Connect with us

Headline

Referendum Catalan, 480 Orang Luka-luka

Published

on

Referendum Catalan

KlikINTERNASIONAL – Upaya referendum Catalan telah melukai lebih dari 840 orang, setelah polisi anti huru hara Spanyol dengan menggunakan pentungan dan peluru karet berhasil masuk ke tempat pemungutan suara (TPS) di beberapa titik.

 

Pemimpin Regional Catalonia pun telah membuka pintu menggelar deklarasi sepihak dari Spanyol. “Pada hari harapan dan penderitaan ini, warga Catalonia telah mendapatkan hak untuk memiliki sebuah negara merdeka dalam bentuk sebuah republik,” kata Pemimpin Regional Catalonia Carles Puigdemont.

 

“Pemerintah saya, dalam beberapa hari ke depan akan mengirimkan hasil pemungutan suara hari ini kepada Parlemen Catalan, di mana kedaulatan rakyat kita terbengkalai, sehingga bisa bertindak sesuai dengan hukum referendum,” sambungnya.

 

Pemerintah Catalan mengklaim ada sekitar 2,26 juta orang yang telah memberikan suara dalam referendum, pada Minggu (1/10/2017). 90 persen diantaranya memilih berpisah dari Spanyol.

 

Terlukanya puluhan warga itu disebabkan peluru karet yang dilontarkan polisi di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di Barcelona. Hal itu diungkapkan Layanan Darurat Catalan.

 

Pemimpin regional Carles Puigdemont menuduh pihak berwenang Spanyol menggunakan kekerasan yang tidak adil, tidak proporsional dan tidak bertanggung jawab untuk menghentikan referendum.

 

Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy berpendapat bahwa pemungutan suara itu ilegal. Sehingga, wilayah tersebut telah gagal mengadakan referendum, sambil mengungkapkan harapan bahwa “mereka menyerah pada jalan itu”.

 

“Kita tidak bisa membiarkan harmoni 40 tahun dilempar ke udara melalui pemerasan seluruh bangsa. Saya harap sekarang mereka menyerah di jalan yang, seperti yang terlihat hari ini, mengarah ke mana-mana,” kata Rajoy.

 

Di tengah krisis politik terbesar Spanyol dalam beberapa dasawarsa, Rajoy mengatakan bahwa dia akan memanggil semua pihak untuk “merenungkan masa depan”, namun dialog mengenai Catalonia akan tetap “sesuai undang-undang”.

 

Hukum referendum, yang dianggap inkonstitusional oleh Madrid, meramalkan sebuah deklarasi kemerdekaan sepihak oleh parlemen daerah Catalonia jika mayoritas memilih untuk meninggalkan Spanyol.

 

Meski demikian, pemungutan suara dan statusnya sendiri tidak memiliki status hukum karena telah diblokir oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol, yang membuatnya bertentangan dengan konstitusi 1978 yang secara efektif memulihkan demokrasi di Spanyol setelah kediktatoran Jenderal Francisco Franco.

 

Menteri dalam negeri Spanyol, Juan Ignacio Zoido, telah menggambarkan tanggapan polisi Guardia Civil and Spanish sebagai “proporsional dan profesional”, memposting video seorang petugas yang membantu seorang ayah dan anak di Sant Julia de Ramis, Girona.

 

Di tengah krisis politik terbesar Spanyol dalam beberapa dasawarsa, Rajoy mengatakan bahwa dia akan memanggil semua pihak untuk “merenungkan masa depan”, namun dialog mengenai Catalonia akan “sesuai undang-undang”.

 

(Ayi)

Headline

Update Peta Risiko Covid-19 di Sulut Per 24 Januari 2021

Published

on

Update Peta Risiko
Peta Risiko Covid-19 Terbaru. (Sumber Foto: GTN)

KlikSULUT – Gugus Tugas Nasional Covid-19 kembali mengumumkan update perkembangan terbaru peta risiko Covid-19 secara Nasional.

Sebagaimana dirilis dalam website resmi Gugus Tugas Nasional Covid-19, khusus Sulawesi Utara ada empat kabupaten dan kota yang berkutat pada zona merah. Sisanya ada pada zona oranye.

Berikut update daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 24 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona merah jadi zona oranye

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona merah jadi zona oranye

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona merah jadi zona oranye

Kotamobagu tetap zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

Update Peta Risiko Covid-19: 7 Daerah di Sulut Zona Merah

Published

on

Konfirmasi Positif Covid-19
Ilustrasi. (Sumber Foto: Dok KlikNews)

KlikJAKARTA – Gugus Tugas Nasional kembali meng-update peta risiko Covid-19 per 17 Januari 2021.

Dari update tersebut diketahui ada 108 kabupaten dan kota berstatus zona merah, 347 zona oranye, 45 zona kuning, dan 14 kabupaten dan kota tidak terdampak atau tak ada kasus baru.

Untuk Sulawesi Utara, peta risiko kembali berubah. Jika sebelumnya hanya ada tiga daerah zona merah, per 17 Januari 2021 ini bertambah empat daerah. Sehingga total ada tujuh kabupaten dan kota yang berstatus risiko tinggi atau zona merah.

Berikut daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 17 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona oranye naik jadi zona merah

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona oranye naik jadi zona merah

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona oranye naik jadi zona merah

Kotamobagu dari zona oranye naik jadi zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

BMKG Jelaskan Penyebab Banjir di Pesisir Pantai Manado

Published

on

Kondisi salah satu wilayah pesisir pascakejadian hantaman air laut. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab banjir di wilayah pesisir Pantai Manado, yang terjadi pada Minggu (17/1/2021).

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, peristiwa tersebut merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia.

“Peristiwa naiknya air laut yang menyebabkan banjir terjadi di Pesisir Manado kemarin merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu mengungsi, tapi tetap waspada dan terus memantau serta memperhatikan update informasi cuaca terkini dari BMKG,” kata Eko, Senin (18/1/2021).

Eko menjelaskan, peristiwa tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain angin kencang berkecepatan maksimum 25 Knot yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di Laut Sulawesi, Perairan utara Sulawesi Utara, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud dan Laut Maluku bagian utara dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 – 4,0 meter.

“Bersamaan dengan itu juga adanya pengaruh kondisi pasang air laut maksimum di wilayah Manado yang menunjukkan peningkatan pasang maksimum harian setinggi 170-190 cm dari rata-rata tinggi muka air laut (Mean Sea Level/MSL) pada pukul 20.00-21.00 Wita,” ungkapnya.

Berdasarkan analisis gelombang diketahui, arah gelombang tegak lurus dengan garis pantai sehingga dapat memicu naiknya air ke wilayah pesisir.

“Akumulasi kondisi di atas yaitu gelombang tinggi, angin kencang di pesisir dan fase pasang air laut maksimum yang menyebabkan terjadi kenaikan air laut sehingga mengakibatkan banjir yang terjadi di Manado,” jelasnya.

Lanjut dia, beberapa hari terakhir wilayah Sulawesi Utara dilanda hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan. “Fenomena cuaca tersebut sebenarnya merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi terutama pada saat puncak musim hujan seperti saat ini,” terangnya.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir selalu mewaspadai ancaman bahaya pesisir ketika fase pasang air laut berbarengan dengan gelombang tinggi,” tambah Eko.

Masyarakat juga diharapkan mengambil langkah antispatif terhadap potensi masuknya air laut ke daratan pada saat fase pasang air laut yang bersamaan dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung dan mengikuti arahan dari BNPB atau BPBD setempat,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending