Connect with us

Hukrim

Sidak Gabungan Hentak Rutan Manado, Barang Terlarang Diamankan

Published

on

Barang terlarang yang berhasil dirazia. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Aparat tim gabungan yang melibatkan unsur penegak hukum di Sulut, yakni Kanwil Kemenkumham, personel BNN, Polresta Manado serta tuan rumah Rutan Manado melakukan inspeksi mendadak di Rumah Tahanan Kelas IIA Manado, Rabu (7/4/2021) malam.

Petugas yang berjumlah puluhan itu berhasil mengamankan ratusan barang terlarang dari sejumlah Blok Hunian, termasuk langsung melakukan test urine bagi 79 Warga Binaan yang menempati Kamar Narkoba.

Kepala Kantor Kementerian Hukum Sulut, Lumaksono, SH, MH, menerjunkan langsung Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) dipimpin Kepala Divisi Pemasyarakatan Bambang Haryanto, Bc.IP., S.H., M.H, yang berkolaborasi dengan Kepala BNN Manado AKBP Rieno Bangkang bersama timnya, Polresta Manado lewat Tim Sabara dengan tim Satopspatnal Rutan Manado yang dikomando langsung Kepala Rutan Yusep Antonius dan Kepala KPR Rico Sterio Wendur, SH, MH.

Alhasil, dari empat Blok yang disisir, Asoka, Kamboja, Melati dan Anggrek serta Blok Mawar yang dihuni WBP Wanita berhasil diamankan 10 telepon selular, 2 buah charger handphone, 1 colokan listrik, 4 buah headset, 1 buah linggis, 1 buah speaker aktif, 29 botol parfum, 4 buahcermin, 3 buah piring, 10 buah korek api gas, , 2 buah gelas, 3 buah ikat pinggang, 2 buah pemanas air, 3 buah kipas angina, 2 buah rantang almunium, 2 buah tali, 3 buah gunting dan cutter, 18 buah sikat gigi, 20 buah paku, 1 buah kartu chip.

Seluruh barang yang berhasil dirazia, Kakanwil Lumaksono menginstruksikan untuk segera dimusnahkan sesuai SOP apabila telah selesai didata, dan bagi Warga Binaan dan petugas yang diketahui melanggar peraturan akan ditindak tegas berupa pembinaan kedisplinan.

Usai Sidak, langsung dilakukan jumpa pers di ruangan besukan Rutan Manado dengan menggelar semua barang sitaan. “Dalam Sidak ini tidak ditemukan barang terlarang narkoba,” ujar Lumaksono didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Bambang Haryanto, Kepala BNN Manado AKBP Reino Bangkang, Kepala Rutan Manado dan Kasat Sabhara Polresta Manado, AKP La Dena.

Menurutnya, dalam sidak tersebut, BNN Manado juga melakukan tes urine kepada sekitar 79 warga binaan. Hasil pemeriksaan semuanya negatif.

“Ini merupakan upaya Kanwil Kemenkumham untuk lebih menertibkan dan memberi pembinaan kepada warga binaan,” bebernya.

Dia menjelaskan, razia merupakan rangkaian memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 tahun 2021. “Kegiatan seperti ini juga digelar pada seluruh UPT Pemasyarakatan di Sulut. Terdiri atas sepuluh Lapas, satu LPKA, LPP dan dua rutan. Semua pelaksanaan kegiatan sidak ini berbasis HAM,” ucapnya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Bambang Haryanto menambahkan, kegiatan seperti ini akan rutin digelar setiap minggu. “Kami terus meminta laporan pertanggung jawaban dari Kepala Lapas maupun Kepala Rutan,” pungkasnya.

Ia mengatakan pelaksanaan razia tersebut dalam memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 tahun 2021. Kegiatan seperti ini juga dilaksanakan pada seluruh UPT Pemasyarakatan di Sulut. Terdiri sepuluh Lembaga Pemasyarakatan, satu LPKA, satu LPP dan dua Rutan.

“Semua pelaksanaan kegiatan sidak ini berbasis HAM, dan kegiatan ini adalah upaya-upaya untuk membina Warga Binaan untuk ke arah lebih baik,” katanya.

(***)

Hukrim

116 Napi Lapas Manado Terima Remisi Idul Fitri

Published

on

KlikMANADO – Idul Fitri membawa berkah bagi 116 Narapidana yang mendiami Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado karena mereka mendapat Remisi Khusus Hari Raya.

Dari jumlah tersebut, 106 Warga Binaan menerima Remisi Khusus I dan 10 lainnya mendapat Remisi Khusus II.

Kepala Lapas Manado Amri Langkamane menjelaskan, total 116 Narapidana pantas bersyukur dengan pemberian Remisi Khusus yang selalu diberikan saat datangnya Hari Besar Keagamaan dan Remisi Umum di 17 Agustus setiap tahun.

Hanya saja, lelaki enerjik itu menjelaskan, jenjang pemberian remisi bagi Warga Binaan berbeda-beda. Rinciannya, RK 15 hari, 3 orang, RK 1 bulan 66 orang, RK 1 bulan 15 hari 37 orang dan RK 2 bulan, 10 orang.

“Mereka yang mendapatkan remisi apabila telah memenuhi persyaratan pengusulan maka dapat dipastikan Narapidana tersebut mendapatkan Remisi Khusus Keagamaan dengan kisaran pemberian remisi selama 15 hari hingga 2 bulan,” ujar Kalapas Amri, Kamis (13/5/2021).

Pemberian remisi ini diberikan sebagai wujud apresiasi terhadap pencapaian perbaikan diri yang diharapkan ke depan dapat mendorong optimisme Narapidana untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum agar dapat kembali membaur dengan keluarga dan masyarakat ke depan.

Sebelum dilakukan pemberian remisi, bertempat di Masjid Nurul Iman Lapas Manado, dilaksanakan Sholat Ied yang diikuti Kalapas bersama petugas yang Muslim serta 145 Warga Binaan yang beragama Islam.

Kalapas yang didampingi Kasibinapi Meidy Ferdy dan Kasubsi Registrasi Hendra Lumatauw pada kesempatan itu, menyampaikan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 kepada semua Warga Binaan yang beragama Muslim dan terlebih kepada mereka yang menerima Remisi Khusus di hari kemenangan yang sakral buat pemeluk Islam di seluruh dunia itu.

(***)

Continue Reading

Hukrim

Remisi Khusus Idul Fitri di Rutan Manado, Satu Napi Langsung Bebas

Published

on

remisi khusus Idul Fitri
Pemberian remisi khusus. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Momen Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah disambut suka cita oleh 65 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Muslim yang sedang menjalani proses hukum di Rutan Kelas II Manado.

Pasalnya, mereka berhak menerima Remisi Khusus (RK) Idul Fitri dari Kementerian Hukum dan HAM RI dengan berbagai variasi pemotongan sesuai hasil kajian dari berbagai kriteria Narapidana yang bersangkutan.

Dari 65 Narapidana tersebut, 28 orang menerima potongan 15 hari, 1 bulan diterima 32 orang dan 1 bulan 15 hari bagi 5 Narapidana. Sementara 1 Narapidana menerima RK II sehingga langsung dinyatakan bebas tepat di hari Idul Fitri.

Dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat, Pemberian Remisi Khusus Bagi Narapidana dan Anak dalam Hari Raya Idul Fitri dilakukan langsung Kepala Rutan Manado Yusep Antonius, yang dipusatkan di Aula Rutan Manado, Kamis (13/5/2021).

Selain menyerahkan SK secara simbolis, yang diterima lima perwakilan Warga Binaan, tidak lupa Karutan memberikan ‘kado istimewa’ berupa uang jalan buat Warga Binaan yang bebas.

Kegiatan tersebut didahului dengan pelaksanaan Sholat Ied bertempat di Masjid At-Taubah Rutan Manado. Karutan bersama para pegawai yang beragama Islam serta seluruh Warga Binaan Muslim turut ambil bagian dalam hajatan religius itu dimana yang memimpin pelaksanaan Sholat Idul Fitri adalah Imam sekaligus Khutbah Mustaqim Ishak yang juga staf di Bagian Pelayanan Tahanan Rutan selaku pengurus Masjid dan Bagian Keimanan Masjid At-Taubah Rutan Manado.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Wahjono menjelaskan, saat ini di Rutan Manado dihuni 226 Narapidana dan 233 Tahanan. Dari total 469 Warga Binaan, 173 beragama Islam.

(***)

Continue Reading

Hukrim

Lapas Manado Geber Rehab Sosial Buat Napi Narkotika

Published

on

KlikMANADO – Sebanyak 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) khusus kasus Narkotika ambil bagian dalam agenda anyar Lapas Kelas IIA Manado bertajuk Program Rehabilitasi Sosial Bagi Narapidana Narkotika Tahun 2021.

Hajatan yang digelar, Selasa (4/5/2021) memiliki tujuan mulia, mengembalikan kesadaran dan pemulihan diri Narapidana Narkotika agar tidak tergantung lagi dengan narkoba dan obat terlarang lainnya.

Tujuan krusial lainnya, dapat percaya diri saat kembali ke masyarakat serta mengalami peningkatan kualitas kesehatan narapidana narkotika agar dapat kembali hidup sehat tanpa menggunakan narkotika dan obat obat terlarang.

Bertempat di Aula Lapas Manado, hajatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara Lumaksono yang didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Bambang Haryanto, dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado Amri Langkamane.

Turut hadir utusan BNN Provinsi Sulawesi Utara dr Reine Wowiling, Kepala Kepolisian Sektor Tuminting AKP Andi Sukristyanto dan para rohaniawan.

Sebanyak 20 orang Narapidana Narkotika Lapas Kelas IIA Manado yang terlibat, telah lebih dulu menjalani assessment oleh tim medis dan BNN Provinsi Sulawesi Utara dimana event tersebut akan berlangsung selama 6 bulan mulai 4 Mei hingga 4 November 2021 dengan mengundang narasumber dari BNN Provinsi Sulawesi Utara, Tim Medis, Konsuler dan Instruktur serta Rohaniawan dari Lapas Manado.

Kakanwil Lumaksono dalam sambutannya mengatakan, Program Rehabilitasi Sosial bagi Narapidana Narkotika pada Lapas Kelas IIA Manado merupakan serangkaian upaya yang terkoordinasi dan terpadu, terdiri atas upaya-upaya medis, bimbingan mental, psikososial, keagamaan dan pendikikan untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri, kemandirian dan menolong diri sendiri serta mencapai kemampuan fungsional sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Harapan saya Narapidana yang mengikuti program ini kiranya mampu mengembalikan harga diri, percaya diri, kesadaran serta tanggung jawab terhadap masa depan diri, keluarga maupun sesama WBP dan untuk membawa anda kembali kejalan yang benar, serta mempersiapkan diri untuk kembali kemasyarakat sekaligus berperan dalam membangun bangsa,” ungkapnya.

Ketua Panitia Program Rehabilitasi, Maidy Ferdy, saat membawakan laporan, menjelaskan kegiatan ini merupakan program dari Lapas Manado yang akan berjalan terpadu hingga rampung.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending