Senator Djafar Alkatiri Minta Pemerintah Pertimbangkan Penutupan Total Rumah Ibadah dalam Masa PPKM
Connect with us

Headline

Senator Djafar Alkatiri Minta Pemerintah Pertimbangkan Penutupan Total Rumah Ibadah dalam Masa PPKM

Published

on

Pemberangkatan Haji Indonesia
Senator Djafar Alkatiri

KlikJAKARTA – Senator Djafar Alkatiri sangat mendukung keputusan pemerintah dalam menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sebagai upaya pencegahan peningkatan kasus Covid-19.

Namun demikian, Alkatiri meminta Pemerintah untuk mempertimbangkan kembali penutupan total rumah ibadah dalam pemberlakuan PPKM tersebut.

Menurut mantan Sekjen Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ini, PPKM harus tetap menghormati aspek spiritualitas masayarakat beragama.

“PPKM hanyalah salah satu cara untuk mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19, di samping meningkatkan penggunaan vaksin di masyarakat dan upaya penyediaan obat covid-19, serta pelaksanaan protap kesehatan yang sudah jalan selama ini,” tegasnya, Minggu (4/7/2021).

Alkatiri menilai tidak adil jika mall dan pasar tetap dibuka hingga pukul 20.00, acara pernikahan/perkawinan masih tetap bisa dilaksanakan dengan kehadiran 30 orang, sementara untuk tempat ibadah harus ditutup total. “Seharusnya syarat dan formasi yang sama diberlakukan juga kepada rumah-rumah ibadah dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat,” ketusnya.

“Bahkan kita juga bisa saksikan kegiatan penerbangan, kereta api dan bus masih terus beroperasi dengan jumlah penumpang yang dibatasi dengan jarak tempuh dan waktu cukup lama dalam satu ruangan yang masih lebih sempit jika dibandingkan dengan rumah ibadah, yang hanya memakan waktu yang sangat singkat dan jumlah jamaah yang bisa dibatasi,” timpalnya.

Makanya, lanjutnya, Pemerintah harus kembali mempertimbangkan penutupan total rumah ibadah dalam PPKM. “Selama ini cluster yang paling banyak penyebaran covid-19 adalah cluster perjalanan, pasar dan perkantoran, bukan rumah-rumah ibadah. Bahkan cluster rumah-rumah ibadah nyaris tak terdengar selama hampir setahun lebih covid-19 ini ada,” ungkapnya.

“Bahkan kita juga menyaksikan saat ini kerumunan orang-orang yang ikut vaksin begitu banyak dan membludak dengan waktu kumpul lebih dari 30 menit tidak dipermasalahkan,” tambahnya.

Pria yang dikenal sebagai ‘Singa Podium’ ini juga menegaskan, pemerintah harus lebih wise dengan akal sehat untuk mempertimbangkan kembali atau merevisi syarat PPKM, khususnya penutupan total rumah Ibadah dengan memberikan kualifikasi zona dan pemberlakuan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Senator Hi Djafar Alkatiri tentang Pancasila
Djafar Alkatiri.

“Jangan sampai kita mendapat musibah yang lebih berat akibat menelantarkan rumah-rumah ibadah kita, mihrab-mihrab kita, tempat kita memohon perlindungan dan keselamatan dari Tuhan yang Maha Besar. Dia Dzat yang Maha Melindungi, Maha Menyembuhkan dan Maha Menghidupkan dan Mematikan kita. Maka rumah-rumah Tuhan harusnya menjadi benteng terakhir bagi orang-orang beriman yang yakin akan doa dan kekuasaan pertolongan Tuhan. Minimal ada yang mewakili kita mendoakan kita di tempat-tempat ibadah. Beribadah kepada Tuhan adalah kebutuhan dasar dan kewajiban umat manusia yang beriman,” imbaunya.

“Saya yakin kita tidak sedang menghindar dari suatu musibah tapi kemudian menuju musibah yang lain. Mudah-mudahan Allah melindungi dan menyehatkan negeri kita, sehingga lebih cepat keluar dari wabah covid-19,” pungkasnya.

(***)

Advertisement

Trending