Pedagang Berdagang di Pusat Kota Manado Tanpa Izin
Connect with us

Hukrim

Pedagang Berdagang di Pusat Kota Manado Tanpa Izin

Published

on

Pusat Kota

KlikMANADO – Pusat Kota Manado menjelang perayaan hari Natal dan Tahun Baru 2018 kian padat. Apalagi di beberapa titik terlihat makin banyak pedagang yang berjualan dengan menggunakan badan jalan.

 

Sebagaimana pantauan KlikNews pada Kamis (21/12/2017), kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) hingga Jumbo Swalayan sudah ditempati pedagang. Bahkan, terlihat para pedagang sudah membuka lapak dan mulai menawarkan barang dagangan mereka kepada warga yang beraktivitas di pusat kota.

 

Barang yang diperdagangkan pun terhitung murah dan menjadi barang pokok yang biasanya digunakan saat perayaan hari besar keagamaan.

 

Meski demikian, menurut salah satu pedagang, keuntungan yang didapatkan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Sekarang perhari paling tinggi yang didapatkan berkisar Rp200-300 ribu, sementara untuk tahun lalu bisa didapatkan hingga Rp1.000.000/hari,” ujar pedagang yang enggan dimuat namanya, Kamis (21/12/2017).

 

Sementara itu, Kristy, salah satu pembeli mengaku lebih memilih berbelanja di kawasan tersebut. Sebab, harganya murah dan mudah didapatkan. “Saya senang berbelanja di sini. Karena selain murah, barangnya mudah untuk didapatkan,” ujar kristy.

 

Menariknya, keberadaan pedagang di pusat kota itu disebut-sebut tidak mendapatkan izin dari pemerintah. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol-PP) Manado Xaverius Runtuwene, ketika dikonfirmasi mengatakan, penggunaan kawasan tersebut untuk aktivitas jual beli tidak ada izin.

 

Dia pun menegaskan, Pemerintah Kota akan turun langsung untuk menindak tegas para pedagang yang membuka lapak di kawasan Pusat Kota Manado. “Kami tidak memberikan izin, sampai hari-H tiba, jika kedapatan ada yang membuka lapak, maka kami akan bertindak tegas,” tandasnya.

[irp posts=”4778″ name=”Tujuh Warga Terduga ISIS dari Suriah Diamankan”]

(Rifa Datunugu)

Advertisement

Trending