Anda Berada di Daerah Rawan Bencana? Begini Rumah Tahan Bencana
Connect with us

Humaniora

Berada di Lokasi Rawan Bencana? Begini Model Rumah Tahan Bencana

Published

on

Rumah Tahan Bencana

KlikJAKARTA – Secara geografis wilayah Indonesia berada di jalur rawan bencana gempa, banjir, dan tanah longsor.

 

Sebab Indonesia berada di jalur pertemuan beberapa lempeng bumi seperti lempeng benua Eurasia atau eropa dan Asia, lempeng Samudera Hindia, Lempeng Australia dan Lempeng Samudera Pasifik.

 

Dengan demikian, selain gempa tektonik yang banyak terjadi di Indonesia, terdapat pula banyak gunung berapi yang masih aktif di Indonesia yang kapan saja bisa meletus.

 

Banyak gempa yang terjadi di Indonesia antara lain. Gempa di Andaman, Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 dengan Magnitude 9,1 sampai 9,3. Gempa ini setidaknya menelan 283.106 korban. Selain itu gempa ini memicu serangkaian gempa yang terjadi di 13 negara sekitarnya.

 

Gempa Yogyakarta yang terjadi pada tanggal 26 Mei 2006. Terjadi pada pukul 05.55 WIB dengan Magnitude 6,3 setidaknya menelan korban 6.234 jiwa.

 

Gempa Flores, Nusa Tenggara yang terjadi pada tanggal 12 Desember 1992. Terjadi pukul 13.29 WITA dengan Magnitude 7.9 menelan 2.500 korban tewas dan 500 orang terluka. Bahkan menyebabkan Tsunami setinggi 36 meter.

 

Sebenarnya setiap hari terdapat bencana di bumi namun dengan tingkat yang kecil. Selain tiga contoh di atas, masih banyak gempa yang pernah terjadi di Indonesia. Seharusnya dengan kenyataan ini membuat pemerintah dan masyarakat Indonesia sadar pentingnya rumah tahan bencana.

 

Bagaimana Rumah Tahan Bencana?

Sebuah bangunan tahan bencana adalah bangunan yang terbuat dari konstruksi yang kokoh dan menggunakan bahan-bahan ringan.

 

Selain pondasi, kuda-kuda dan kolom dibangun dengan konstruksi yang kuat, Anda perlu memastikan bahwa semua komponen pembangun rumah sudah menyatu dengan sempurna.

 

Untuk bagian dinding serta atap anda harus menggunakan bahan yang ringan, agar saat terjadi guncangan seperti gempa misalnya, momentum dari bahan-bahan ringan tidak akan berayun dengan besar. Sehingga menurunkan resiko tingginya benda untuk jatuh dan roboh.

 

Untuk bagian dinding, Anda dapat menggunakan batu bata yang ringan atau papan kayu. Kemudian satukan dinding dengan kolom menggunakan angker.

 

Diperlukan pengikat silang supaya dinding lebih kaku, hal ini berfungsi untuk menahan gerakan horizontal ketika terjadi goncangan.

 

Salah satu bagian rumah yang biasanya rawan terlempar ketika terjadi guncangan adalah pintu dan jendela. Maka dari ibu pintu dan jendela harus diberi balok linter yang biasanya digunakan pada kusen atas.

 

Rumah tahan bencana sangat penting apalagi untuk rumah yang berada di wilayah rawan. Misalnya dekat dengan gunung berapi, pantai dan lain sebagainya.

 

Hal ini untuk mencegah hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Walaupun dari segi tampilan terlihat lebih unik dan lain dari biasanya. Namun rumah tahan bencana memiliki struktur yang lebih kokoh dan kuaat. Sehingga anda akan aman.

 

(Ayi)

Advertisement

Trending