Mengenal Lebih Dekat Satwa Endemik Anoa di ABC Manado
Connect with us

Humaniora

Mengenal Lebih Dekat Satwa Endemik Anoa di ABC Manado

Published

on

Satwa Endemik
Satwa Endemik

(Foto: KlikNews)

KlikSULUT – Siapa yang tak kenal dengan satwa endemik Anoa, yang mirip dengan kerbau dan mempunyai hobi berendam dalam air, serta hanya ada di daratan Sulawesi.

 

Anoa hidup di Sulawesi dengan jumlah sekira 2.500 spesies. Meski demikian, populasinya mengalami penurunan cukup drastis akibat perburuan dan kerusakan habitat.

 

Di Sulawesi Utara sendiri, khususnya Kota Manado, hewan langka ini dirawat dan dibesarkan di ABC Atau Anoa Breeding Centre, yang dikelola Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Kota Manado, di Jalan Adipura Kelurahan Kima Atas, Kota Manado Sulawesi Utara.

 

Dari pantauan KlikNews pada Kamis (11/1/2018), ada sembilan ekor Anoa yang dipelihara di ABC. Terdiri dari dua jantan dewasa, empat betina dewasa, dan tiga anak-anak. Pada tahun 2017 kemarin, ada dua ekor Anoa yang lahir, yang pertama di bulan Februari dan kedua lahir pada bulan November.

 

Peneliti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Diah irawaty Dwi Arini mengatakan, kelahiran bayi kedua Anoa melahirkan secara normal, tanpa ada bantuan medis.

 

“Adapun proses pemeliharaan Anoa ini, kami memang sudah mempunyai dokter khusus untuk memeriksa dan memberikan suntikan, agar pertumbuhannya bagus dan tak mudah diserang penyakit,” tambahnya.

 

Dia mengungkapkan, makanan satwa endemik ini adalah rerumputan dan bisa juga pisang. Setiap bulan ABC mendapat kunjungan dari sekolah-sekolah untuk bisa mengenal hewan langka ini lebih dekat lagi.

 

“Kami selalu memberikan edukasi bagi yang ingin datang berkunjung untuk mengenal Anoa, atau jika tidak kami sendiri yang berkunjung ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.

 

Pemeliharaannya juga begitu diperhatikan, dengan pembersihan kandang setiap 3 hari sekali. “Anda bisa melihat Anoa di pulau sulawesi yang merupakan kawasan konservasi, yaitu di Taman Bogani Wartabone. Dulunya di Sulut bisa dilihat yaitu di kawasan cagar alam Tangkoko, tapi sayangnya sekarang sudah punah, akibat perburuan untuk konsumsi dagingnya,” kata Diah.

 

Adapun sembilan ekor Anoa yang sekarang berada di ABC bernama Manis, Rambo, Deno, Rita, Roki, Stela, Maesa, Ana, dan Anara.

[irp posts=”5067″ name=”Pilkada Minahasa 2018, Politik Ideologis vs Genetik Biologis”]

(Rifa Datunugu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending