Connect with us

Headline

Ramaikan Gowes Pesona Nusantara, GSVL-Mor Dampingi Menpora dan Gubernur Sulut Bersepeda

Published

on

Wali Kota Manado, Menpora, Gubernur Sulut dan Wakil Wali Kota Manado saat pembukaan Gowes Pesona Nusantara

KlikMANADO – Ribuan warga Manado memadati kawasan Megamas Manado, untuk mengikuti dan menyaksikan Gowes Pesona Nusantara 2017, Gala Desa, dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Selam, Sabtu (29/7/2017) pagi.

 

Wali Kota Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Mor Bastiaan pun tak mau ketinggalan meramaikan event nasional yang dihadiri pula oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Menpora Imam Nahrawi.

Bersepeda Gowes Pesona Nusantara

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado bersepeda bersama Menpora. (humas pmk mdo)

Usai penyerahan simbolisasi tanah dan air Minahasa, Menpora, Gubernur dan Wali Kota Manado pun melepas peserta Gowes Pesona Nusantara yang diikuti ribuan pesepeda di Kota Manado. Bahkan, GSVL-Mor sapaan akrab Wali Kota dan Wawali Manado, ikut mendampingi Menpora dan Gubernur bersepeda mengelilingi kawasan Megamas.

Gubernur Sulut dan Menpora melepas peserta Gowes Pesona Nusantara.

Gubernur Sulut dan Menpora melepas peserta Gowes Pesona Nusantara. (humas pmk mdo)

“Saya dan Pak Mor ikut mendampingi Pak Menteri dan Pak Gubernur ikut bersepeda di Megamas. Ini sebagai tanda lanjutan bersepeda secara nasional dalam Gowes Nusantara yang telah dimulai dari Kota Sabang Provinsi Aceh,” jelas Lumentut.

Gowes Pesona Nusantara

Wali Kota, Wakil Wali Kota Manado dan Menpora foto bersama dengan peserta Kejurnas Selam. (humas pmk mdo)

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengaku salut atas antusiasme masyarakat Kota Manado dalam kegiatan bertaraf nasional tersebut. “Saya mengapresiasi keikutsertaan masyarakat Kota Manado dalam kegiatan ini. Saya ingin sekali bersepeda keliling Kota Manado, tapi perjalanan saya dari Jakarta terganggu karena pesawat delay. Terima kasih atas perhatian yang besar dari masyarakat Kota Manado,” ujar Mènpora saat menyampaikan sambutan dalam upacara pembukaan Kejurnas Selam.

Gowes Pesona Nusantara

Foto bersama dengan atlet Sepak Takraw. (humas pmk mdo)

Dirinya juga mengungkapkan Gowes Pesona Nusantara dilaksanakan sebagai upaya menggalakkan olahraga bersepeda di tengah masyarakat. Karena ke depan, bersepeda akan menjadi salah satu alat transportasi.

Gowes Pesona Nusantara

Wali Kota Manado bermain takraw. (humas pmk mdo)

“Kegiatan Gowes Pesona Nusantara ini dimaksudkan untuk memasyarakatkan kembali olahraga bersepeda. Ini juga sebagai upaya kita ingin menjadikan sepeda sebagai salah satu alat transportasi,” tukas Nahrawi.

 

Bukan hanya bersepeda, GSVL dan Mor juga ikut bersama Menpora melihat dari dekat suasana permainan sepak takraw dan menyaksikan lomba perahu hias di Pantai Teluk Manado. (Lipsus/Ayi)

Headline

Update Peta Risiko Covid-19 di Sulut Per 24 Januari 2021

Published

on

Update Peta Risiko
Peta Risiko Covid-19 Terbaru. (Sumber Foto: GTN)

KlikSULUT – Gugus Tugas Nasional Covid-19 kembali mengumumkan update perkembangan terbaru peta risiko Covid-19 secara Nasional.

Sebagaimana dirilis dalam website resmi Gugus Tugas Nasional Covid-19, khusus Sulawesi Utara ada empat kabupaten dan kota yang berkutat pada zona merah. Sisanya ada pada zona oranye.

Berikut update daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 24 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona merah jadi zona oranye

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona merah jadi zona oranye

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona merah jadi zona oranye

Kotamobagu tetap zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

Update Peta Risiko Covid-19: 7 Daerah di Sulut Zona Merah

Published

on

Konfirmasi Positif Covid-19
Ilustrasi. (Sumber Foto: Dok KlikNews)

KlikJAKARTA – Gugus Tugas Nasional kembali meng-update peta risiko Covid-19 per 17 Januari 2021.

Dari update tersebut diketahui ada 108 kabupaten dan kota berstatus zona merah, 347 zona oranye, 45 zona kuning, dan 14 kabupaten dan kota tidak terdampak atau tak ada kasus baru.

Untuk Sulawesi Utara, peta risiko kembali berubah. Jika sebelumnya hanya ada tiga daerah zona merah, per 17 Januari 2021 ini bertambah empat daerah. Sehingga total ada tujuh kabupaten dan kota yang berstatus risiko tinggi atau zona merah.

Berikut daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 17 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona oranye naik jadi zona merah

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona oranye naik jadi zona merah

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona oranye naik jadi zona merah

Kotamobagu dari zona oranye naik jadi zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

BMKG Jelaskan Penyebab Banjir di Pesisir Pantai Manado

Published

on

Kondisi salah satu wilayah pesisir pascakejadian hantaman air laut. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab banjir di wilayah pesisir Pantai Manado, yang terjadi pada Minggu (17/1/2021).

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, peristiwa tersebut merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia.

“Peristiwa naiknya air laut yang menyebabkan banjir terjadi di Pesisir Manado kemarin merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu mengungsi, tapi tetap waspada dan terus memantau serta memperhatikan update informasi cuaca terkini dari BMKG,” kata Eko, Senin (18/1/2021).

Eko menjelaskan, peristiwa tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain angin kencang berkecepatan maksimum 25 Knot yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di Laut Sulawesi, Perairan utara Sulawesi Utara, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud dan Laut Maluku bagian utara dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 – 4,0 meter.

“Bersamaan dengan itu juga adanya pengaruh kondisi pasang air laut maksimum di wilayah Manado yang menunjukkan peningkatan pasang maksimum harian setinggi 170-190 cm dari rata-rata tinggi muka air laut (Mean Sea Level/MSL) pada pukul 20.00-21.00 Wita,” ungkapnya.

Berdasarkan analisis gelombang diketahui, arah gelombang tegak lurus dengan garis pantai sehingga dapat memicu naiknya air ke wilayah pesisir.

“Akumulasi kondisi di atas yaitu gelombang tinggi, angin kencang di pesisir dan fase pasang air laut maksimum yang menyebabkan terjadi kenaikan air laut sehingga mengakibatkan banjir yang terjadi di Manado,” jelasnya.

Lanjut dia, beberapa hari terakhir wilayah Sulawesi Utara dilanda hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan. “Fenomena cuaca tersebut sebenarnya merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi terutama pada saat puncak musim hujan seperti saat ini,” terangnya.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir selalu mewaspadai ancaman bahaya pesisir ketika fase pasang air laut berbarengan dengan gelombang tinggi,” tambah Eko.

Masyarakat juga diharapkan mengambil langkah antispatif terhadap potensi masuknya air laut ke daratan pada saat fase pasang air laut yang bersamaan dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung dan mengikuti arahan dari BNPB atau BPBD setempat,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending