Connect with us

Ekobis

Rumah Coklat Manado Hadirkan Kue Coklat Ala Santa Claus

Published

on

Rumah Coklat

KlikMANADO – Anda sedang mencari kue natal istimewa? Daripada pusing, Anda mungkin bisa berkunjung ke Rumah Coklat, di bilangan Jalan TNI Raya, dekat Bank BRI, Kelurahan Banjer, Manado.

 

Di Rumah Coklat, Anda bisa mendapatkan kue Natal yang berbahan dasar coklat, tidak seperti kue yang biasa disajikan saat hari besar keagamaan. Kali ini KlikNews bisa pastikan bahwa kue satu ini lain.

 

Ornamen natal yang biasanya melekat di rumah-rumah umat Kristiani juga terbentuk pada kue ini, seperti Santa Claus, Pohon Natal, dan lainnya.

 

Semakin beda karena sebenarnya Rumah Coklat ini adalah milik perempuan muslim berjilbab. Sehingga desainnya pun berasal dari dia sendiri.

 

Rumah Coklat

Pemilik Rumah Coklat, Rahmadian, sedang membuat kue coklat ala Santa Claus

 

Rahmadian, owner usaha ini mengungkapkan, kue coklat ala Natal ini dibuat sengaja menyesuaikan dengan permintaan pasar. “Saat ini banyak yang order coklat dengan ornamen Natal,” ungkapnya.

 

Dia mengatakan, kue ini dipastikan tanpa bahan pengawet. “Coklat ini tanpa bahan pengawet. Ada beberapa macam warna yang digunakan, yaitu hijau, orange, putih, kuning, biru, pink fanta, merah muda,” katanya.

 

Untuk mendapatkan kue ini, Anda cukup mengeluarkan uang senilai Rp45.000 untuk satu toples, yang berisi 20 biji kue. Atau jika masih bingung, Anda bisa menghubungi nomor kontak 085256586558.

 

Baca Juga: Ini Mitos Gunung Lokon

 

(Rifa Datunugu)

Ekobis

Buka Puasa Bersama, KPS Jago Kaji Koperasi dan Ekonomi Umat Bersama Aktivis Muslim

Published

on

KlikMANADO – Koperasi Pemasaran Sahabat (KPS) Jawa Gorontalo (Jago) menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama, di Cafe Pondol Manado, pada Sabtu (8/5/2021).

Kegiatan ini juga dirangkaikan diskusi bertema “Quo Vadis Ekonomi Umat di Tengah Pandemi Covid-19”, dengan Anggota DPRD Sulut Hilman Idrus Abubakar, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Sulut Roy Sendow, dan Ketua El Perisai Sulut Muhammad Nur Andi Bongkang sebagai pembicara.

Menurut Ketua KPS Jago Noho Poiyo, kegiatan ini merupakan salah satu agenda koperasi yang dipimpinnya untuk tidak hanya sekadar melakukan usaha ekonomi saja, melainkan juga aktif mengkaji berbagai persoalan ekonomi.

“Jadi tidak hanya sekadar silaturahmi biasa saja di antara pengurus KPS Jago dan aktivis serta masyarakat saja,” ujar Poiyo.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Sulut Roy Sendow mengungkapkan bahwa sekarang ini banyak bantuan yang diberikan kepada koperasi yang notabene sudah berbadan hukum.

Dia juga membeberkan sejumlah bantuan yang disiapkan Kementerian Koperasi. Di antaranya dengan adanya Lembaga Penjamin Dana Bergulir.

Meski demikian, dia berharap koperasi yang akan dibangun bisa berbeda dari biasanya. “Harus ada inovasi dan sesuai dengan kondisi yang ada sekarang,” ungkapnya.

Adapun Anggota DPRD Sulut Hilman Idrus Abubakar mengajak aktivis untuk bisa mengkaji pengoperasian UMKM, yang menyumbang PAD cukup besar.

“Kajian ini penting di tengah pandemi Covid-19. Karena perekonomian masyarakat harus terus berjalan maksimal,” sambungnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para aktivis muslim Sulut, Ketua Asosiasi Pertukangan Indonesia Sulut Rommy, Staf Khusus Gubernur dr Makmun Djaafara, dan para pengurus KPS Jago.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Ekobis

Bandara Sam Ratulangi Perkenalkan Pasar Digital

Published

on

KlikSULUT – PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Manado terus mendukung dan mewadahi UMKM agar makin mudah dijangkau secara digital.

Buktinya, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Manado kembali mengadakan sosialisasi pengenalan platform digital, website Pasar Digital (PaDi), pada Rabu (5/5/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Piere Tendean Kantor PT Angkasa Pura I (Persero) Manado ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibllity (CSR), yang bertujuan memperkenalkan proses pendaftaran pada website PaDi serta cara penggunaannya kepada pelaku UMKM.

PaDi UMKM merupakan platform yang dibentuk untuk mempertemukan BUMN dan UMKM, dengan harapan dapat mengoptimalkan, mempercepat serta mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM.

Dengan diadakannya sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pelaku UMKM dalam meningkatkan penjualan, khususnya pada masa pandemi saat ini.

Hal ini juga, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 17 di bidang kemitraan, guna menguatkan ukuran implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan, serta SDGs nomor 9 di bidang industri, inovasi dan infrastruktur dalam meningkatkan akses industri dan perusahaan skala kecil.

Stakeholder Relation Manager Yanti Pramono berharap, sebanyak 12 pelaku UMKM yang hadir dalam sosialiasi dapat memanfaatkan platform Pasar Digital (PaDi) UMKM ini.

“Dalam website ini konsumen atau pelanggan cenderung akan direkomendasikan pada lokasi atau jarak tempat tinggal yang sesuai dengan pelaku UMKM,” ujarnya.

“Diharapkan juga Pasar Digital (UMKM) ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk pengembangan usaha masing-masing dan tidak perlu takut untuk bersaing dengan harga barang ataupun jasa,” sambungnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Ekobis

Pemuda Muslimin Manado Bahas Literasi Ekonomi Umat

Published

on

Ekonomi Umat
Para pembicara. (Sumber Foto: KlikNews)

KlikSULUT – Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Kota Manado menggelar Diskusi dan Buka Puasa Bersama (Bukber) di Kantor DPD RI Sulawesi Utara, pada Minggu (2/5/2021).

Kegiatan bertema Shaum dan Literasi Ekonomi Umat tersebut melibatkan senator DPD RI Hi Djafar Alkatiri, Ketua Baznas Sulut Hi Abid Takalamingan, dan budayawan Reiner Ointoe sebagai pembicara.

Dalam kesempatan tersebut, Hi Djafar Alkatiri membeberkan bahwa sebenarnya infrastruktur ekonomi umat di Indonesia terhitung cukup banyak.

Salah satunya adalah Bank Syariah Indonesia (BSI), yang dinilainya memiliki kekuatan modal besar. Selain itu, ada juga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Meski demikian, dia mengungkapkan bahwa literasi ekonomi umat masih sedikit. Sehingga pengetahuan dan pemahaman masyarakat muslim perlu ditingkatkan.

Adapun Hi Abid Takalamingan menyinggung potensi ekonomi umat. Menurut dia, ekonomi umat seharusnya bisa membantu negara untuk semakin maju.

Dia pun mencontohkan kondisi perekonomian Madinah saat masa kenabian. “Begitu pun pada masa kekhalifahan, hingga masa Ottoman, yang notabene menggunakan sistem ekonomi keumatan,” terangnya.

Reiner Ointoe juga menegaskan bahwa selain literasi, masyarakat muslim harus menekankan persoalan integritas. “Sehingga pengaplikasiannya bisa berjalan sebagaimana seharusnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Kota Manado Hadi Prestasi mengungkapkan, kegiatan diskusi dan bukber literasi ekonomi umat ini adalah salah satu program dalam mengisi bulan suci Ramadan 1442 H.

“Pembahasan ini, menurut kami, sangat penting di era pandemi Covid-19 yang saat ini cukup menyulitkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Dia berharap, kegiatan ini bisa berlanjut secara intens, sehingga mampu diaplikasikan secara baik dan seharusnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending