Sejarah Baru, Tomohon Hadirkan Gedung Pelayanan Satu Atap Wale Kabasaran
Connect with us

Humaniora

Sejarah Baru, Tomohon Hadirkan Gedung Pelayanan Satu Atap Wale Kabasaran

Published

on

Eman

KlikTOMOHON – Satu lagi terobosan dan inovasi Pemerintah Kota Tomohon di bawah kepemimpinan Wali Kota Jimmy F Eman dan Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan dalam menciptakan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kota Tomohon.

 

Kantor Pelayanan Publik Kota Tomohon “Wale Kabasaran” akhirnya di-Grand Opening dan digelar Selasa (10/10/2017), dengan dirangkaikan launching aplikasi pelayanan perizinan dan non perizinan secara elektronik.

 

Kantor yang sebelumnya berfungsi sebagai Kantor Wali Kota Tomohon ini telah direnovasi dan ditata sedemikian rupa sehinga menjadi bangunan satu atap, yang di dalamnya ada banyak instansi dan Perangkat Daerah yang menempatinya.

 

Kantor Pelayanan Publik “Wale Kabasaran” Kota Tomohon akan melayani masyarakat dengan prima dalam satu atap, di dalamnya pelayanan perizinan/non perizinan, kependudukan dan pencatatan sipil, pelayanan PBB PB2, pengaduan, perbaikan, pembayaran, layanan perbankan Bank SULUT-GO, BNI 46, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, pelayanan samsat, PDAM, pembayaran rekening listrik, telepon, tiket, pulsa, kepariwisataan, perdagangan/industri, serta fasilitas pendukung ruang coment canter, galery Atm, perpustakaan, cafe dan ruang tunggu yang nyaman.

 

Tahun depan akan dibangun fasilitas ruang terbuka hijau dengan taman bunga, untuk rekreasi dan olah raga, ruang bermain anak, ruang menyusui, ruang klinik, waserda dan lain sebagainya.

 

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman didampingi Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan dalam sambutannya mengatakan, hadirnya kantor pelayan publik tentunya memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Tomohon.

 

“Hal ini merupakan salah satu visi misi kami yakni peningkatan pelayanan publik, cepat tepat dan berjalan dengan aturan disesuaikan juga dengan UU No 23 tahun 2014 untuk Kesejahteraan Umum, guna meningkatkan pelayan publik,” tutur Eman.

 

Dijelaskannya, proses pelayan perizinan dan non perizinan akan menggunakan aplikasi cerdas ‘Si Cantik’ dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang telah dikembangkan sesuai perizinan dan non perizinan dari Kota Tomohon yang dinamakan aplikasi ‘Si Tangguh’.

 

Dalam menunjang pelayanan, Eman menambahkan, Pemkot Tomohon juga telah menyediakan Shuttle bus gratis sebagai alat transportasi untuk masyarakat dalam pengurusan.

 

“Apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi yang telah berkenan hadir dan memberikan arahan untuk dapat mewujudnyatakan pelayan publik yang bebas dari praktek KKN”, tambahnya

 

“Kami berharap Kantor Pelayanan Publik ini akan menjadi rumah bagi kita semua, seraya berpesan kepada para pegawai yang terlibat dalam pelayanan untuk terus memberikan pelayana yang terbaik, memberikan pelayanan sesuai aturan dan tidak melakukan pungli,” tegas Eman.

 

Tim Monitoring dan Evaluasi KPK RI Aldiansyah Nasution selaku Koordinator Supervisi dan Pencegahan KPK RI yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, adanya kantor pelayanan publik di Kota Tomohon merupakan sejarah yang baru, apalagi Tomohon sebagai daerah pertama di Sulut yang sudah memiliki kantor seperti ini.

 

“Dalam pendampingan kami, Tomohon merupakan satu-satunya Kota di Sulut yang menyelesaikan program pelayanan satu atap dan dibuktikan pada hari ini yang disebut Kantor Pelayanan Publik atau lebih dikenal Wale Kabasaran dan telah kita saksikan Wali Kota dan jajaran pemerintah Kota telah membacakan maklumat sebagai komitmen untuk pelayanan,” beber Nasution.

 

Dia pun mengingatkan pejabat maupun ASN untuk dapat menghindari gratifikasi dan berhati-hati dalam pelayanan publik. “Sehingga tidak terkena operasi dari pihak berwajib,” tegasnya.

 

“Selamat kepada Walikota dan Wakil Walikota serta jajaran pemerintah Kota Tomohon yang telah membangun rumah pelayanan publik ini semoga akan menjadikan Kota Tomohon lebih baik lagi,” tutupnya.

 

Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melalui Kadis PMTPSP Sulut Happy Korah mengatakan, kehadiran kantor pelayanan publik di Kota Tomohon adalah ukiran sejarah baru di Sulut.

 

Sehingga, lanjut dia, sistem layanan ini patut direspon dengan gembira. “Pemerintah Kota Tomohon pun harus mendukung secara Kualitas dan kuantitas yang kompeten dan Keamanan penggunaan aplikasi dan sarana pendukung lainnya sehingga menghasilkan outcome yang maksimal untuk kemajuan Kota Tomohon dan Sulawesi Utara pada umumnya yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya dan juga semakin jaya untuk Kota Tomohon,” ucap Korah.

 

Saat bersamaan, Ketua Ombudsman Sulawesi Utara Helda Tirajoh mengapresiasi Pemerintah Kota Tomohon karena telah membangun rumah pelayanan publik dan juga membacakan janji pelayanan publik langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

 

“Dengan adanya rumah pelayanan publik ini, Wali Kota telah mencegah mal administrasi yang menyebabkan korupsi, dan kami berharap hal ini akan didukung oleh semua jajaran dan menjadi pelayanan publik yang prima dan bebas dari korupsi,” tandasnya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Tommy Murtono dari unsur KPK, Ketua DPRD Kota Tomohon Miky Wenur, Kajari Tomohon Mohammad Noor, anggota DPRD Syeni Mandagi, Frets Keles, Piet Pungus, unsur Perbankan, Sekretaris Kota Harold Lolowang bersama jajaran Pemkot Tomohon, serta tokoh agama dan masyarakat.

 

(Tim)

Advertisement

Trending