Rotasi Bumi Melambat Bakal Bikin Gempa Meningkat
Connect with us

Headline

Rotasi Bumi Melambat Bakal Bikin Gempa Meningkat

Published

on

Rotasi Bumi

KlikINTERNASIONAL – Beberapa waktu lalu, beredar sebuah ramalan seorang Profesor Fisika, Babu Kalayil, bahwa akan terjadinya gempa bumi dan tsunami besar yang akan melanda negara-negara di wilayah Asia, sebelum Desember 2017.

 

Ramalan tersebut kemudian dibantah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan mengungkapkan bahwa ramalan tersebut berkategori hoax. Kini, prediksi serupa kembali muncul dalam forum tahunan Geological Society of America.

 

Sejumlah ilmuwan asal Amerika Serikat mengungkapkan peristiwa gempa akan melonjak dari sisi kuantitas secara signifikan, pada tahun 2018 mendatang. Mereka meyakini, hal itu disebabkan melambatnya rotasi Bumi, sehingga memicu aktivitas seismik yang intens, khususnya di wilayah tropis yang padat penduduk.

 

Dikutip dari The Guardian, Mereka menyebut, melambatnya rotasi itu terjadi cukup kecil, yaitu sekira 1 milidetik. Namun, dampaknya dapat memicu peristiwa alam yang signifikan.

 

Korelasi antara rotasi dan gempa, kata mereka, menunjukkan hubungan yang sangat kuat. “Korelasi itu menunjukkan bahwa akan terjadi peningkatan jumlah gempa bumi yang hebat pada tahun depan,” kata ilmuwan dari University of Colorado in Boulder, Roger Bilham.

 

Dia dan Rebecca Bendick dari University of Montana in Missoula mengatakan, kesimpulan itu diambil setelah menilik lindu berkekuatan 7 SR dan gempa lebih besar lagi, yang terjadi sejak tahun 1900.

 

Bilham dan Bendick menemukan bahwa beberapa periode tahun gempa berskala besar terjadi secara signifikan dan lebih banyak dibandingkan dengan periode tahun lain. “Pada lima periode itu, ada 25 sampai 30 gempa dalam setahun. Sementara pada periode lain, hanya ada rata-rata 15 gempa per tahunnya,” papar Bilham.

 

Kedua ilmuwan itu pun selanjutnya melakukan pemeriksaan dan menemukan korelasi antara aktivitas seismik intens dan variasi dan fluktuasi rotasi Bumi. “Perputaran Bumi sedikit berubah sekitar 1 milidetik perhari. Kami mengukurnya secara akurat menggunakan jam bertenaga atom.”

 

Bilham dan Bendick juga menemukan, telah terjadi periode sekitar lima tahun ketika rotasi Bumi melambat, dan disusul lonjakan kuantitas gempa bumi pada beberapa waktu ke depan.

 

“Dari pengukuran itu, Bumi seakan menawarkan kita suatu prediksi mengenai potensi gempa di masa yang akan datang, setidaknya per-lima tahun ke depan,” papar Bilham.

 

Atas dasar perhitungan tersebut, mereka mencapai kesimpulan tentang suatu prediksi bahwa akan terjadi lonjakan lindu, pada 2018 nanti. “Rotasi Bumi sudah melambat sejak empat tahun lalu, ungkap Bilham.

 

“Maka, kesimpulannya jelas. Tahun depan kita harus mempersiapkan atas terjadinya peningkatan yang signifikan dalam jumlah gempa bumi yang terjadi,” papar Bilham.

 

“Tahun ini sudah ada enam lindu. Tahun 2018 nanti, bisa sekitar 20 gempa,” tambahnya.

 

Sayangnya, makalah yang ditulis mereka berdua tidak menjelaskan secara detail penyebab pelambatan rotasi yang mampu berkorelasi dengan peningkatan aktivitas seismik. Bilham dan Bendick juga tak mampu menentukan titik persisnya gempa.

 

(Sahril Kadir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending