Punjul Santoso Gantikan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko
Connect with us

Headline

Punjul Santoso Jadi Plt Wali Kota Batu

Published

on

Punjul Santoso

KlikJAKARTA – Kekosongan pejabat Wali Kota Batu pascapenangkapan Eddy Rumpoko, Sabtu (16/9/2017) lalu akhirnya tak memakan waktu lama.

 

Punjul Santoso yang sebelumnya adalah Wakil Wali Kota Batu dilantik secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/9/2017) malam.

 

Pelantikan Punjul sebagai Plt Wali Kota Batu dilakukan usai Wali Kota Batu Eddy Rumpoko ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK dalam perkara suap.

 

Pada pelantikan itu, Tjahjo didampingi Gubernur Jatim Soekarwo. Adapun Surat keputusan (SK) Plt Wali Kota Batu diserahkan Gubernur Soekarwo kepada Punjul dengan disaksikan oleh Menteri Tjahjo.

 

Untuk diketahui, pelantikan Plt Wali Kota Batu itu dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 131.35/4269/SC, Pasal 65 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 23 tentang 2014 tentang Pemerintah Daerah.

 

“Berkenaan dengan Operasi Tangkap Tangan dan penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Saudara Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu, dengan hormat disampaikan,” bunyi awal kalimat dari SK tersebut.

 

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari website resmi kemendagri, keputusan Plt itu diambil agar roda pemerintahan berjalan seperti biasanya.

 

“Jangan sampai roda pemerintahan berhenti. Tugas Plt juga mempersiapkan proses pelantikan wali kota yang baru hasil pilkada serentak 2017. Masa jabatan wali kota yang lama habis pada awal Desember,” kata Tjahjo.

 

Dia juga berpesan agar pemerintahan di daerah jangan sampai terganggu dengan adanya OTT. Karena, pusat akan segera mengambil sikap dengan mengangkat Plt setelah ada pernyataan resmi KPK, sehingga birokrasi dan pelayanan publik tak bermasalah.

 

Tjahjo mengaku sangat prihatin dengan maraknya kasus korupsi. Meski demikian, dia menilai tindakan KPK patut diapresiasi.

 

Menurutnya, ini bagian dari keinginan Presiden RI Joko Widodo untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

 

Dia juga sangat yakin, KPK pasti memiliki cukup bukti dan data-data atas dugaan kasus yang tengah diselidiki. Karena itu, Tjahjo terus meminta agar pejabat daerah berhati-hati terhadap area rawan korupsi, apalagi memasuki tahun politik ini.

 

(Tim)

Advertisement

Trending