Ternyata Bir Sudah Ada di Indonesia Sejak 1929. Ini Sejarahnya
Connect with us

Ekobis

Ternyata Bir Sudah Ada di Indonesia Sejak 1929. Ini Sejarahnya

Published

on

Bir

KlikMANADO – Bir adalah minuman terpopuler ketiga di dunia, setelah air dan teh. Selain itu, sejumlah sumber menyebutkan bir sebagai salah satu minuman buatan manusia tertua.

 

Disebutkan, bir dibuat manusia sejak sekira tahun 5000 SM, dan tercatat dalam sejarah tertulis Mesir Kuno dan Mesopotamia. Dalam perkembangannya, karakter minuman ini pun berubah secara drastis.

 

Nah, lantas bagaimana dengan sejarahnya di Indonesia? Sebagaimana dikutip dari Beercoaster.it, masyarakat Indonesia mulai mengenalnya saat penjajah Belanda mendirikan NV Nederlands Indische Bierbrouwerijen di Surabaya, pada tahun 1929.

 

Pabrik yang juga dikenal dengan sebutan Java Brewery ini akhirnya mulai berproduksi pada bulan November tahun 1931, dan produknya dikenal dengan Java Bier. Selanjutnya, pada tahun 1937, renovasi pabrik dan perluasan jaringan usaha dilakukan Java Brewery, dan akhirnya membuatnya berganti nama perusahaan menjadi Heineken’s Nederlands-Indische Bierbrouwerij Maatschappij.

 

Sejak saat itu, penjualan bir Heineken merambah pasar Indonesia. Impor pun dihentikan. Fakta menariknya adalah, pada masa itu orang sering memesannya dengan menyebut “Bintang”, karena gambar bintang berwarna merah ada di logo Heineken tersebut.

 

Setelah Belanda menyerahkan kedaulatan negara kepada Indonesia pada 27 Desember 1949, pengoperasian perusahaan bir Heineken tetap berjalan. Tapi namanya berganti menjadi Heineken’s Indonesia Brewery ME. NV.

 

Pada era tahun 1950-1957, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan kapital nasional, di mana perekonomian sepenuhnya diserahkan kepada pasar. Ini membuat para pengusaha non pribumi harus angkat kaki dari Indonesia, termasuk pula Heineken. Kondisi ekonomi Indonesia saat itu semakin buruk karena pengusaha pribumi masih belum sanggup bersaing dengan pengusaha non pribumi.

 

Pada era Orde Baru, Heineken mengambil alih tempat pembuatan bir di tahun 1967 dan kembali mengubah nama perusahaan. Di tahun 1982, perubahan nama sekali lagi dilakukan. Kali ini menjadi PT Multi Bintang Indonesia, yang hingga kini tetap melakukan proses brewing dua merek ternama di Indonesia.

 

Sekadar informasi, proses pembuatan bir disebut brewing. Karena bahannya yang berbeda antara satu tempat dan lainnya, maka karakteristik bir, seperti rasa dan warna, juga sangat berbeda baik jenis maupun klasifikasinya.

 

Kadar alkoholnya pun biasanya berkisar antara 4 dan 6% abv (alkohol berdasarkan volume), meski ada pula yang serendah kurang dari 1% abv maupun yang mencapai 20% abv.

 

(Sahril Kadir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending