Keluarga aparat desa di Mitra Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan
Connect with us

Humaniora

Keluarga aparat desa di Mitra Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Published

on

Santunan

KlikMITRA – Dua ahli waris dari salah satu kepala Jaga atau Honorer Aparat Desa di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang meninggal dunia, menerima santunan Jaminan Kematian dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Manado senilai Rp48 Juta.

 

Penyerahan santunan tersebut dilakukan di sela-sela apel perdana di lapangan Kantor Bupati Minahasa Tenggara, pada Rabu (3/1/2017).

 

Dua pegawai honorer tersebut adalah Almarhum Wens Rotulung yang bertugas sebagai Kepala Jaga 2 Desa Liwutung Kecamatan Pasan, dan Almarhum Sahidin Nanempa bertugas sebagai Kepala Jaga 1 Ponosakan Belang.

 

Adapun masing-masing ahli waris yang menerima santunan adalah berstatus istri almarhum. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Manado Asri Basir mengatakan, meski kepesertaan pegawai honorer di Mitra baru tiga bulan, namun BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan organisasi dibawahi langsung oleh Presiden Jokowi itu, berkewajiban memberikan perlindungan pasti bagi peserta.

 

“Yakni memberikan santunan jaminan kematian kepada ahli waris. BPJS memberikan santunan sebesar Rp24 juta, per masing-masing ahli waris. Jadi totalnya Rp 48 juta,” tuturnya.

 

“Dua Almarhum memang baru saja menjadi peserta dengan iuran hanya sebesar Rp14.000 per bulan, namun sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai penyelenggara jaminan sosial untuk memberikan perlindungan tanpa melihat usia kepesertaan,” terangnya.

 

“Ketika pegawai Non ASN mengalami resiko kerja baik itu resiko kematian atau kecelakaan kerja kami akan langsung memberikan manfaat jaminan,” ujar Asri.

 

Asri pun mengapresiasi kepedulian Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap, karena telah berkomitmen untuk menganggarkan perlindungan Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya ke dalam RAPBD tahun 2018.

 

Selain itu, dia menambahkan, saat ini terdapat 3.305 Pegawai Non ASN untuk Kabupaten Mitra yang terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari guru honorer, Aparat Desa dan Non ASN masing-masing SKPD.

 

Namun Asri tetap mengharapkan agar semua Pegawai Non ASN di Sulawesi Utara dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Saat ini baru 95% dari total pegawai Non ASN yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Tahun 2017, untuk tahun 2018 ini kami mengharapkan agar semua pemerintah daerah di Sulawesi Utara yang belum mendaftarkan pegawai Non ASN-nya ke dalam program BPJS Ketenakerjaan agar segera mendaftar, karena program BPJS Ketenagakerjaan sesuai amanah Undang-Undang No 24 Tahun 2011 adalah wajib bagi semua pekerja di semua sektor termasuk pegawai honorer daerah,” ungkap Asri Basir.

 

BPJS Ketenagakerjaan saat ini mengelola empat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun. BPJS Ketenagakerjaan telah berkomitmen akan memberikan layanan yang mudah, sistem yang andal serta jaringan pelayanan yang luas di seluruh wilayah Sulawesi Utara.

 

(Rifa Datunugu)

Advertisement

Trending