Semestinya, Ini Tak Terjadi (Lagi)

Semestinya, Ini Tak Terjadi (Lagi)
Penulis: Faisal Salim

PEPATAH guru kencing berdiri, dan (akhirnya) murid pun kencing berlari tampaknya menjadi potret tak elok yang terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (21/3/2020).

Dari sebuah akun Instagram yang tak pelak beredar luas (infodemik) alias viral, satu aktivitas sosial terjadi seakan menisbikan solusi anti-Corona atau virus Covid-19: social distancing atau menjaga jarak. Wali Kota Manado Vicky Lumentut dan sejumlah pucuk pimpinan di jajaran Kepolisian Daerah Sulut bersepeda bersama dari Manado ke Tomohon.

Jumlah rombongan pesepeda tak kurang dari 20-an orang bersama satu kelompok sepeda lokal, beriringan menyusuri jalan sepanjang tak kurang dari 25 kilometer.

Pesan yang ingin disampaikan adalah berjuang melawan pandemi virus Corona dengan tetap bersemangat, termasuk terus menjaga stamina tubuh dengan berolah raga.

Sayang, terobosan yang dipilih amat salah kaprah. Jelas, menjaga jarak dan mengisolasi diri di rumah dijadikan solusi terkini di mancanegara, pun Indonesia. Meski memang, fakta di lapangan mengungkap bahwa tak sepenuhnya masyarakat memahami dan mau melaksanakannya.

Ironisnya, pucuk pimpinan wilayah yang semestinya menjadi ‘guru’ malah menerjemahkan pesan penting tadi sebagai aksi unjuk diri tetap sehat dengan berolah raga.

Bergerombol atas nama gerakan sehat, namun mengabaikan makna utama proteksi penyebaran virus Covid-19 yang dipastikan amat mematikan.

Mungkin bisa dijadikan rujukan buat para penggawa Kota Tinutuan. Kasus positif terjangkit virus Corona di Sulut mencapai dua orang, seperti yang disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut Steaven Dandel, Selasa (24/3/2020). Data sudah berbicara.

Satu masukan yang boleh jadi tepat untuk menjadi momentum kontemplasi untuk berintrospeksi. Siapa pun yang tak sepaham dengan social distancing agaknya mempunyai kadar percaya diri tinggi bahwa dirinya kebal. Itu pasti, dan tak usah diperdebatkan.

Baca Juga :  Gelar Halal Bi Halal dan Dirasat Wathaniyah, Ini Target Student Peace Institute

Celakanya, mereka justru menjadi agen penyebar luas peredaran virus, dan berpeluang menambah deret manusia yang bakal terjangkit; di tengah upaya maksimal nan berat yang sedang dilakukan pemerintah.

Lantas, masihkah Anda tak mau berpikir?

(*)

Penulis adalah Warga Kota Manado

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply