Putra Sulut Terjaring OTT KPK. Siapa Dia???
Connect with us

Headline

Putra Sulut Terjaring OTT KPK

Published

on

Putra Sulut

KlikJAKARTA – Satu lagi putra Sulut yang harus diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT), Sabtu (16/9/2017) kemarin.

 

Kali ini, tak tanggung-tanggung putra Sulut yang ditangkap KPK adalah Wali Kota Batu Jawa Timur Edy Rumpoko.

 

Informasinya, penangkapan terhadap pria kelahiran Manado, 8 Agustus 1960 ini dilakukan berkaitan dengan kasus dugaan suap sebuah proyek bernilai miliaran di Kota Batu.

 

Selain Edy, tim penindakan KPK juga berhasil menangkap sejumlah pihak yang diduga menjadi pihak penyuap.

 

Saat ini, Edy sedang dibawa menuju Jakarta, tepatnya ke Gedung KPK, untuk diperiksa secara intensif. Pemeriksaan itu nantinya yang akan menentukan status hukumnya.

 

Sebelum dibawa ke Jakarta, Edy sempat menjalani pemeriksaan di Ruang Unit Tipikor Polda Jawa Timur. Politisi PDIP ini dan empat orang lainnya keluar dari ruangan itu sekira pukul 20.40 WIB.

 

Menariknya, Edy sempat memberikan pernyataan kepada wartawan tentang proses penangkapannya, usai pemeriksaan di Polda Jawa Timur.

 

Dia mengaku kaget dengan kedatangan KPK di rumah dinasnya, Sabtu (16/9/2017) siang. Saat itu, dia mengaku sedang mandi. “Saya di rumah, tahu-tahu digedor di kamar mandi,” katanya.

 

Anak dari Wali Kota Malang Periode 1973-1983 itu juga mengaku tidak tahu alasan tim KPK menangkapnya. “Uang apa, saya tidak tahu,” ucapnya. KPK sendiri memiliki waktu selama 1 x 24 jam untuk dapat menentukan status Edy dan pihak swasta itu.

 

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristianto menegaskan, tidak ada toleransi bagi kader yang ditangkap KPK. “Itu merupakan tindakan pribadi, tidak ada toleransi,” kata Hasto.

 

Sebagaimana diketahui, dalam sepekan terakhir ini KPK benar-benar menunjukkan taringnya lewat operasi OTT. Pada 13 September, KPK menangkap Bupati Batubara, Sumut, OK Arya Zulkarnain. Sedangkan pada 14 September, KPK menangkap Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali karena kasus suap.

 

Sebelumnya, Edy adalah putra Sulut yang terhitung sukses. Dia sebenarnya memimpin Kota Batu sejak tahun 2007 hingga sekarang. Jika sesuai schedule, masa tugasnya akan berakhir Desember nanti.

 

Adapun isterinya, Dewanti Rumpoko, akan menjadi Wali Kota Batu menggantikan Edy, setelah memenangkan Pemilihan Wali Kota Batu tahun 2017 lalu bersama pasangannya Punjul Santoso.

 

(Tim)

Advertisement

Trending