Connect with us

Minut

Serap Anggaran Refocusing, Desa Koltem Dirikan Pos Pengawasan PPKM dan Gelar Operasi Justisi

Published

on

Operasi Justisi penerapan protokol kesehatan Desa Kolongan Tetempangan yang dipimpin Camat Kalawat, Alexander Warbung SIP, bersama Hukum Tua Demas Kasegel, Sekdes Frida Wehantouw, S.Sos, BPD dan perangkat desa.

Klik Minut – Pemerintah RI sangat konsen dalam melakukan penanganan Pandemic Covid-19 dengan menggelontorkan anggaran refocusing dana desa sebesar 8 persen dari total anggaran.
Hal tersebut langsung dimanfaatkan oleh pemerintah desa (Pemdes) Kolongan Tetempangan (Koltem) Kecamatan Kalawat dengan membangun Pos Pengawasan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro). Pos yang didirikan di wilayah jaga tujuh di depan kantor hukum tua ini didirikan sebagai sarana penunjang saat menggelar operasi justisi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Pos PPKM ini langsung difungsikan dengan menggelar operasi justisi, bersama dengan Camat Kalawat Alexander Warbung SIP, Rabu, (12/05/2021). Setiap orang yang melintas, diawasi, apabila tidak menggunakan masker maka diberi tindakan disiplin berupa push-up, diingatkan akan bahaya Covid-19 kemudian diberikan masker.

Salah satu pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi oleh Tim Relawan Covid-19 Desa Kolongan Tetempangan saat menggelar operasi justisi Rabu, (12/05/2021)

Camat Warbung yang memimpin operasi justisi mengatakan kondisi wabah Pandemic Covid-19 oleh pemerintah RI dinyatakan masih berlangsung,

“Pandemic yang belum juga berakhir membuat kita perlu waspada. PPKM ini merupakan metode penanganan pandemic yang dianjurkan oleh pemerintah pusat yang diharapkan secara maksimal dapat mencegah penyebaran Covid-19 di wilyah kita. Anggaran penanganan disediakan pemerintah sebesar delapan persen dari total dana desa,” ujar Camat Warbung. 
Kesempatan yang sama, saat ditemui Hukum Tua Demas Kasegel mengatakan, Desa Kolongan Tetempangan mememiliki jalan yang merupakan tempat melintas warga dari berbagai jurusan, selain itu, terdapat pasar desa yang dikunjungi oleh seluruh warga kecamatan Kalawat.
“Pasar dan jalan Desa Kolongan Tetempangan membuat desa kami banyak dikunjungi dan dilintasi, oleh karenanya kami sangat ketat menerapkan protokol kesehatan,” tandas Kasegel.

Terpisah, Sekdes Kolongan Tetempangan, Frida Wehantouw S.Sos mengatakan, Pemdes telah membentuk Tim Relawan Covid-19 yang bertugas pencegahan, pengawasan dan penanganan.

“Tim relawan yang dibiayai oleh anggaran refocusing delapan persen terdiri dari BPD, Perangkat Desa, Linmas dan sebagian masyarakat. Mereka diangkat melalui SK Hukum Tua,” jelas Wehantouw. (Rubby Worek)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Minut

Manfaatkan Anggaran Refocusing Pemdes Serei Gelar Operasi Justisi

Published

on

Tim Relawan Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Desa Serei Kecamatan Likupang Barat dipimpin Hukum Tua Desa Serei Emma Marasi melakukan operasi justisi di lokasi pintu masuk desa.

KlikMINUT – Guna mencegah sekaligus menanggulangi penyebaran Pandemik Covid-19 di Desa Serei Kecamatan Likupang Barat Minut, Pemerintah Desa Serei menggelar operasi justisi pencegahan dan penanggulangan pandemic Covid-19.

Menurut Hukum Tua Emma Marasi, Pemdes Serei membentuk Tim  Relawan yang terdiri dari Perangkat Desa, Linmas dan masyarakat Babinsa dan Babinkamtibmas yang bertugas untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Desa Serei.

“Atas anjuran pemerintah, pola baru pencegahan dan penanggulangan pandemic covid -19 adalah pendirian pos PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di desa yang didalamnya melibatkan Tim Relawan Desa Serei dalam rangka mengatasi penyebaran Covid-19 yang masih “menghantui” masyarakat Indonesia,” jelas Kumtua Marasi didampingi Sekretaris Desa Serei Lies Kampong Kamis, (10/06/2021) di kantor desa.

Ditambahkan Marasi, operasional tim relawan, pendirian Pos PPKM, pembelian masker, hand sanitizer dan lainnya dibiayai dengan anggaran refocusing sebesar delapan persen dari dana desa.

Camat Likupang Barat Swengly Takainginan SP MM, disaksikan Hukum Tua Desa Serei Emma Marasi ikut membagikan masker dan hand sanitizer kepada warga Desa Serei yang berbelanja di warung

“Kami bersyukur, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar delapan persen untuk penanggulangan pandemic covid-19 ini. Hal ini tentunya sangat mebantu masyarakat dimasa pandemic ini,” ujar Kumtua Marasi.

Selain, operasi justisi, pemerintah Desa Serei, melalui Tim Relawan Covid-19 membagikan masker, hand sanitizer dan melakukan sosialisasi protocol kesehatan kepada masyarakat, di setiap kesempatan kegiatan sosial masyarakat. (Rubby Worek)

Continue Reading

Minut

Kapolda Sulut Canangkan Desa Talawaan Wanua Sehat Sadar Miras

Published

on

Kapolda Sulut Irjen Pol. Drs Nana Sudjana MM ikut meproduksi gula aren, menuangkan gula hasil yang dimasak dari air nira, disaksikan Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi.

KlikMINUT –  Guna meminimalisir tindak kriminalitas dan gangguan Kamtibmas, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut)  melalui Polres minut, melakukan terobosan inovatif pencanangan “Wanua Sehat Sadar Miras” di Desa Talawaan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Kamis, (03/06/2021) di Kantor Desa.

Pencanangan “Wanua Sehat Sadar Miras” ini dilakukan oleh Kapolda Sulut Drs Nana Sudjana MM yang ditandai dengan membunyikan sirine dan pembukaan selubung papan nama “Wanua Sehat Sadar Miras”

Dalam pencanangan ini Polda Sulut melalui Polres Minut mengajak 36 orang petani pohon enau untuk memproduksi gula aren dan cap tikus yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer.

Kapolda dalam arahannya mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Polres Minut yang dipimpin oleh Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi, dimana petani diarahkan membuat gula aren yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan dan mengubah cap tikus menjadi hand sanitizer.

“Kampung itu harus sehat dan sadar miras, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas terobosan kreatif Plres Minut, selama ini saya memang memerintahkan untuk melakukan ide-ide yang baik yang bisa diterima masyarakat. Setiap minggu kami melakukan evaluasi terhadap perkembangan kasus di Sulut,” tukas Kapolda

Lanjut, dikatakan Kapolda, di Sulut bulan Januari sampai April 2021, dari 326 kasus penganiayaan, 180 merupakan akibat para pelaku ini mabok, hal ini membuat Polda Sulut memberikan atensi khusus terhadap peredaran miras. Demikian pula dengan kasus pembunuhan, mulai bulan Januari sampai April tahun yang sama, ada enam kasus pembunuhan, empat kasus diantaranya pelakunya juga mabok.

“Hal ini harus diambil langkah-langkah tegas untuk mengatasi kondisi ini, saya memerintahkan para Kapolres untuk meningkatkan operasi miras,” tegas Kapolda yang kehadirannya didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sulut.

Sementara itu, sebelumnya, dalam laporannya, Kapolres Minut AKBP Grace Krisna D Rahakbau SIK MSi mengatakan pencanangan “Wanua Sehat Sadar Miras” ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Kapolda Sulut Irjen Pol. Drs Nana Sudjana MM di wilayah Kepolisian Sulut..

“Masyarakat Desa Talawaan ini sebagian besar adalah petani penghasil cap tikus terbesar di wilayah Kepolisian Minut, sehingga Polres Minut berusaha berkoordinasi dengan para petani cap tikus dan mengajak untuk tidak hanya menghasilkan cap tikus tetapi juga menghasilkan gula aren dan cap tikus sebagai bahan baku hand sanitizer,” jelas Kapolres Rahakbau.

Lebih jauh, dijelaskannya, ditetapkannya Desa Talawaan adalah atas perintah Bapak Kapolda mengingat penganiayaan yang terjadi diakibatkan karena miras cukup banyak.

“Di Minut, sejak januari sampai awal juni, dari 100 kasus penganiayaan, dan yang diakibat miras hanya 36 kasus. Dan di Desa Talawaan ini tidak terjadi kasus penganiayaan meski merupakan salah satu desa penghasil cap tikus terbesar,” terang Rahakbau.

Sedangkan, Bupati Minut Joune Ganda SE, yang diwakili oleh  Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu MA mengatakan gagasan dan program kerja cerdas dari Polres Minut dalam memanfaatkan pohon nira perlu ditopang oleh pemerintah kabupaten dan desa.

“Gagasan brilian pembuatan hand sanitizer ditengah pandemic covid 19 ini bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua,” ungkap Kuhu mengutip Bupati Joune Ganda.

Usai arahan Kapolda, acara dilanjutkan dengan panen gula aren dan pembukaan selubung papan nama “Wanua Sehat Sadar Miras di halaman kantor desa bersama dengan Forkopimda Minut.

Hadir dalam acara pencanangan ini Kajari Minut Fanny Widyastuti SH MH, Dandim 1310 Bitung Letkol Inf. Benny Lesmana, Ketua Dewan Minut Denny Lolong S.Sos, Perwira Penghubung Kodim 1310 Bitung Mayor Inf. Jemmy Lotulung, Asisten 1 Pemkab Minut dr Jane Simons, Camat Talawaan Ruben Lengkong dan Camat Dimembe Ansye Dengah, para petani cap tikus, tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Talawaan. (Rubby Worek)

Continue Reading

Minut

Jelang 100 Hari JG-KWL Memimpin, 10 Kecamatan di Minut Zero Covid-19

Published

on

Bupati Minut Joune Ganda SE

KlikMINUT – Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, SE terus memotivasi rakyat Minahasa Utara agar tidak lengah menghadapi pandemic Covid-19 walaupun sejak Mei hingga Juni, 10 kecamatan di kabupaten itu sudah zero Covid-19, atau sudah zona hijau.
“Saya minta masyarakat tidak lengah, tetap dispilin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Mari kita pertahankan kondisi ini, sehingga 10 kecamatan di Minut terus berada di zona hijau,” kata Bupati JG kepada wartawan, kemarin.
Sebelum memimpin Minahasa Utara, JG – KWL memang diperhadapkan dengan kondisi penyebaran Covid-19 yang cukup mengkhawatirkan. Minut tahun 2020 pernah mengalami zona merah dan cukup lama ada di zona orange. Dalam 100 hari kepemimpinan di Minut, (sejak 26 Febuari 2021 hingga 5 Juni 2021) JG-KWL terus mengupayakan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menggerakan potensi masyarakat di tingkat basis.
“Jejaring pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan kita berdayakan untuk mengawal wilayahnya dari paparan Covid-19, juga peran jejaring Forkompimda patut diapresiasi,” jelas Joune Ganda.
Menurutnya, Minahasa Utara memang ada di wilayah lintasan dengan mobilitas penduduk yang cukup intens sehingga cukup rentan penyebaran Covid-19. “Minut diapit dua kota utama dengan Pelabuhan Bitung dan Bandara Samratulangi. Minut juga memiliki beberapa pelabuhan laut di Likupang dan Kema, serta obyek-obyek wisata; ini memang rentan,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut bupati yang sering pulang larut malam dari kantornya, semua pihak diajak untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. “Pemkab dan jejaring Forkompimda akan terus mengawal dan mempertahankan 10 kecamatan di Minut tetap berada di zona hijau,” tegas Joune Ganda.
Sesuai data per 28 Mei 2021, seluruh 10 kecataman di Minut sudah zero kasus Covid-19. Sebelumnys, ada satu kasus orang asing dilaporkan terpapar, setelah diisolasi beberapa hari kemudian sudah dinyatakan negatif.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, Joutje Togas, mrnjelaskan dalam tiga bulan terakhir kasus Covid-19 di kabupaten ini terus mengalami trend penurunan. Akhir Mei dan awal Juni ini 10 kecamatan sudah zona hijau atau tidak ada kasus penambahan.
Kendati begitu, pihaknya tetap melakukan tracing. “Pak Bupati terus mengarahkan, jangan lengah kendati 10 kecamatan zona hijau. Terus perketat Prokes Covid-19,” tambah Joutje.
Terpisah, Sekda Minut Jemmy Kuhu MA, mengaku bersyukur kepada Tuhan dengan kondisi zona hijau ini.
“Mari kita tetap pertahankan kondisi ini sehingga perekonomian akan kembali pulih sesuai dengan amanah pemerintahan Presiden Jokowi dalam rakor dengan kepala daerah beberapa waktu ysng lalu, yaitu pemuluhan ekonomi pasca Covid-19,” pungkas Kuhu. (Rubby Worek)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending