Satpol PP Manado Tutup Tempat Spa Samping Shopping Center
Connect with us

Hukrim

Satpol PP Manado Tutup Tempat Spa Samping Shopping Center

Published

on

KlikMANADO – Satpol PP Manado menutup sebuah tempat Spa yang terletak di samping Shopping Center Manado, pada Sabtu (29/3/2020) malam.

Menurut Kasatpol PP Manado Yohanes Waworuntu, Penutupan tersebut dilakukan usai sidak Satgas Covid-19 Manado. Sidak tersebut menemukan adanya pengoperasian Spa yang tidak mengindahkan Surat Edaran Wali Kota Manado terkait upaya percepatan penanganan covid-19.

Waworuntu mengungkapkan, sebelum dilakukan penutupan, pihaknya sebenarnya telah mengambil langkah persuasif dalam bentuk pemberian peringatan, sehari sebelumnya. Dia juga menerangkan bahwa pihaknya mendapati bukti-pelanggaran, yaitu:

  1. Spa dimaksud tidak mengindahkan peraturan yang ada, yaitu tetap dibuka di saat Surat Edaran Wali Kota Manado melarang membuka tempat-tempat keramaian, yang juga antara lain adalah larangan buka bagi usaha spa, dalam rangka Upaya Percepatan Penanganan Covid-19/Corona Virus.
  2. Kalaupun izin yang ditetapkan sebagai Panti Pijat atau spa, tetapi aktivitas kegiatan operasional yang dilakukan bukan melaksanakan kegiatan sebagai spa sebagaimana yang tertera dalam izin dimaksud, melainkan dijadikan sebagai kegiatan lokalisasi/aktivitas (maaf) esek-esek, dengan kata lain telah merubah kegiatan dari izin yang telah ditetapkan, semestinya sebagai spa tetapi melakukan aktivitas lainnya (melanggar perizinan).
  3. Masih mencari keuntungan/melakukan pelanggaran di tengah Pemerintah dan masyarakat sedang bekerja keras dalam upaya memutuskan rantai penyebaran covid-19/social distancing.

Dia menambahkan, sebelum ditutup Satpol PP Manado telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas PMPTSP dan Dinas Pariwisata Kota Manado terkait perizinannya. “Kami juga meminta masing-masing objek pelaku untuk segera keluar dan diberikan pembinaan,” tegasnya.

Seorang perempuan sedang menerima pembinaan. (Sumber: istimewa)

“Kami juga telah menegur keras pihak owner. Hal ini akan dievaluasi lebih lanjut, apabila di kemudian hari lokasi ini masih juga membandel dengan tetap melakukan aktivitas, maka Satpol PP akan mengambil langkah dan tindakan tegas, berupa menutup dengan palang pada pintu masuk yang ada, serta mengusulkan kepada DPM-PTSP untuk mencabut izin yang bersangkutan,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending