Tinutuan Lezat, Tak Selezat Sejarahnya
Connect with us

Ekobis

Tinutuan Lezat, Tak Selezat Sejarahnya

Published

on

Tinutuan

KlikMANADO – Tinutuan adalah makanan hasil campuran dari berbagai sayuran, yang saat ini jadi kuliner khas dari Manado. Makanan ini sering pula disebut bubur Manado.

 

Tapi tahukah Anda tentang sejarah dan asal usul nama Tinutuan itu? Berikut hasil rangkuman informasi KlikNews yang diolah dari berbagai sumber.

 

Sebenarnya, asal usul kehadiran tinutuan tidak dapat diketahui pasti, baik dalam bentuk legenda maupun yang lainnya. Namun di masyarakat, beredar dua versi tentang sejarahnya.

 

Pertama, didasarkan pada cerita orang-orang tua. Pada zaman penjajahan Belanda, kondisi perekonomian penduduk sangat rendah, sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

 

Atas dasar itu dan dikombinasikan dengan unsur kreativitas, penduduk saat itu akhirnya mulai memanfaatkan bahan makanan yang ada dan mudah diperoleh di pekarangan rumah. Seperti ubi, labu, daun pepaya, jagung, gedi, kangkung, untuk dicampur bersama sedikit nasi. Mereka mencampur sedikit nasi dengan semua bahan makanan itu, dan akhirnya dimasak secara bersamaan.

 

Versi lainnya lebih tidak masuk akal, tapi terdengar lucu. Diceritakan pada suatu masa, ada sebuah makanan belum bernama yang ingin disantap tiga orang sahabat.

 

Makanan itu pun disantap dengan lahap oleh tiga orang tersebut, yang diketahui bernama Tante Tin, Om Utu, dan Tante An. Pada akhirnya mereka bertiga menamai makanan itu dengan Tinutuan yang adalah gabungan nama tiga sahabat itu.

 

Di luar dari versi sejarahnya, makanan ini sudah mulai ramai diperdagangkan di sejumlah sudut kota Manado sejak tahun 1970.

 

Dalam bahasa Manado, Tinutuan berarti semrawut atau campur aduk, selayaknya tampilan bubur yang diolah dengan cara mencampurkan aneka sayuran ke dalamnya.

 

Adapula sumber lainnya mengungkapkan Tinutuan berasal dari kata dasar Tuutu yang artinya nasi atau bubur. Sehingga secara harfiah berarti ‘dijadikan bubur’. Pada perkembangannya, pengucapannya mengalami perubahan. Bahkan, saat ini ada yang menyingkatnya dengan kata ‘Tinu’ saja.

 

(Tim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending