Puisi-Puisi Nuriman Bayan
Connect with us

Catatan Publik

Puisi-Puisi Nuriman Bayan

Published

on

Bayan

Ketika Pantai Sedemikian Sunyi

 

Aku menemukanmu di bawah rimbun dedaun

di suatu bangku dengan sebuah surat di tangan

Entah kepada siapa kau tujukan

Aku hanya melihat matamu lepas pada setapak yang jauh.

 

Duh, ombak di matamu berawan-awan

Bagai langit selepas hujan

Menepi ke timur jatuh ke barat

Lalu beranjak ke ufuk lain

 

Aku berpikir kau sedang menunggu

Angin timur yang tak lagi berdendang

Jetika pantai sedemikian sunyi

Dan daun-daun jadi sepi

Ternyata tidak

 

Ternate, 12 Februari 2018.

 

Cinta Tak Selalu Begitu

 

Kau ambil segalanya, lalu pergi seperti maling

Entah ke mana hasrat menjembatanimu

Aku hanya tahu kau pergi, dan ketika terbangun

Aku harus berusaha merapikan baju-baju kehilangan
menjadi apa saja

Hingga segala menjadi damai

 

Malam itu aku berpikir, apakah cinta memang begini?

Mungkin tidak, maka tak mungkin aku mengutukmu

Sebab itu hanya sebuah kehilangan

Dan kita tidak pernah sepakat, untuk tidak berkhianat

Tapi bagaimana dengan Tuhan?

 

Ternate, 7 November 2017

 

Cinta Tak Selalu Begitu 2

 

Ketika matahari sedang mencumbu ke telinga jalan

Kau berteriak sekeras-kerasnya

Kota riuh dan rumah-rumah tertidur

 

Selepas itu, kita tak begitu akrab

Sebab hari hilang dari matamu

Dan aku jatuh ke teluk jauh

 

Sementara engkau entah ke mana angin menepikanmu

aku hanya aku, kau lari dari sepakat

 

Terrnate, 8 November 2017

 

Sajak Sebuah Lamaran

 

Aku melamarmu, esok kita menikah, katanya

Kita potong dua ekor sapi koruptor dua kambing politisi.

Dan kita masak seratus ton beras.

Kita undang manusia tapi tak usah undang pejabat.

 

Mahar yang sudah kuberikan padamu

Kita bagi-bagi kepada jelata

Biar mereka pulang bawa bahagia

Dan pada malam nanti, kita buat pesta-tapi bukan goyangan pantat

 

Kita buat saja pesta syukuran

Biara anak-anak kita pandai bersyukur

Dan tidak rakus-rakus amat

Sebab amat tidak rakus.

 

Ternate, November 2017

 

Nuriman N Bayan atau lebih dikenal dengan Abi N Bayan, berdomisili di Ternate Utara. Karyanya tersiar dalam media daring, media cetak dan pernah terbit di Majalah Mutiara Banten Edisi –52 dan Majalah Simalaba edisi 1-2.

 

Selain itu juga, tergabung dalam antologi bersama di antaranya: Kita Halmahera, Kitab Puisi Penyair Maluku Utara, Langit Senja Jatigede, Embun-embun Puisi, Mengunyah Geram, Seratus Puisi Melawan Korpusi, Bait Kisah Di musim Hujan, Rumah Seribu Jendela, Soekarno dan Wong Cilik Dalam Puisi.

 

(***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending