Radang Usus? Cegahlah!
Connect with us

Catatan Publik

Radang Usus? Cegahlah!

Published

on

RADANG usus atau inflammatory bowel disease (IBD) merupakan kondisi dimana usus atau saluran pencernaan mengalami infeksi atau peradangan kronis.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti penyakit ini. Namun beberapa faktor yang diyakini mempengaruhi munculnya radang usus ini. Antara lain faktor keturunan, gangguan sistem kekebalan tubuh, merokok, dan riwayat infeksi.

Penyakit ini disebut diawali oleh bakteri yang masuk ke dalam dinding usus. Bakteri ini dapat melawan sistem tubuh sehingga membentuk inflamasi atau peradangan.

Gejala yang dapat meliputi penyakit ini yaitu gejala diare, pendarahan, nyeri perut dan kram, demam serta kelelahan, dan nafsu makan berkurang.

Radang usus buntu paling sering dialami anak-anak. Sekitar 4 dari setiap 1.000 anak di bawah usia 14 tahun pernah menjalani operasi usus buntu. Meski begitu, tak menutup kemungkinan remaja dan dewasa juga bisa mengalami penyakit ini, terutama di usia 15-30 tahun.

Penyebab Radang Usus

Radang usus bisa dipicu beberapa hal, seperti infeksi virus, bakteri, maupun parasit.

  1. Infeksi virus. Norovirus adalah jenis virus yang kerap menjadi biang radang usus kecil. Virus ini menyebabkan penyerapan cairan dan nutrisi berkurang. Biasanya virus ini masuk dari makanan yang dicerna tubuh. Namun virus ini dapat menular tanpa perantara makanan, seperti melalui kontak tangan, benda maupun bekas muntahan penderita.
  2. Infeksi bakteri. Kebanyakan kasus infeksi bakteri bersumber dari makan. Bakteri-bakteri menempel di dinding usus dan mengeluarkan racun yang menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak cairan.
  3. Infeksi parasit. Infeksi ini kerap menyerupai gejala keracunan makanan. Salah satu parasit penyebab infeksi adalah giardia. Parasit ini akan menempel pada usus kecil dan menurunkan kemampuannya untuk menyerap cairan secara normal sehingga menyebabkan diare. Parasit ini hidup dalam air (biasanya kolam renang atau danau) dan masuk ke dalam tubuh melalui air yang terminum.

Beberapa makanan yang dapat mempengaruhi peradangan usus, antara lain makanan instan, gorengan, makanan yang terlalu asin, dan pedas.

Pencegahan

  1. Hindari kondisi stres
  2. Hindari makanan dan minuman yang mengiritasi dinding saluran pencernaan, seperti makanan yang pedas dan minuman berkafein.
  3. Hindari merokok.
  4. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah makan.

5.Sebaiknya konsumsi Makanan dan minuman yang kebersihannya terjaga.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 4 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending