Satu Siswa SD Inpres Wasian Terpapar Covid-19, Kepsek Tetap Berikan Hak Belajar
Connect with us

Minut

Satu Siswa SD Inpres Wasian Terpapar Covid-19, Kepsek Tetap Berikan Hak Belajar

Published

on

Kepsek Julian Dipan S.Pd menggelar rapat khusus bersama para guru

KlikMINUT  – Satu peserta didik SD Inpres Desa Wasian Kecamatan Dimembe terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), hal ini terungkap saat Kepala Sekolah Julian Dipan S.Pd menggelar rapat mendadak bersama para guru yang berjumlah 14 orang, Selasa, (06/04/2021).

Dikatakan Dipan, rapat ini sengaja digelar untuk mengantisipasi penanganan peserta didik yang dikabarkan terjangkit Covid-19. N(9), siswa kelas empat warga setempat, diketahui terpapar dari lingkungan keluarganya.

“Yang bersangkutan diduga terjangkit Covid-19 dari ayahnya yang bekerja di perusahan tambang emas. Bahkan bukan N saja, yang terjangkit tetapi juga adik balita dan ibunya, semuanya empat orang, sementara kakaknya yang duduk di bangku SMA tidak terjangkit. Hal ini sudah kami laporkan ke Kepala Dinas Pendidikan Olfie Kalengkongan M.Pd,” terang Dipan.

Menurut Dipan, N saat ini sedang diisolasi mandiri bersama keluarganya. Meski demikian pihak sekolah tetap saja memberikan hak belajar bagi siswa tersebut.

“N adalah siswa yang rajin dan aktif berinteraksi dengan teman dan guru sebelum terjangkit Covid-19. Dia tetap diikutkan dalam kegiatan belajar mengajar secara daring (dalam jaringan). Saat ini, isolasi sudah berjalan kurang lebih satu minggu, nanti bila sudah selesai akan diperiksa lagi oleh petugas Puskesmas Tatelu yang menanganinya bersama pemerintah desa. Selain itu kami telah mengirimkan bantuan kepada peserta didik tersebut yang dikumpulkan secara swadaya oleh para guru dan peserta didik lainnya,” terang Dipan.

Apel Kamis pekan lalu, cara perlakuan terhadap peserta didik yang terpapar Covid-19 ditegaskan Kepsek SD Inpres Wasian, Julian Dipan S.Pd

Sementara itu wali kelas empat SD Inpres Wasian, mengaku, sebelumnya siswa tersebut sempat menerima hasil evaluasi ulangan tengah semester.

“Saya sempat menyerahkan hasil evaluasi tengah semester kepada siswa tersebut pada pekan lalu, sehingga saya sangat kaget mendengar kabar tersebut,” ujar Wali Kelas yang minta namanya tidak disebut.

Terpisah, Kadis Pendidikan Minut, Olfie Kalengkongan M.Pd saat dihubungi mengaku saat menerima laporan Kepsek, dirinya telah memberi arahan kepada sekolah tersebut untuk mengikuti perkembangan isolasi mandiri serta perawatan peserta didik tersebut.

“Saya sudah memberi petunjuk, untuk sementara para guru melakukan aktifitas daring dari rumah masing-masing. Kemudian bagi siswa yang tidak memiliki HP supaya dikunjungi dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan,” terang Kalengkongan.

Saat ditanya adakah petunjuk langsung yang dapat dijadikan standart operasional dalam menangani peserta didik yang terpapar Covid-19, Kadis Kalengkongan mengatakan belum memilikinya.

“Belum ada itu, kami hanya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Minut melalui puskesmas-puskesmas setempat dalam menangani persoalan pandemic Covid-19 di sekolah,” tukas Kalengkongan.

Christo, warga Kolongan Tetempangan, Pemerhati Pendidikan, mengungkapkan, sangat disayangkan Dinas Pendidikan Minut belum memiliki data seberapa banyak peserta didik, baik SD maupun SMP yang terpapar Covid-19 selang setahun berjalan. Hal ini diperparah dengan tidak adanya treatmen khusus yang menjadi standart penanganan siswa yang terpapar Covid-19.

“Padahal hal ini sangat penting untuk dapat menentukan cara penanganannya, menurut klasifikasi status orang maupun sebarannya di sejumlah wilayah di Minut,” pungkasnya. (Rubby Worek)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending