Sikapi Pembakaran Bendera, PDI Perjuangan Talaud Lakukan Hal Ini
Connect with us

Hukrim

Sikapi Pembakaran Bendera, PDI Perjuangan Talaud Lakukan Hal Ini

Published

on

PDI Perjuangan Talaud

KlikTALAUD – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Talaud secara resmi mendatangi Markas Kepolisian Resort (Polres) Talaud, pada Senin (29/6/2020).

Kedatangan mereka untuk melaporkan aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan yang dilakukan oknum tertentu, pada Rabu (24/6/2020).

Selain itu, mereka juga turut membawa pernyataan sikap atas insiden tersebut. Kapolres Talaud AKBP Alam Kusuma S Irawan yang menerima langsung laporan dan pernyataan sikap itu.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Talaud Antonius Tucunan mengungkapkan, langkah hukum tersebut diambil karena bendera partai adalah simbol marwah partai.

“Bendera Partai adalah panji kebesaran, simbol marwah, simbol kebanggaan, harkat dan martabat partai,” terangnya, usai mendatangi Polres Talaud.

Upaya ini, lanjut dia, merupakan langkah konstitusional, seperti yang pernah dilakukan pada tahun 1996. “Kami mempercayakan sepenuhnya terhadap hukum,” tegas Antonius.

“Kami juga mendukung langkah-langkah yang akan diambil pihak kepolisian dan berharap adanya langkah preventif sehingga kejadian serupa tak terjadi di daerah kita,” pungkasnya.

Adapun poin-poin pernyataan sikap yang disampaikan ke Polda Sulut adalah sebagai berikut :

  1. Peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan serta isu komunis yang dilontarkan oleh massa aksi bukan hanya bentuk serangan terhadap PDI Perjuangan tetapi juga merupakan serangan terhadap demokrasi, hukum dan pemerintahan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin ;
  2. Bahwa kejadian tersebut merupakan suatu bentuk anarkisme serta upaya dan keinginan untuk memecah belah persatuan bangsa yang tidak dapat dibenarkan ;
  3. Karena hal tersebut, kami meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas mengusut dan memberikan sanksi hukum kepada pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan, serta menangkap kelompok-kelompok yang menyebarkan isu kebencian yang ingin memecah belah persatuan bangsa ;
  4. Meminta kepada pihak kepolisian di Sulawesi Utara untuk melakukan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari khususnya di wilayah Sulawesi Utara.

(Yan Bawiling)

Advertisement

Trending