dievaluasi oleh bupati yang menugaskan dinas kami. Usai dievaluasi akan diberi nomor registrasi pengesahan oleh bagian hukum  untuk kemudian bisa diproses di bagian keuangan baik siltap maupun dandes,” terang Pusunggulaa.

Lanjut, dikatakan Pusunggulaa, evaluasi APBDes ini merupakan amanat Permendagri nomor 20 tahun 2018 tentang Perubahan Pengelolaan Keuangan Desa.

“Jadi setiap desa harus memiliki APBDes yang dievaluasi  oleh Bupati melalui dinas terkait, hal ini sesuai dengan Permendagri nomor 20 tahun 2018. Desa yang tidak memiliki APBDes otomatis tidak bisa menerima dana desa. Jadi semua harus melalui tahapan evaluasi, baru bisa direkomendasikan pembayaran Siltap dan Dandes.  Saat ini sudah ada 20 desa yang telah selesai mengadakan evaluasi dan sudah ada desa yang telah menerima siltap dan Dandes,” imbuh Pusunggulaa.

Sementara itu, kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Ronny Menajang yang ikut memimpin evaluasi, mengingatkan setiap item belanja desa hendaknya diperhatikan dengan cermat dan disesuaikan dengan petunjuk teknis yang ada sehingga dapat menghindari kesalahan penggunaan dana desa. Petunjuk teknis tersebut telah dipaparkan saat pelaksanaan bimtek siskeudes yang telah dilaksanakan bulan maret yang lalu.

“Sebagai contoh, untuk pengadaan Desa Digital hendaknya bisa bekerja sama dengan provider yang dapat menjamin sampai dengan maintenance, sehingga program desa digital bisa dilaksanakan secara maksimal. Jangan sampai terjadi setelah produk mereka terjual, untuk pengelolaan data perawatannya tidak dijamin sehingga berujung mubasir karena tidak bisa dilanjutkan lagi,” tandas Menajang.

Diketahui, dana desa di tiap desa disalurkan dalam tiga tahap. Tahap pertama 40 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 20 persen. Sedangkan untuk siltap perangkat desa, dibayarkan sebanyak tiga bulan sebesar, Rp.2.022.000/bulan.

Terpisah, Hukum Tua Desa Tontalete Rok-Rok Kecamatan Kema, Serfie Hernie Pelengkahu mengungkapkan APBDes Tontalete Rok-Rok yang telah disusun bersama dengan Kaur Perencanaan telah dievaluasi sebagai syarat mutlak pembiayaan melalui dana desa.

“Sebelumnya APBDes ini sudah melalui proses musyawarah desa dan saat ini diajukan untuk dievaluasi Bupati melalui Dinas Sosial dan PMD. Syukur, telah selesai dengan baik, meski ada perbaikan-perbaikan  untuk penyesuaian,” terang Peleengkahu.(Rubby Worek)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Jeanne

    01/05/2021 at 7:16 PM

    Klo Linmas dang dpa ly drg pe honor?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Minut

Paralayang Likupang Layak “Dijual” Menyambut KEK Pariwisata

Published

on

KkikMINUTI- Bupati Minahada Utara Joune J.E. Ganda SE kembali berhasil melahirkan destinasi pariwisata Paralayang di kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang.

Hal tersebut dibuktikan setelah delapan pilot (atlet) paralayang Sulawesi Utara berhasil melakukan 12 kali penerbangan take-off dari Bukit Tanjung Kerbau Desa Kinunang dan landing di Pantai Paal, Desa Marinsow Likupang Timur, Minahasa Utara.

Jumat ,(14/05/2021) siang kemarin, Tim Eksplore Paralayang Likupang, delapan pilot sukses melakukan penerbangan dari bukit yang diusulkan Bupati JG.

Delapan pilot itu, masing-masing

Marsel, Rezha, Abril, Yuri, Liemey, Joyner, Andre, dan Cerwin berhasil melakukan penerbangan sekaligus ikut mengukuhkan Destinasi Paralayang Bukit Tanjung Kerbau, Kinunang Likupang Timur Minut sebagai salah satu yang terbaik di Sulawesi Utara.

Destinasi baru ini memang awalnya disarankan Bupati Minahasa Joune Ganda.

“Coba eksplor bukit-bukit TeleTubis, Bukit Larata di Tanjung Kerbou diantara Desa Kinunang dan Pantai Paal,” kata Bupati pada beberapa pilot paralayang April lalu.

Bupati JG benar, Bukit Tanjung Kerbau di sebelah Utara Pantai Paal ternyata sangat baik dijadikan destinasi wisata ekstrime sport paralayang.

Selain karena ketinggiannya memenuhi syarat spot paralayang ini memiliki pemandangan eksotik seperti hutan, pantai pasir putih, bukit-bukit sabana, serta pemandangan pantai dan laut.

Dalam dua kali ujicoba penerbangan dengan 12 penebangan, berakhir dengan baik dan sangat dinikamati para pilot.

“Ini spot paralayang jauh lebih bagus dari spot Pantai Timbis Bali,” kata Nanvie Kowaas Tagah pilot senior sekaligus atlet PON Sulut yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Sulut.

Para atlet Paralayang yang dimotori Nanfie Tagah saat sebelum melakukan penerbangan

Bupati Joune Ganda menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada pilot-pilot paralayang yang sudah berupaya menjadi bagian lahirnya destinasi baru pariwisata di Likupang,

“Terima kasih kalian orang-orang hebat karena sudah memberi kontribusi besar pada program Eksplore Likupang,” kata Bupati JG.

Ditambahkan, Pemkab Minut segera membuka akses dan memfasilitasi pengembangan destinasi wisata paralayang ini.

“Segera kita kembangkan, kita akan buka akses jalan dan fasilitas lainnya,” singkat JG menambahkan.

Menurut para pilot (atlet) Bukit Tanjung Kerbau sangat layak dijadikan ajang lomba TROI Paralayang pada Agustus 2021 mendatang.

Diketahui, olahraga ekstrim ini bisa dilakukan dengan cara tandem bersama dengan para pilot profesional.(Rubby Worek)

Continue Reading

Minut

Serap Anggaran Refocusing, Desa Koltem Dirikan Pos Pengawasan PPKM dan Gelar Operasi Justisi

Published

on

Operasi Justisi penerapan protokol kesehatan Desa Kolongan Tetempangan yang dipimpin Camat Kalawat, Alexander Warbung SIP, bersama Hukum Tua Demas Kasegel, Sekdes Frida Wehantouw, S.Sos, BPD dan perangkat desa.

Klik Minut – Pemerintah RI sangat konsen dalam melakukan penanganan Pandemic Covid-19 dengan menggelontorkan anggaran refocusing dana desa sebesar 8 persen dari total anggaran.
Hal tersebut langsung dimanfaatkan oleh pemerintah desa (Pemdes) Kolongan Tetempangan (Koltem) Kecamatan Kalawat dengan membangun Pos Pengawasan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro). Pos yang didirikan di wilayah jaga tujuh di depan kantor hukum tua ini didirikan sebagai sarana penunjang saat menggelar operasi justisi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Pos PPKM ini langsung difungsikan dengan menggelar operasi justisi, bersama dengan Camat Kalawat Alexander Warbung SIP, Rabu, (12/05/2021). Setiap orang yang melintas, diawasi, apabila tidak menggunakan masker maka diberi tindakan disiplin berupa push-up, diingatkan akan bahaya Covid-19 kemudian diberikan masker.

Salah satu pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi oleh Tim Relawan Covid-19 Desa Kolongan Tetempangan saat menggelar operasi justisi Rabu, (12/05/2021)

Camat Warbung yang memimpin operasi justisi mengatakan kondisi wabah Pandemic Covid-19 oleh pemerintah RI dinyatakan masih berlangsung,

“Pandemic yang belum juga berakhir membuat kita perlu waspada. PPKM ini merupakan metode penanganan pandemic yang dianjurkan oleh pemerintah pusat yang diharapkan secara maksimal dapat mencegah penyebaran Covid-19 di wilyah kita. Anggaran penanganan disediakan pemerintah sebesar delapan persen dari total dana desa,” ujar Camat Warbung. 
Kesempatan yang sama, saat ditemui Hukum Tua Demas Kasegel mengatakan, Desa Kolongan Tetempangan mememiliki jalan yang merupakan tempat melintas warga dari berbagai jurusan, selain itu, terdapat pasar desa yang dikunjungi oleh seluruh warga kecamatan Kalawat.
“Pasar dan jalan Desa Kolongan Tetempangan membuat desa kami banyak dikunjungi dan dilintasi, oleh karenanya kami sangat ketat menerapkan protokol kesehatan,” tandas Kasegel.

Terpisah, Sekdes Kolongan Tetempangan, Frida Wehantouw S.Sos mengatakan, Pemdes telah membentuk Tim Relawan Covid-19 yang bertugas pencegahan, pengawasan dan penanganan.

“Tim relawan yang dibiayai oleh anggaran refocusing delapan persen terdiri dari BPD, Perangkat Desa, Linmas dan sebagian masyarakat. Mereka diangkat melalui SK Hukum Tua,” jelas Wehantouw. (Rubby Worek)

Continue Reading

Minut

Musyawarah Insidentil, Pemdes Kolongan Tetempangan Tetapkan 115 KPM BLT

Published

on

Camat Kalawat, Alexander Warbung SIP menyerahkan secara simbolis BLT Rp 300 ribu kepada KPM disaksikan Hukum Tua Demas Kasegel, BPD dan perangkat desa.l

KlikMINUT –  Pemerintah Desa  Kolongan Tetempangan Kecamatan Kalawat mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 115 keluarga penerima manfaat (KPM).

Camat Kalawat, Alexander Warbung SIP yang menyerahkan secara simbolis BLT kepada salah satu KPM mengapresiasi kerja perangkat desa dan Tim Relawan, yang sudah berupaya maksimal mendata warga sampai ke rumah-rumah warga.

“Ini merupakan program pemerintah untuk membantu warga miskin yang dituangkan lewat peraturan Menteri Keuangan. Dengan kerja yang maksimal dan cermat, tentunya bantuan ini diharapkan tepat sasaran sehingga benar-benar boleh bermanfaat bagi penerima. Terima kasih kepada perangkat desa dan tim relawan Covid-19 yang sudah berkerja keras sehingga BLT tahun 2021 di Desa Koltem ini boleh disalurkan,” tukas Warbung.

Selain itu, dalam sambutannya, Camat Warbung-pun mengingatkan, untuk tidak ada pungutan liar (Pungli) dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, hal ini sesuai dengn arahan Bupati Minut Joune Ganda SE.

Sementara itu, Hukum Tua Desa Kolongan Tetempangan, Demas Kasegel mengatakan, sebelum penyaluran BLT, KPM ini telah melewati seleksi tiga kali dalam musyawarah desa yang akhirnya ditetapkan pada pertemuan musyawarah insidentil pada Rabu, (12/05/2021) di kantor desa. Penetapan dilakukan setelah Tim Relawan Covid-19 yang ditetapkan lewat surat keputusan Hukum Tua yang dibagi tiga tim melakukan verifikasi lapangan di sepuluh wilayah Jaga, mengecek langsung kondisi calon penerima.

“Semua calon diseleksi secara ketat sebelum ditetapkan, bila nanti ditemukan bantuan ini digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan, misalnya untuk judi, penerima yang bersangkutan akan dievaluasi untuk diganti,” terang Hukum Tua Kasegel.

Musyawarah insidentil Pemdes Koltem yang dihadiri oleh Camat Kalawat Alexander Warbung SIP dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kalawat

Ketua BPD Kolongan Tetempangan, Fredy Sirap SE saat memberikan sambutan, mengingatkan, agar administrasi KPM benar-benar harus dilengkapi, hal ini agar pertanggung jawaban nantinya dapat dilakukan dengan benar.

“Saya ingatkan agar kelengkapan berkas administrasi penerima BLT harus dilakukan secara cermat, termasuk foto penyerahan, hal ini akan berimbas pada Surat Pertanggung Jawaban (SPJ),” himbau Sirap.

Ditambahkan, Sekretaris Desa Kolongan Tetempangan, Frida Wehantouw S.Sos, saat ditemui mengatakan, bantuan ini ditetapkan sesuai dengan kondisi penerima manfaat karena diverifikasi langsung oleh perangkat desa dan Tim relawan Covid-19.

“Bantuan yang bersumber dari dana desa akan disalurkan selama setahun dari bulan januari sampai dengan desember, sebesar Rp. 300.000 per bulan. Nantinya akan ada evaluasi bagi PKM,” pungkas Wehantouw.(Rubby Worek)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending