Rembug Stunting, Bupati JG : Geser Anggaran Sudah Paripurna
Connect with us

Minut

Rembug Stunting, Bupati JG : Geser Anggaran Sudah Paripurna

Published

on

Bupati Joune Ganda ikut menandatangani komitmen bersama penanganan, pencegahan dan penurunan stunting.

KlikMINUT – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Kesehatan menggelar rembug stunting(kondisi tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya) dalam rangka aksi percepatan pencegahan dan penurunan stunting Senin, (22/03/2021) di Aula Bapelitbang.
Rembug Stunting ini dihadiri langsung oleh Bupati Minut Joune Ganda SE dan Wakil Bupati Kevin Wiliam Lotulung SH MH.
Dalam rembug ini ditandatangani juga komitmen bersama aksi percepatan, pencegahan dan penurunan stunting yang didalamnya tertuang tiga poin penting untuk disepakati.
Poin tersebut antara lain, merumuskan strategi, kebijakan perencanaan dan penganggaran program untuk intervensi prioritas, khususnya di lokasi prevalensi stunting tinggi atau kesemjangan cakupan yang tinggi. Melaksanakan aksi konvergensi penurunan stunting terintegeasi dengan mengoptimalkan peran aktif perangkat daerah, pemerintah desa, masyarakat, serta pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting terintegrasi. Dan poin ketiga, menyusun kebijakan daerah yang membuat bahan sosialisasi dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran publik dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.

Bupati Joune Ganda memberi perhatian serius untuk penanganan stunting ini.
“Saya tentunya memerintahkan OPD terkait untuk mengganggarkan penanganan stunting ini, sehingga pada tahun 2022 nanti Minut bisa bebas stunting,” tukas Ganda.
Lanjut, dikatakan Ganda, komitmen ini sudah paripurna, baik Pemkab maupun DPRD Minut, termasuk kelompok organisasi yang masuk dalam kategori sensitif.
Menurut Bupati Ganda fokus utama sebenarnya ada di BKKBN, jadi penanganan stunting ini harus treatmen dari ibu hamil sehingga potensi stunting bisa ditekan sejak dini.

Terpisah, Pemateri tunggal dari Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Sam Larobu SH MH, mengatakan dari 70 kabupaten kota yang direncanakan melaksanakan rembug stunting, Minut merupakan yang pertama.
“Konvergensi adalah penggabungan upaya-upaya pencegahan dan penurunan stunting yang terdiri dari 30 persen Dinas Kesehatan dan 70 persen stakeholder terkait atau sensitif. Diperlukan kerja sama semua pihak untuk menurunkan stunting. Diharapkan juga Pemkab Minut menata anggaran untuk kepentingan ini. Secara sistematis ada delapan aksi dalam melakukan pencegahan penurunan stunting ini,” ujar Sam yang didampingi Tenaga Ahli P3MD Murphy Kuhu SIP.
Dikatakannya lagi, penanganan stunting harus dimulai dari ibu hamil dan1000 hari pertama kehidupan balita.
Sesui dengan data yang dihimpun kasus Stunting sampai dengan Maret 2021 di Minut terdapat 379 kasus yang terdiri dari 208 yang berada di lokus, di 18 desa dan sisanya di 113 desa dan kelurahan di luar lokus penanganan.
Kecamatan Wori merupakan “penyumbang” kasus terbanyak dengan 108 kasus. Sementara untuk yang berpotensi stunting ada 145 kasus dari ibu-ibu hamil.
Camat Wori Edward Tamamilang, meminta bantuan untuk Kecamatan Wori
“Kami berharap bupati dam wakil dapat memberikan prioritas untuk Wori karena selama ini Kecamatan Wori belum pernah mendapat bantuan penanganan stunting,” ungkap Tamamilang. (Rubby Worek)

Berikut data sebaran kasus Stunting di desa-desa di Minut tahun 2021 berdasarkan lokus pananganan.

Desa                       Jumlah Balita                 Kasus

Kaasar                             78                               10

Watudambo                  130                              21

Waleo                              57                               7

Watutumou                    115                             17

Kokoleh Dua                    42                              5

Paslaten                           55                               7

Bahoi                                29                               4

Termaal                            50                               6

Sonsilo                              41                               10

Warisa Kampung Baru   70                            13

Talawaan Bantik             61                              9

Minaesa                           130                            24

Kima Bajo                         93                             15

Budo                                 64                              14

Ponto                                59                              9

Darunu                             60                             16

Tiwoho                             60                            16

Bango                               30                             5
Jumlah : 1224 208

Sumber : Dinas Kesehatan Minut

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending